NABIRE, Nokenlive.com – Rencana operasional Rumah Sakit Provinsi Papua Tengah, Klinik Bersalin, Klinik Bayi Tabung, dan Laboratorium Kesehatan Daerah (Labkesda) pada 2029/2030 membuka peluang bagi putra-putri daerah untuk menempuh pendidikan vokasi kesehatan.
Dinas Kesehatan Provinsi Papua Tengah mendorong lulusan SMA dan SMK agar tidak hanya memilih jurusan keperawatan atau kebidanan, tetapi juga mempertimbangkan berbagai bidang pendidikan kesehatan yang mendukung operasional rumah sakit modern.
Kepala Bidang Sumber Daya Kesehatan (SDK) Dinas Kesehatan Papua Tengah, Kristianus Tebai, menjelaskan fasilitas kesehatan berbasis teknologi membutuhkan tenaga profesional dengan keahlian khusus.
Beberapa bidang pendidikan yang perlu mendapat perhatian calon mahasiswa antara lain:
1. Ahli Teknologi Laboratorium Medik (ATLM)
Tenaga ATLM berperan melakukan pemeriksaan spesimen darah, pemeriksaan kimia klinik, dan berbagai pengujian laboratorium. Keahlian ini juga dibutuhkan untuk mendukung pelayanan laboratorium reproduksi.
2. Radiologi dan Fisikawan Medis
Tenaga radiografer bertugas mengoperasikan peralatan pencitraan medis seperti CT-Scan, MRI, dan Mammografi. Sementara itu, fisikawan medis mendukung pengelolaan keselamatan radiasi dan perhitungan dosis dalam pelayanan medis.
3. Teknisi Elektromedik (ATEM)
Tenaga ini bertanggung jawab memeriksa, menguji, mengkalibrasi, dan memelihara peralatan medis seperti ventilator, mesin anestesi, inkubator, hingga mesin hemodialisis.
4. Rekam Medis dan Informasi Kesehatan (RMIK)
Bidang ini mendukung pengelolaan data pasien, rekam medis elektronik, pengodean penyakit, serta sistem informasi manajemen rumah sakit.
5. Ahli Gizi
Tenaga ahli gizi berperan menyusun kebutuhan nutrisi pasien, termasuk terapi gizi klinis bagi pasien rawat inap dan pelayanan tumbuh kembang anak.
6. Bidang Vokasi Kesehatan Lainnya
Peluang pendidikan juga terbuka pada bidang penata anestesi, sanitarian, fisioterapi, terapi wicara, terapi okupasi, teknisi kardiovaskuler, ortotik prostetik, dan teknisi transfusi darah.
Kristianus menegaskan, pemerintah mulai menyosialisasikan berbagai pilihan pendidikan tersebut sejak 2026 dan akan melanjutkannya secara lebih masif pada 2027.
Langkah ini penting karena pendidikan D3 membutuhkan waktu sekitar tiga tahun, sedangkan D4 membutuhkan empat tahun.
Dengan demikian, ketika fasilitas kesehatan Provinsi Papua Tengah mulai beroperasi pada 2029/2030, pemerintah diharapkan telah memiliki calon tenaga kesehatan lokal yang siap memenuhi kebutuhan pelayanan.
Dinkes Papua Tengah berharap para pelajar dan orang tua mulai mempertimbangkan pilihan pendidikan kesehatan sesuai kebutuhan fasilitas pelayanan medis di daerah.
ANAS





Apa komentar anda ?