JAYAPURA,nokenlive.com – Kepala Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Kabupaten Puncak, Ferdinand Helan, meminta seluruh organisasi perangkat daerah (OPD) lebih selektif dalam menyusun program dan kegiatan untuk Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Induk Tahun Anggaran 2027. Langkah ini menyusul kebijakan efisiensi anggaran yang diperkirakan membuat APBD Kabupaten Puncak tahun depan lebih rendah dibandingkan tahun berjalan.
Ferdinand menyampaikan hal tersebut saat penyerahan Dokumen Pelaksanaan Perubahan Anggaran Satuan Kerja Perangkat Daerah (DPPA-SKPD) Tahun Anggaran 2026 di Jayapura, Rabu (28/10/2026).
Ia mengatakan, penyusunan APBD 2027 harus dilakukan secara cermat dengan mempertimbangkan kebutuhan masyarakat, skala prioritas pembangunan, serta kemampuan keuangan daerah.
“Di tahun depan kami mesti mengalami efisiensi, bahkan APBD Induk tahun depan lebih turun daripada efisiensi di tahun anggaran ini,” ungkap Ferdinand.
Menurutnya, kondisi tersebut mengharuskan seluruh OPD memperkuat koordinasi dan bekerja sama dengan para pemangku kepentingan untuk menentukan program yang benar-benar dibutuhkan dan dapat dilaksanakan sesuai kemampuan anggaran.
“Makanya kita sangat harapkan kerja sama semua pihak, stakeholder, para OPD, dan semua yang berkepentingan dalam Kabupaten Puncak ini agar dalam penyusunan APBD Induk tahun depan kami dapat menyeleksi kegiatan-kegiatan mana dan menyusun APBD dengan baik,” katanya.
Selain mempersiapkan anggaran tahun depan, BPKAD Kabupaten Puncak juga mendorong percepatan penyelesaian seluruh paket pekerjaan fisik maupun nonfisik yang masih berjalan pada Tahun Anggaran 2026.
Ferdinand mengatakan, pemerintah daerah telah membayarkan uang muka untuk kegiatan di seluruh Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD). Karena itu, para pimpinan OPD diminta memaksimalkan waktu yang tersisa untuk menyelesaikan pekerjaan sesuai ketentuan.
“Kami berharap dalam sisa akhir tahun ini semua paket pekerjaan bisa diselesaikan dengan baik, supaya sesuai dengan ketentuan dapat kami bayarkan di akhir tahun ini,” ujarnya.
Namun, ia mengakui kondisi geografis Kabupaten Puncak, situasi keamanan, dan bencana alam menjadi tantangan dalam pelaksanaan sejumlah proyek pembangunan. Beberapa kegiatan prioritas yang tidak dapat diselesaikan pada tahun ini berpotensi dilanjutkan pada tahun berikutnya sesuai ketentuan yang berlaku.
Ferdinand menegaskan, pengelolaan anggaran harus dilaksanakan secara tertib, transparan, dan akuntabel. Ia juga menyampaikan bahwa Bupati Puncak, Elvis Tabuni, telah mengingatkan agar penyusunan dan pengelolaan APBD dilakukan secara baik dan bertanggung jawab.
“Bapak Bupati sudah sampaikan, kita susun dengan baik, kita kelola dengan baik supaya tata kelola pemerintahan dan tata kelola keuangan bisa berjalan dengan baik,” pungkasnya.
BPKAD berharap seluruh OPD mampu menuntaskan pekerjaan tahun berjalan, sekaligus menyusun program APBD 2027 secara lebih terukur dan tepat sasaran agar anggaran yang tersedia dapat memberikan manfaat maksimal bagi masyarakat Kabupaten Puncak.
(Lisa – Redaksi DA)







Apa komentar anda ?