ADVERTISEMENT
  • Tentang Kami
  • Redaksi Nokenlive.com
  • Advertise
  • Syarat dan Ketentuan
  • Contact
  • Ketentuan Penggunaan
Rabu, Mei 13, 2026
  • Home
  • Papua Terkini
  • Papua Pegunungan
  • Papua Tengah
  • PAPUA SELATAN
  • Kabar Port Numbay
  • Hukum & Kriminal
  • Home
  • Papua Terkini
  • Papua Pegunungan
  • Papua Tengah
  • PAPUA SELATAN
  • Kabar Port Numbay
  • Hukum & Kriminal
No Result
View All Result
No Result
View All Result
  • Home
  • Papua Terkini
  • Papua Pegunungan
  • Papua Tengah
  • PAPUA SELATAN
  • Kabar Port Numbay
  • Hukum & Kriminal

Home » Wor Farbakbuk, Prosesi Upacara Perkawinan Budaya Biak

Wor Farbakbuk, Prosesi Upacara Perkawinan Budaya Biak

Oleh : NOKENLIVE
22 Maret 2023
Di Budaya dan Pariwisata, Kabar Daerah
0
Budaya adat perkawinan masyarakat Biak ditampilkan pada kegiatan festival budaya Biak.

Budaya adat perkawinan masyarakat Biak ditampilkan pada kegiatan festival budaya Biak.

Biak – Nokenlive.com

Papua kaya akan beragam budaya yang merupakan warisan dunia. Salah satunya terdapat di kabupaten Biak Numfor, Papua dengan warisan budaya yang masih terawat baik hingga saat ini.

Budaya adat perkawinan masyarakat Biak ditampilkan pada kegiatan festival budaya Biak.
Budaya adat perkawinan masyarakat Biak ditampilkan pada kegiatan festival budaya Biak.

Adapun budaya adat Biak adalah Wor Farbakbuk atau yang biasa disebut upacara perkawinan. Wor Farbakbuk adalah ritual upacara perkawinan yang dilakukan ketika seorang Insos-kabor (gadis-perjaka) telah siap memasuki lingkungan sosial yang baru, yakni hidup bersama yang dipersatukan dalam satu ikatan perkawinan dalam koridor adat budaya masyarakat Biak.

Dalam upacara perkawinan budaya Bia,k ada 6 tahapan prosesi yang harus dilalui yaitu Fakfuken, Mamam Ararem, Arasai Paspos, Ararem atau biasa disebut Yakyaker Arasai Paspos, Ramrem Ma Fakoker, Yakyaker/Unbanbin, dan yang terakhir adalah Munara/Wor Wafwofer.

Berikut tahapan dan penjelasan dari Prosesi Wor Farbakbuk atau biasa disebut upacara perkawinan.

Alunan tifa ditabuh diiringi tarian dipagi hari mengantar pihak keluarga kabor (laki-laki) kepada pihak keluarga Insos (gadis, perempuan) untuk melakukan proses peminangan atau yang biasa disebut fakfuken.

Tahapan yang pertama yaitu Fakfuken, proses peminangan suatu kewajiban yang harus dilakukan pihak keluarga kabor (laki-laki) kepada pihak keluarga Insos( gadis,perempuan) yang nantinya akan di persatukan dalam satu perkawinan adat suku Biak, yang disebut wor Farbakbuk.

Jika dalam proses fakfuken pihak perempuan menerima lamaran tersebut maka kedua belah pihak membuat kesepakatan waktu proses selanjutnya yaitu pengecekan emas kawin.

Tahapan kedua adalah prosesi Maman Ararem/Arasai Paspos. Ketika waktu pengecekan emas kawin ditetapkan tiba waktunya untuk utusan pihak Insos mendatangi rumah kabor untuk melihat dan menghitung jenis porselin(Arasai) guna mengetahui secara pasti besaran harta emas kawin. Biasanya emas kawin berupa barang pecah belah ( baran bepnas atau Arasai) dan juga uang tunai (Kupan).

Dalam prosesi Maman Araren/Arai Paspos utusan keluarga pihak Insos setuju dan menyatakan bersedia menerima Ararem/emas kawin yang ada, maka selanjutnya disepakati waktu untuk pengantaran emas kawin yang biasa disebut Ararem atau Yakyaker Arasai atau biasa juga disebut Anun Baran.

Tahapan ketiga yaitu, Prosesi Ararem/Yakyaker, yaitu mengantar emas kawin. Di pagi hari, Tarian dan tabuhan tifa mengiringi keluarga pihak kabor mengantar emas kawin kepada pihak keluarga Insos. Untuk prosesi ini, saudara perempuan dari kabor diharuskan untuk berada di bagian paling depan dengan membawa harta kepala, emas kawin dan seikat tembakau.

