ADVERTISEMENT
  • Tentang Kami
  • Redaksi Nokenlive.com
  • Advertise
  • Syarat dan Ketentuan
  • Contact
  • Ketentuan Penggunaan
Kamis, September 24, 2026
  • Home
  • Papua Terkini
  • Papua Pegunungan
  • Papua Tengah
  • PAPUA SELATAN
  • Kabar Port Numbay
  • Hukum & Kriminal
  • Home
  • Papua Terkini
  • Papua Pegunungan
  • Papua Tengah
  • PAPUA SELATAN
  • Kabar Port Numbay
  • Hukum & Kriminal
No Result
View All Result
No Result
View All Result
  • Home
  • Papua Terkini
  • Papua Pegunungan
  • Papua Tengah
  • PAPUA SELATAN
  • Kabar Port Numbay
  • Hukum & Kriminal

Home » Meki Nawipa Dorong KADIN Perkuat Usaha Lokal Papua Tengah

Meki Nawipa Dorong KADIN Perkuat Usaha Lokal Papua Tengah

Oleh : Nokenlive
24 September 2026
Di Papua Tengah
0
Meki Nawipa Dorong KADIN Perkuat Usaha Lokal Papua Tengah

Keterangan: Gubernur Papua Tengah, Meki Nawipa memberika samnutan pada MUSPIMPROV ke-II KADIN Papua Tengah. (Foto: Humas Pemprov)

NABIRE, Nokenlive.com – Gubernur Papua Tengah Meki Nawipa mendorong Kamar Dagang dan Industri (KADIN) Papua Tengah memperkuat kolaborasi dengan pemerintah dalam mengembangkan dunia usaha dan perekonomian masyarakat.

Hal tersebut disampaikan Meki Nawipa saat membuka Musyawarah Pimpinan Provinsi (Muspimprov) II KADIN Papua Tengah, Kamis (24/9/2026). di Guest House Nabire, Papua Tengah

Dalam sambutannya, Meki Nawipa mengatakan KADIN memiliki peran penting dalam memberikan masukan kepada pemerintah terkait kebijakan dunia usaha, termasuk persoalan upah minimum dan keberlangsungan usaha lokal.

Menurutnya, kebijakan mengenai upah perlu mempertimbangkan kondisi perusahaan sekaligus kemampuan masyarakat dan tenaga kerja di Papua Tengah.

“Kalau UMR jangan segini, setelah diskusi dengan pengusaha – pengusaha lokal supaya kita saling menguntungkan,” kata Meki.

Gubernur MEPA menilai, pemerintah perlu membangun komunikasi yang lebih kuat dengan pelaku usaha agar kebijakan yang dibuat tidak hanya berdasarkan perhitungan administratif, tetapi juga mempertimbangkan kondisi riil dunia usaha di daerah.

Ia juga mendorong KADIN agar tidak membuat terlalu banyak program, tetapi memilih satu hingga tiga program yang benar-benar dapat dikerjakan bersama pemerintah.

“Saya berharap KADIN kali ini tidak usah banyak-banyak, mungkin satu, dua, tiga program yang bisa kerja sama dengan pemerintah, dipadatkan, disiapkan,” ujarnya.

Menurut Meki, pola kerja sama tersebut dapat menjadi langkah awal sembari pemerintah menunggu proses pembentukan Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) Papua Tengah.

Jika BUMD telah berjalan, pemerintah dapat memperluas kerja sama dengan mitra usaha melalui berbagai sektor ekonomi yang memiliki potensi untuk dikembangkan.

Selain penguatan usaha lokal, Meki menyoroti pentingnya membangun pemahaman masyarakat mengenai pola kerja sama dengan investor, khususnya terkait pemanfaatan tanah.

Ia mengatakan, masyarakat tidak selalu harus menjual tanah ketika ada peluang investasi. Pemilik tanah dapat mempertimbangkan pola kerja sama dengan investor sehingga tetap memperoleh manfaat ekonomi dari pengembangan usaha.

