JAYAPURA, nokenlive.com – Pelaksana Tugas (Plt) Kepala SMP Negeri 9 Jayapura, Panjaitan, S.Pd.I., M.Pd., mengatakan pada tahun ajaran baru 2026/2027 pihak sekolah menemukan sebanyak 25 siswa baru yang belum mampu membaca dengan baik dan lancar. Hal tersebut disampaikan Panjaitan saat ditemui wartawan di sekolah, Jumat (31/7).
Menurut Panjaitan, pihak sekolah telah membuka kelas khusus bagi 25 siswa tersebut dengan memanfaatkan perpustakaan sekolah sebagai ruang belajar agar kemampuan membaca mereka dapat ditingkatkan.
“Kami membuat kelas khusus bagi 25 siswa yang belum lancar membaca dengan memanfaatkan perpustakaan sekolah. Melalui kelas ini, mereka diharapkan dapat belajar membaca dengan lebih baik dan lancar,” ujarnya.
Ia menjelaskan, kelas khusus yang diberi nama Kelas Literasi itu telah berjalan selama satu minggu sejak dimulainya tahun ajaran baru.
“Kami telah memanggil dan menyampaikan kepada orang tua siswa mengenai kondisi anak-anak mereka. Selama tiga bulan ke depan, mereka akan mengikuti program pembelajaran di kelas literasi. Apabila dalam kurun waktu tersebut belum menunjukkan peningkatan yang signifikan, pihak sekolah akan mengembalikan mereka kepada orang tuanya,” tegasnya.
Panjaitan menambahkan, kondisi tersebut harus menjadi perhatian serius Dinas Pendidikan Kota Jayapura. Menurutnya, dinas perlu lebih intensif turun ke lapangan untuk memantau kondisi sekolah-sekolah, terutama pada jenjang sekolah dasar.
Sementara itu, dalam rangka meningkatkan kompetensi tenaga pendidik dan staf tata usaha, SMP Negeri 9 Jayapura juga menggelar In House Training (IHT) selama dua hari, yakni pada 30–31 Juli 2026.
Panjaitan menjelaskan, pelaksanaan IHT bertujuan meningkatkan kualitas pembelajaran melalui penguatan kompetensi para guru sebagai bagian dari persiapan memasuki tahun ajaran baru 2026/2027.
“Kegiatan ini juga menjadi momentum untuk mengevaluasi metode pembelajaran yang selama ini diterapkan di kelas, sekaligus menyesuaikannya dengan sistem pembelajaran yang mengarah pada deep learning atau pembelajaran mendalam, sehingga materi yang disampaikan kepada peserta didik lebih mudah dipahami,” ungkapnya.
Ia berharap pelaksanaan IHT dapat membawa perubahan positif dalam proses belajar mengajar di kelas, sekaligus meningkatkan kompetensi guru, tenaga kependidikan, serta mutu pelayanan pendidikan di SMP Negeri 9 Jayapura.
“Harapannya, setelah mengikuti IHT, proses belajar mengajar di kelas menjadi lebih baik, kompetensi tenaga pendidik dan tenaga kependidikan meningkat, serta mutu layanan pendidikan di sekolah juga semakin berkualitas,” tuturnya.
(Melviandres P. – Redaksi DA)





Apa komentar anda ?