JAYAPURA, nokenlive.com – Kantor Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) Perwakilan Papua diduga diteror dengan lemparan sebuah botol kaca berisi cairan pada Rabu (9/9/2026).
Dalam keterangannya kepada media di MaxOne Hotel Jayapura, Rabu (9/9/2026), Kapolresta Jayapura Kota, Kombes Pol. Fredrikus Maclarimboen, S.I.K., menyampaikan bahwa setelah menerima laporan dari pihak Komnas HAM Papua sekitar pukul 10.00 WIT, pihaknya langsung menuju lokasi kejadian.

“Kami langsung menuju lokasi kejadian di bawah pimpinan Kasatreskrim bersama sejumlah anggota,” kata Kapolresta.
Menurutnya, dari hasil olah tempat kejadian perkara (TKP), petugas menemukan pecahan botol kaca, cairan, serta benda berwarna putih yang menyerupai tisu. Seluruh barang tersebut telah diamankan untuk membantu proses penyelidikan.
“Kata Kapolresta, dari hasil olah tempat kejadian ditemukan pecahan botol kaca dan cairan serta benda putih menyerupai tisu, dan telah diamankan untuk membantu dalam proses penyelidikan nantinya,” ujarnya.
Lebih lanjut, Kapolresta mengatakan pihaknya akan memeriksa rekaman kamera pengawas atau CCTV yang berada di Kantor Komnas HAM Papua. Polisi juga telah meminta keterangan dari tiga orang saksi yang merupakan staf di kantor tersebut.
“Dari peristiwa ini, tidak ditemukan adanya ledakan maupun benda yang terbakar di sekitar area Kantor Komnas HAM Perwakilan Papua,” ungkap Kapolresta.
Ia berharap kasus tersebut dapat segera diungkap dan pelaku dapat ditangkap.
“Harapannya, kasus ini dapat segera terungkap dan pelakunya bisa kita tangkap,” tegasnya.
Sementara itu, Ketua Komnas HAM Papua, Frits Ramandey, kepada media mengatakan bahwa kejadian pelemparan benda yang diduga menyerupai bom tersebut terjadi sekitar pukul 10.10 WIT.

Saat kejadian, Frits bersama sejumlah staf sedang melaksanakan rapat internal untuk membahas penyelesaian beberapa kasus dugaan pelanggaran HAM yang terjadi di Papua.
“Kemudian, terdengar suara lemparan di depan parkiran kantor. Setelah dicek, ternyata benar ada benda yang pecah berupa botol di depan kantor, tepatnya di area parkiran kendaraan,” jelasnya.
Setelah kejadian tersebut, pihak Komnas HAM Papua kemudian menghubungi aparat kepolisian, baik dari Polresta Jayapura Kota maupun Polda Papua, untuk datang ke lokasi kejadian di Kantor Komnas HAM Papua.
Ia menambahkan bahwa sepanjang tahun ini telah terjadi empat kali kejadian yang berkaitan dengan teror atau intimidasi terhadap pihak Komnas HAM Papua.
“Ini bagi saya sangat mengganggu sekali sebagai lembaga negara yang mempunyai tugas menangani persoalan kemanusiaan di negara kita, secara khusus di Papua,” pungkasnya.
Frits berharap pihak kepolisian dapat segera mengungkap pelaku maupun aktor intelektual di balik kejadian tersebut.
(Melviandres. P – Redaksi DA)





Apa komentar anda ?