NABIRE, Nokenlive.com – Dinas Kesehatan Provinsi Papua Tengah mengingatkan para lulusan SMA dan SMK agar cermat memilih perguruan tinggi sebelum melanjutkan pendidikan di bidang kesehatan.
Imbauan ini disampaikan seiring persiapan pemerintah provinsi membangun sumber daya manusia (SDM) lokal untuk mendukung operasional Rumah Sakit Provinsi, Klinik Bersalin, Klinik Bayi Tabung, dan Laboratorium Kesehatan Daerah (Labkesda) yang diperkirakan mulai beroperasi pada 2029/2030.
Kepala Bidang Sumber Daya Kesehatan (SDK) Dinas Kesehatan Papua Tengah, Kristianus Tebai, menegaskan calon mahasiswa harus memastikan kampus dan program studi yang dipilih memiliki akreditasi resmi.
Menurutnya, kualitas pendidikan menentukan kompetensi tenaga kesehatan dalam menjalankan tugas, terutama ketika mereka harus mengoperasikan peralatan medis modern di rumah sakit dan laboratorium.
“Anak-anak sekolah wajib tahu masa depan mereka melalui informasi yang benar dan akurat. Pilih sekolah atau kampus yang unggul dan terakreditasi resmi (LAM-PTKes). Jangan pilih sekolah murahan yang hanya mencetak SDM tidak berkualitas,” tegas Kristianus.
Ia menjelaskan, tenaga kesehatan yang bekerja di fasilitas pelayanan kesehatan juga harus memenuhi persyaratan kompetensi dan registrasi profesi sesuai ketentuan yang berlaku, termasuk memiliki Surat Tanda Registrasi (STR) bagi profesi yang mewajibkannya.
Karena itu, calon mahasiswa perlu mempertimbangkan legalitas institusi, akreditasi program studi, kualitas pembelajaran, serta kesesuaian pendidikan dengan kebutuhan pelayanan kesehatan.
Dinkes Papua Tengah saat ini terus menyosialisasikan peluang pendidikan kesehatan kepada pelajar, keluarga, dan masyarakat. Sosialisasi yang telah berlangsung sepanjang 2026 tersebut akan diperluas pada 2027.
Pemerintah berharap putra-putri Papua Tengah dapat memanfaatkan kesempatan pendidikan tersebut sehingga kebutuhan tenaga kesehatan di berbagai fasilitas medis daerah nantinya dapat dipenuhi oleh SDM lokal yang kompeten dan profesional.
ANAS





Apa komentar anda ?