YALIMO, Nokenlive.com – Pemerintah Kabupaten Yalimo mengimbau seluruh masyarakat, khususnya warga dari lima distrik, agar tidak terlibat dalam konflik antarkelompok yang terjadi di Wamena, Kabupaten Jayawijaya, Papua Pegunungan.
Imbauan tersebut disampaikan Pelaksana Tugas (Plt) Sekretaris Daerah Kabupaten Yalimo, Didimus Wandik, S.Pd., M.Si., didampingi Kepala Badan Penanggulangan Bencana Kabupaten Yalimo.
Dalam keterangannya, Didimus meminta masyarakat Yalimo, baik yang berada di Elelim maupun yang tinggal di Wamena, untuk menahan diri dan tidak ikut terlibat dalam aksi perang suku yang saat ini terjadi di ibu kota Provinsi Papua Pegunungan tersebut.
“Atas nama Pemerintah dan masyarakat Kabupaten Yalimo, kami mengimbau seluruh warga Yalimo agar tidak berpartisipasi langsung dalam konflik atau perang suku yang terjadi di Wamena. Masyarakat diminta menghindarkan diri dari situasi konflik demi menjaga keselamatan bersama,” ujar Didimus.
Pemerintah Kabupaten Yalimo juga meminta warga yang berencana melakukan perjalanan ke Wamena untuk sementara waktu menunda keberangkatan hingga situasi keamanan kembali kondusif.
“Kami berharap masyarakat dari lima distrik yang hendak bepergian ke Wamena agar sementara membatalkan perjalanan, karena kondisi di sana masih belum aman akibat konflik yang terjadi,” katanya.
Selain itu, Pemkab Yalimo mengingatkan masyarakat dari berbagai suku, seperti Yali, Hubla, Lani, maupun warga Yahukimo yang berada di Kabupaten Yalimo, agar tidak terprovokasi ataupun membawa dampak konflik ke wilayah Yalimo.
Menurut Didimus, pemerintah tidak menginginkan peristiwa yang terjadi di Jayawijaya meluas dan memicu konflik baru di daerah lain di Papua Pegunungan.
“Apa yang terjadi di Jayawijaya jangan sampai merembet ke Kabupaten Yalimo maupun kabupaten lain di Papua Pegunungan. Kita semua harus menjaga ketertiban, keamanan, dan kenyamanan bersama,” tegasnya.
Ia juga mengimbau para pelajar dan mahasiswa asal Yalimo yang sedang menempuh pendidikan di Wamena maupun Jayapura agar tetap menjaga diri dan tidak terlibat dalam tindakan yang dapat memicu permusuhan baru.
“Kami berharap seluruh masyarakat, termasuk pelajar dan mahasiswa, dapat menahan diri, menjaga persaudaraan, dan tetap fokus pada aktivitas masing-masing di tempat mereka berada,” tutupnya.
(Menas/Redaksi)





Apa komentar anda ?