Biak – Nokenlive.com
Selamatkan pulau Miosbepondi kampung Masyai, distrik Supiori Barat, kabupaten Supiori dari ancaman kikisan abrasi, akhirnya Tim Peduli Penanggulangan Abrasi pantai bawa laporan ke Jakarta.
Tim laporan ke Jakarta akibat selama ini aspirasi masyarakat disampaikan kepada pemerintah kabupaten Supiori maupun pemerintah provinsi Papua tak kunjung dapatkan jawaban.
Tim penanggulangan abrasi pantai pulau Bepondi yang dipimpin Ishak Kafiar berserta rombongan langsung menuju kantor DPD RI bertemu Wakil Ketua DPD RI Fillep Wamafma di Jakarta, Selasa, (14/02/23).
Tim, selain bertemu anggota DPD RI, Fillep Wamafma, tim juga bertemu kementrian PUPR.
Tim Peduli Penanggulangan Abrasi pantai pulau Bepondi juga telah dijadwalkan akan ke Istana kepresidenan setelah diudang. Tim juga akan bertemu Panglima RI.
Ketua Tim Peduli Penanggulangan Abrasi pantai pulau Bepondi, Ishak Kafiar mengatakan, terkait abrasi pantai pulau Miosbepondi kampung Masyai, distrik Supiori Barat, jika dibiarkan terus, maka akan berdampak hilangnya lahan pertanian masyarakat.
“Kami sampaikan terima kasih kepada bapak Fillep Wamafma telah menerima aspirasi kami dan akan dilanjutkan ke pemerintah,” ungkap Ishak Kafiar.
Kata Ishak Kafiar, sebelumnya sudah disampaikan kepada pemerintah kabupaten Supiori, namun anggaran Supiori kecil, sehingga tidak dapatkan menjawab.
“Karena itu kami ke Jakarta untuk menyampaikan aspirasi kami ke pemerintah pusat. Kami tidak memaksa, tetapi kami juga bagian dari negara RI sehingga kami harap dapat perhatikan aspirasi masyarakat terdampak abrasi,” jelas Isak.
Sementara itu tokoh perampuan Yulia Kafiar menjelaskan, perwakilan masyarakat bersama rombongan masing-masing tokoh adat, tokoh agama, Bamuskam dan tokoh pemuda.
Terkait abrasi pantai pulau Bepondi, Yulia mengatakan, permohonan bantuan talud ini sudah sejak 2017 lalu.
“Kurang lebih sudah 20 tahun kami ajukan ke pemerintah daerah untuk pembangunan talud, namun hingga saat ini tidak ada jawaban, sehingga kami berinisiatif langsung ke pemerintah pusat (Jakarta),” ucap Yulia.
Setelah bahwa aspirasi langsung ke Jakarta, Yulia berharap penyelamatan pulau pulau Bepondi mendatakan jawaban pemerintah pusat karena melihat kondisi daerah terdampak sangat memprihatinkan.
Kata dia, yang dilakukan hanya karena peduli dengan kampung halamanya yang kian hari semakin terkikis abrasi air laut.
“Jika dibiarkan lahan pertanian masyarakat semakin hilang serta batas yang semakin hari semakin habis terkikis,” tambahnya.
Perlu diketahui berdasarkan instruksi Presiden RI nomor 9 tahun 2020, tentang percepatan pembangunan kesejahteraan di Provinsi Papua dan Papua Barat, sebagai tindak lanjut pelaksanaan rencana kerja panjang menengah nasional (RPMJN) tahun 2020-2024, maka diperlukan langkah-langkah terobosan, terpadu, tepat, fokus, dan sinergi antar kementrian atau lembaga.
Mewujudkan masyarakat di provinsi Papua dan Papua Barat yang maju, sejahtera, damai dan bermartabat di dalam bingkai Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).
Sekedar diketahui, pulau miosbepondi adalah salah satu pulau terluar dari 8 pulau terluar di provinsi Papua.
Pulau Bepondi terletak dibagian utara Papua, diperairan samudera Pasifik yang berbatasan langsung dengan Negara Republik Palau.
Pulau Bepondi berpenduduk 138 kepala keluarga (KK) dengan jumlah jiwa 834.
Karena mengalami abrasi yang cukup parah, mengakibatkan hilangnya sebagian daratan.
Sehingga melihat kondisi tersebut, harap Yulia negara bijak menyikapi hal ini dengan cepat.
“Mengingat kawasan pulau Bepondi berbatasan langsung dengan Negara Republik Palau, bila tak cepat direspon oleh negara, maka bisa saja batas negara kita akan berubah akibat Abrasi,” tutup Yulia. (LISA R.)





Apa komentar anda ?