WAMENA, nokenlive.com — Fraksi Baliem DPRK Jayawijaya meminta Pemerintah Daerah Kabupaten Jayawijaya bersama seluruh masyarakat meningkatkan kewaspadaan dan mengambil langkah serius menghadapi dampak cuaca ekstrem, kemarau berkepanjangan, serta kebakaran hutan dan lahan yang terjadi di sejumlah wilayah.
Permohonan atensi resmi tersebut disampaikan oleh Fraksi Baliem, melalui Ketua Fraksi Baliem DPRK Jayawijaya, Charles R. Huby, pada Minggu, 23 Agustus 2026, di Wamena, Papua Pegunungan.
Charles mengatakan, kondisi kemarau yang telah berlangsung sekitar dua hingga tiga bulan terakhir mulai memberikan dampak terhadap kehidupan masyarakat. Selain kekeringan, sejumlah titik juga dilaporkan mengalami kebakaran hutan dan lahan yang dalam beberapa minggu terakhir meluas hingga menimbulkan dampak langsung bagi warga.
“Kami dari Fraksi Baliem DPRK Jayawijaya berharap ada penanganan khusus dan kesadaran bersama dari seluruh masyarakat dalam menghadapi kondisi cuaca ekstrem dan kemarau berkepanjangan ini.”
Menurutnya, kebakaran hutan dan lahan tidak boleh dipandang sebagai persoalan biasa. Kondisi tersebut membutuhkan perhatian serius dari pemerintah, masyarakat, serta kalangan intelektual agar dapat memberikan pemahaman dan pencerahan kepada warga mengenai langkah-langkah pencegahan dan penanganan kebakaran.

“Kami sangat berharap perhatian serius dari kaum intelektual dan masyarakat di beberapa wilayah untuk memberikan pencerahan kepada masyarakat dalam menangani kebakaran yang sedang terjadi. Masyarakat juga diharapkan tidak melakukan hal-hal yang dapat merugikan diri sendiri maupun lingkungan.”
Fraksi Baliem Minta Pemerintah Turun Tangan
Fraksi Baliem juga meminta pihak eksekutif Kabupaten Jayawijaya memberikan perhatian khusus terhadap kondisi masyarakat yang terdampak kemarau.
Charles menyebutkan, keluhan masyarakat mulai bermunculan karena musim kemarau berpengaruh terhadap hasil usaha dan hasil panen. Kondisi tersebut berpotensi membuat sebagian keluarga mengalami kesulitan memenuhi kebutuhan sehari-hari.
“Kami berharap perhatian dari pihak eksekutif untuk melihat secara serius musim kemarau yang sedang melanda masyarakat dalam dua sampai tiga bulan terakhir.”
Karena itu, Fraksi Baliem mendorong pemerintah daerah mempertimbangkan langkah bantuan pangan maupun sembako bagi masyarakat yang terdampak, terutama keluarga yang mengalami penurunan hasil panen dan pendapatan.
“Banyak masyarakat mengeluh bahwa dengan adanya musim kemarau ini, hasil usaha maupun hasil panen mereka tidak memenuhi kebutuhan keluarga. Kami mendukung masyarakat dan mendorong pemerintah, dalam hal ini eksekutif, untuk memberikan bantuan bahan makanan ataupun sembako guna memenuhi kebutuhan keluarga dan masyarakat.”
Kebakaran Menjadi Perhatian Bersama
Fraksi Baliem menegaskan bahwa penanganan kebakaran tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah. Masyarakat juga diminta meningkatkan kesadaran dan tidak melakukan aktivitas yang berpotensi memicu maupun memperluas kebakaran.
Menurut Charles, kondisi cuaca yang kering membutuhkan kewaspadaan ekstra dari seluruh pihak. Pemerintah diharapkan hadir melalui langkah pencegahan, penanganan di lapangan, serta dukungan terhadap masyarakat yang mengalami dampak ekonomi akibat kemarau.

“Ini menjadi perhatian kita bersama. Pemerintah dan masyarakat harus sama-sama mengambil bagian untuk mencegah agar kebakaran tidak semakin meluas dan dampaknya tidak semakin berat bagi masyarakat.”
Fraksi Baliem DPRK Jayawijaya berharap pemerintah daerah segera melakukan pemetaan terhadap wilayah yang terdampak kemarau dan kebakaran, sekaligus memastikan kebutuhan dasar masyarakat tetap terpenuhi.
Kondisi tersebut, menurut Fraksi Baliem, membutuhkan respons cepat, koordinasi lintas pihak, serta kesadaran masyarakat agar dampak kemarau panjang dan kebakaran hutan maupun lahan tidak berkembang menjadi persoalan sosial dan ekonomi yang lebih luas di Kabupaten Jayawijaya.
(Redaksi DA)





Apa komentar anda ?