Jayapura, Nokenlive.com – Para Ondoafi dari kampung enggros, Tobati dan Nafri mendukung proses persemian Jembatan Youtefa yang menghubungkan Hamadi – Holtekam oleh Presiden RI Joko Widodo.
Kesepakatan tersebut terungkap ketika Walikota Jayapura Benhur Tomi Mano menggelar pertemuan rapat bersama Forkompinda dan para toko adat termasuk pemerintah provinsi Papua, Kamis (24/10/2019) di ruang rapat Walikota Jayapura.
Rencananya Presiden Republik Indonesia, Joko Widodo akan melakukan kunjungan kerja ke Papua pada 28 Oktober 2019, salah satu agendanya adalah meresmikan jembatan yang menghubungkan Hamadi dan holtekamp.
Walikota Jayapura mengatakan jembatan yang dibangun melalui anggaran pemerintah pusat, pemerintah provinsi dan pemerintah kota ini tentu untuk kebutuhan seluruh masyarakat kota Jayapura.
“kita melakukan rapat dan para masyarakat adat Tobati, Enggros dan Nafri. Mereka seratus persen mendukung dan mereka meminta untuk presiden segera meresmikan,” Kata Walikota Jayapura
Sementara terkait dengan hak-hak yang belum terselesaikan, BTM menyatakan akan menyelesaikan hak – hak masyarakat adat sesuai dengan aturan – aturan yang berlaku.
”Pembayaran jalan pendekat masih sisa 8 milyar dan Pemkot akan siap untuk menyelesaikan, karena. Pemerintah tidak akan kemana-mana, tapi pembayaran berdasarkan aturan,” tegasnya
Sementara itu terkait dengan pemberian nama jembatan yang sudah disepakati para Ondoafi dan kepala suku di port numbay adalah Yotefa.
“Nama jembatan yang telah disepakati adalah Youtefa, tidak boleh ada nama lain, agar tidak menimbulkan masalah baru.
Di tempat yang sama Kapolres Jayapura kota AKBP Gustaf Urbinas menegaskan bahwa dirinya bersama Dandim mempertaruhkan jabatan terkait peresmian Jembatan.
“Untuk itu kami meminta kepada masyarakat khususnya pemilik hak ulayat untuk tidak menghambat proses peresmian jembatan Youtefa,” Harapnya.
(Virgo)





Apa komentar anda ?