“Bagaimana kalau tanah kau tidak perlu jual, tapi kau bisa kerja sama dengan orang, kau dapat saham dari sini,” kata Meki.

Menurutnya, pola kerja sama semacam itu dapat memberikan manfaat jangka panjang bagi masyarakat pemilik tanah sekaligus membuka ruang bagi investasi untuk berkembang.

Meki juga mengingatkan pentingnya konsistensi dalam menjalankan usaha. Program dan investasi yang telah berjalan harus memiliki keberlanjutan sehingga manfaat ekonominya dapat dirasakan masyarakat.

Ia berharap Muspimprov II KADIN Papua Tengah menghasilkan gagasan konkret yang dapat dikerjakan bersama pemerintah dan dunia usaha.

“Dengan harapan pikiran-pikiran dari KADIN ini kita kerja sama, satu atau dua kita sama-sama kerjakan, sudah selesai,” ujarnya.

Meki menegaskan, pembangunan ekonomi Papua Tengah harus dimulai dari masyarakat dan pelaku usaha di tingkat bawah. Menurutnya, penguatan ekonomi daerah pada akhirnya berkaitan dengan peningkatan kualitas sumber daya manusia dan kesejahteraan masyarakat.

“Pembangunan ini maju dan tidak, pertama itu karena pertumbuhan ekonomi dan itu harus dari bawah. Itu baru bisa mengembalikan IPM dan bisa mengembalikan kesehatan,” katanya.

(ANAS/Redaksi)

Tags: GubernurKadinMeki NawipaMUSPIMPROV ke-IIPapua Tengah
BagikanTweetKirimBagikan
Berita Sebelumnya

APBD Perubahan 2026, Belanja Papua Tengah Tembus 4,18 Triliun

Berita Selanjutnya

SSH Hadir Di Puncak Jaya, Ketum BPD HIPMI Papua Tengah, Apresiasi Langkah Gubernur Meki Nawipa

Berita Terkait

Buka RAPIMPROV Ke-II KADIN Papua Tengah, Gubernur MEPA Tekankan Hal Ini
Papua Tengah

Buka RAPIMPROV Ke-II KADIN Papua Tengah, Gubernur MEPA Tekankan Hal Ini

SSH Hadir Di Puncak Jaya, Ketum BPD HIPMI Papua Tengah, Apresiasi Langkah Gubernur Meki Nawipa
Papua Tengah

SSH Hadir Di Puncak Jaya, Ketum BPD HIPMI Papua Tengah, Apresiasi Langkah Gubernur Meki Nawipa

APBD Perubahan 2026, Belanja Papua Tengah Tembus 4,18 Triliun
Papua Tengah

APBD Perubahan 2026, Belanja Papua Tengah Tembus 4,18 Triliun

Pendapatan Papua Tengah Naik Jadi Rp2,75 Triliun
Papua Tengah

Pendapatan Papua Tengah Naik Jadi Rp2,75 Triliun

Berita Lainnya

Apa komentar anda ?

Nokenlive - Berita Papua Terkini

Menyuarakan Pembangunan di Papua dalam Berbagai Aspek Kehidupan

Ikuti Kami

  • Tentang Kami
  • Redaksi Nokenlive.com
  • Advertise
  • Syarat dan Ketentuan
  • Contact
  • Ketentuan Penggunaan

© 2018 Nokenlive - Berita Terkini Seputar Papua

Selamat datang kembali

Masuk dengan akun anda

Lupa kata sandi?

Ambil kata sandi Anda

Silakan masukkan nama pengguna atau alamat email untuk mereset kata sandi

Masuk

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Home
  • Tentang Kami
  • Redaksi Nokenlive.com
  • Papua Terkini
  • Papua Pegunungan
  • Politik dan Pemerintahan
  • Ekonomi & Bisnis
  • PAPUA SELATAN
  • Kabar Daerah
  • Kabar Port Numbay
  • Hukum & Kriminal

© 2018 Nokenlive - Berita Terkini Seputar Papua