JAYAPURA, Nokenlive.com – Kepala Sekolah Sekolah Rakyat Terintegrasi (SRT) 75 Jayapura, Abigael Kalami, menegaskan bahwa proses seleksi dan penerimaan siswa baru Sekolah Rakyat menjadi kewenangan Dinas Sosial kabupaten/kota, bukan dilakukan oleh pihak sekolah.
Hal itu disampaikannya usai pembagian rapor Tahun Pelajaran 2025/2026, Sabtu (20/6/2026). Sebanyak 88 siswa jenjang SD dan SMP menerima rapor dan seluruhnya dinyatakan naik kelas. Dua siswa SD melanjutkan ke SMP, sementara dua lulusan SMP akan melanjutkan pendidikan ke jenjang SMA.

Menurut Kalami, lulusan SMP SRT 75 Jayapura untuk sementara akan melanjutkan pendidikan di Sekolah Rakyat Terintegrasi Provinsi Maluku karena di Jayapura belum tersedia gedung permanen maupun fasilitas SMA.
“Kami masih terbatas ruang belajar dan asrama sehingga belum bisa membuka jenjang SMA di Jayapura,” ujarnya.
Kalami menjelaskan, calon peserta didik baru akan didata langsung oleh Dinas Sosial di masing-masing daerah. Data tersebut kemudian diverifikasi hingga ke Kementerian Sosial RI. Pihak sekolah hanya menerima siswa yang telah dinyatakan memenuhi syarat.
Ia menambahkan, Sekolah Rakyat diprioritaskan bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu, seperti nelayan, petani, dan pelaku usaha kecil. Saat ini siswa SRT 75 Jayapura berasal dari Kota Jayapura, Kabupaten Jayapura, Keerom, Sarmi, Biak, dan Supiori.
Meski penerimaan siswa baru secara umum di Tanah Papua masih ditunda karena keterbatasan gedung dan asrama, SRT 75 Jayapura masih diberi kesempatan melengkapi kuota menjadi 100 siswa. Saat ini terdapat 42 siswa SD dan 44 siswa SMP sehingga masih dibutuhkan 14 siswa untuk memenuhi kuota tersebut.
Kalami mengimbau seluruh siswa memanfaatkan libur sekolah, yang berlangsung hingga 11 Juli 2026, untuk tetap belajar di rumah, menjaga kesehatan, serta mengisi jurnal aktivitas liburan yang akan dikumpulkan saat masuk sekolah nanti.
(Melviandres Pamanggori/Redaksi)





Apa komentar anda ?