Tahapan keempat yaitu, Ramrem Ma Fakoker yaitu meminyaki dan menggunting helai rambut. Sebelum sang gadis atau Insos diantar ke keluarga kabor untuk melangsungkan pernikahan Kudus atau Wafwofer, maka paman dari kedua belah pihak wajib melakukan prosesi Ramrem Ma Fakoker kepada keponakannya//

Berikut tahapan kelima, yaitu Yakyaker/Unbanbin atau yang biasa disebut mengantar sang gadis atau Insos ke calon suami.

Dengan tarian, nyanyian serta tabuhan tifa, gitar, alat musik tradisional mengiringi Sang gadis ke rumah keluarga calon suaminya. Gadis atau Insos dihiasi dengan harta dan dilengkapi dengan bahan-bahan dapur oleh keluarga nya. Semua harta hiasan akan dilepas oleh ipar-iparnya(Rifyobin) dengan menggunakan harta tebus dua kali lipat nilainya.

Tahapan yang terakhir adalah Munara/Wor Wafwofer yang artinya upacara pernikahan Kudus secara adat. Dalam prosesi ini hanya dapat dilakukan oleh seorang tokoh terpandang yang disebut Saman atau Mon Beyawos. Sebuah tikar akan dibentangkan diatas tanah lapang oleh para dayang. Kemudian Saman didampingi seorang dayang mengantar kedua mempelai memasuki tempat pelaksanaan Wafwofer dan kedua mempelai dipersilahkan duduk bersila.

Samam/Mon Beyawos mengawali Prosesi pernikahan adat dengan memberikan wejangan tentang makna perkawinan bagi kedua mempelai. Setelah itu, keduanya saling berjabat tangan kanan lalu Saman meniup asap rokok sebanyak 3X ke atasnya. Kemudian dilanjutkan dengan doa sulung.

Doa sulung yang dibacakan dalam bahasa Biak yang artinya “Bumi yang kita pijaki dan langit yang kita junjungi telah menyatukan kalian berdua sebagai suami istri yang sah. Olehnya apa yang dipersatukan hari ini, hanya dapat dipisahkan oleh kematian”.

Selanjutnya Saman memberikan nasehat kepada suami istri tentang hakekat kasih yang melandasi kehidupan keluarga mereka.

Usai prosesi upacara adat perkawinan dilakukan maka suami istri diserahkan ke pihak gereja untuk prosesi pernikahan Kudus. Tentunya dengan melalui tahapan-tahapan yang sesuai aturan yang berlaku di gereja.(LISA R.)

Tags: biak numforWor Farbakbuk
BagikanTweetKirimBagikan
Berita Sebelumnya

Beras Tersedia 17 Ribu Ton, Bulog : Warga Papua dan PB Tak Perlu Khawatir Stok Aman Sampai Idul Fitri

Berita Selanjutnya

Sandiaga :  Partai Gerindra Adalah Partai Besar dan Peduli Bagi Rakyat

Berita Terkait

Kepiting Bakau Asal Timika Sukses Tembus Pasar Malaysia
Kabar Daerah

Kepiting Bakau Asal Timika Sukses Tembus Pasar Malaysia

Tutup Forum Strategis Papua, Gubernur Meki Nawipa Serukan Kolaborasi dan Reformasi Dana Otsus
Kabar Daerah

Tutup Forum Strategis Papua, Gubernur Meki Nawipa Serukan Kolaborasi dan Reformasi Dana Otsus

Dari Honai hingga Lawan Stunting, Ketua PKK Tolikara Beberkan Gerakan Nyata untuk Generasi Emas Papua
Kabar Daerah

Dari Honai hingga Lawan Stunting, Ketua PKK Tolikara Beberkan Gerakan Nyata untuk Generasi Emas Papua

RAKERDA I TP-PKK Papua Pegunungan Jadi Momentum Besar Satukan Gerakan Pembangunan Keluarga
Kabar Daerah

RAKERDA I TP-PKK Papua Pegunungan Jadi Momentum Besar Satukan Gerakan Pembangunan Keluarga

Berita Lainnya

Apa komentar anda ?

Nokenlive - Berita Papua Terkini

Menyuarakan Pembangunan di Papua dalam Berbagai Aspek Kehidupan

Ikuti Kami

  • Tentang Kami
  • Redaksi Nokenlive.com
  • Advertise
  • Syarat dan Ketentuan
  • Contact
  • Ketentuan Penggunaan

© 2018 Nokenlive - Berita Terkini Seputar Papua

Selamat datang kembali

Masuk dengan akun anda

Lupa kata sandi?

Ambil kata sandi Anda

Silakan masukkan nama pengguna atau alamat email untuk mereset kata sandi

Masuk

Add New Playlist

error: Nokenlive!!
No Result
View All Result
  • Home
  • Tentang Kami
  • Redaksi Nokenlive.com
  • Papua Terkini
  • Papua Pegunungan
  • Politik dan Pemerintahan
  • Ekonomi & Bisnis
  • PAPUA SELATAN
  • Kabar Daerah
  • Kabar Port Numbay
  • Hukum & Kriminal

© 2018 Nokenlive - Berita Terkini Seputar Papua