WAMENA, Nokenlive.com – Pemerintah Provinsi Papua Pegunungan mempercepat langkah penanganan dampak kemarau panjang yang melanda sejumlah wilayah di delapan kabupaten. Kondisi ini mulai berdampak pada akses transportasi, pertanian, hingga ketersediaan pangan masyarakat.
Wakil Gubernur Papua Pegunungan, Ones Pahabol, mengatakan pemerintah harus melakukan antisipasi sejak dini apabila kemarau terus berlangsung.
“Lebih mengantisipasi lagi bahwa kalau ke depan kemerauan ini berlanjut, itu berarti nanti akan kita lebih panjang lagi. Sehingga kita harus antisipasi hari ini,” ujar Ones.
Dampak kekeringan juga dirasakan di Kabupaten Yahukimo dan Nduga. Debit sungai yang menyusut membuat jalur air yang selama ini menjadi akses utama masyarakat mengalami kendala.
“Sehingga juga seperti di Yahukimo dan Duga, kekeringan ini membuat sehingga sungai sebagai jalan akses, akses jalan tol air, itu sudah kering dan dia mengalami kesulitan lagi hari ini,” katanya.
Pemprov Papua Pegunungan bersama pemerintah kabupaten terus melakukan pendataan masyarakat yang terdampak serta menyalurkan bantuan ke sejumlah wilayah.
“Dan kami juga turun tim sosial provinsi Pegunungan, juga kemarin salurkan bantuan dan hari ini juga ada beberapa yang kita siapkan, data-data dari kabupaten-kabupaten, dari bupati-bupati juga sambil kami menunggu,” jelasnya.
Kata Ones Pahabol, Pemerintah Provinsi Papua Pegunungan juga menyiapkan masa tanggap darurat selama tiga bulan. Bantuan dari pemerintah pusat nantinya diharapkan dapat disalurkan berdasarkan data masyarakat terdampak di delapan kabupaten.
“Tiga bulan, tiga bulan jadi tangkap darurat. Dan itu SK dari Bapak Gubernur akan keluarkan SK untuk tiga bulan. Dan tiga bulan ini kementerian akan bantu sesuai dengan jumlah penduduk yang ada di Papua Pekunungan terhadap delapan kabupaten yang ada di sini,” ungkap Ones.
Selain mengganggu akses masyarakat, Lanjut Wagub, kemarau panjang mulai mengancam tanaman pangan, khususnya ubi jalar yang menjadi salah satu sumber pangan masyarakat Papua Pegunungan.
“Itu untuk Ubi Jalar, karena Ubi Jalar itu tanam juga jadi masalah karena tanah tidak basah, kemudian masih kepanasan apalagi dengan berbatuan daerah-daerah dekemiringan atau daerah-daerah terjal. Itu sangat sulit tumbuh,” katanya.
Ones mengingatkan kegagalan pertumbuhan tanaman berpotensi berdampak pada ketersediaan pangan dalam beberapa bulan ke depan.
“Sehingga itu bisa berakibat di hari lima, empat bulan, lima bulan ke depan, akibat kagal tumbuh ini juga berdampak bisa jadi kelaparan. Sehingga kita harus antisipasi,” tegasnya.
Karena itu, pemerintah menyiapkan langkah antisipasi berupa bantuan pangan dengan mengacu pada data masyarakat terdampak di setiap wilayah.
Menurut Ones, penyaluran bantuan ke sejumlah daerah terpencil juga menghadapi kendala transportasi udara. Kondisi penerbangan yang tidak seperti biasanya membuat distribusi bantuan menjadi lebih sulit.
“Yang jadi persoalan hari ini juga bahwa ada beberapa daerah kesulitan dengan transportasi karena penerbangan yang sekarang ini tidak memuduskan seperti yang penerbangan yang lalu-lalu,” ujarnya.
Keterbatasan akses tersebut dikhawatirkan berdampak pada kondisi kesehatan masyarakat, terutama anak-anak yang mengalami kekurangan makanan dan air.
“Ini sangat membawa kesulitan dan juga akan jadi berdampak pada sakit diare kemudian juga perut kosong sampai dengan kelaparan anak kecil ini kalau tidak makan dan minum itu juga nanti dampak-dampak ini akan mempengaruhi ada sakit dan akan terjadi berdampak luas,” katanya.
Untuk itu, Ones meminta seluruh pihak mengutamakan kepentingan kemanusiaan dan tidak membiarkan masyarakat terdampak menghadapi kemarau panjang sendirian.
“Kami ingin bawa di sini juga ada anak-anak kami ada teman-teman kami lebih seriusi lebih mengutamakan untuk kemanusiaan yang hari ini mereka mengalami kesulitan dengan kemarau panjang ini lebih baik lebih nomor satu kan daripada apa itu konflik dan lain-lain,” tegas Ones.
Ia menegaskan Pemprov Papua Pegunungan bersama pemerintah kabupaten akan terus berupaya menjangkau masyarakat di daerah terpencil dan sulit mendapatkan akses bantuan.
“Atas nama pemerintah Provinsi Papua Pegunungan atas maaf Bapak Gubernur dan saya sebagai Wakil Gubernur dengan hormat kepada semua orang tidak ada hambatan lagi dan membantu serius kepada masyarakat yang ada di daerah-daerah sulit, daerah-daerah terpencil, daerah desa-desa semua ini sedang mengalami kesulitan,” pungkasnya.
RILIS





Apa komentar anda ?