Burmeso, Nokenlive.com – Keberadaan wilayah Mamberamo Raya hingga saat ini masih tetap berada diwilayah adat Tabi, sehingga adanya sejumlah pihak yang menyebut Mamberamo Raya telah dicaplok masuk dalam wilayah adat Saireri tidak benar.
Demikian ditegaskan Bupati Mamberamo Raya Dorinus Dasinapa, A.Ks, S.Sos,menanggapi informasi yang beredar bahwa dirinya yang telah mencaplok Mamberamo Raya untuk bergabung di wilayah adat saireri bersama Kabupaten Waropen, Kepulauan Yapen, Biak dan Supiory untuk kepentingan usulan pemekarab daerah otonom baru (DOB) Provinsi Saireri yang saat ini terus disuarakan.
“Saya perlu jelaskan dan tegaskan kepada seluruh masyrakat Mamberamo Raya dari Air menetes sampai ombak pecah, dari Nadofuai sampai bahwa Mamberamo Raya ini berada diwilayah adat tabi. Sehingga ada informasi yang berkembang saat ini bahwa saya telah mengambil Mamberamo raya masuk diwilayah adat Sairery untuk bergabung bersama usulan calon DOB Provinsi Sairery sama sekali tidak benar ,” jelas Bupati Dorinus Dasinapa sabtu (27/10/2019).
Bupati mengatakan untuk mengambil Mamberamo Raya bergabung di wilayah adat sairery, tidak semudah membalikan telapak tangan seperti yang dibayangkan, karena selain melalui banyak proses yang harus ditempuh, tetapi juga akan menimbulkan konflik horinzontal yang mengakibatkan ada korban jiwa, sehingga semua pihak hendaknya berpikir rasional dan bijaksana atas hal ini.
Terkait kehadirannya bersama beberapa Bupati diwilayah adat Sairery dalam pertemuan di Jakarta beberapa waktu lalu, dirinya menjelaskan bahwa hanya hadir demi menghargai undangan yang diberikan asosiasi Bupati dan Ketua DPRD di wilayah adat Sairery, tetapi dirinya tidak membicarakan satu kata pun atau mengambil keputusan dalam pertemuan tersebut terkait status Mamberamo Raya.
“Saya memang hadir bersama para Bupati dan Ketua DPRD diwilayah adat Sairery, tetapi dalam pertemuan saya tidak berbicara satu kata pun terkait status Mamberamo Raya, sehingga kalau ada pihak2 pihak yang mengatakan saya hadir dan memutuskan Mamberamo Raya masuk dalam wilayah adat sairery itu sama saja dengan pembohongan publik karena itu tidak semudah yang kita bayangkan,” tegas Dorinus
Bupati mengakui saat ini Mamberamo Raya memasuki tahun politik yakni Pemilukada, sehingga banyak lawan2 politik yang sengaja memainkan isu tersebut dengan tujuan ingin menjatuhkan dirinya di masyrakat sehingga terus memprovokasi masyrakat adat dengan informasi yang tidak benar.
“Mamberamo Raya ini memasuki tahun politik, jadi ada kelompok kelompok tertentu yang yang terus memainkan status adat Mamberamo Raya dimasyrakat untuk mendapatkan simpathisan, tetapi perlu saya sampaikan bahwa kalau kita mau bertarung, bertarung saja dengan program, visi dan misi tawarkan kepada rakyat, bukan ikut mengadu domba masyarakat dengan informasi yang tidak benar faktanya, ” tandas Bupati.
(Napy)





Apa komentar anda ?