JAYAPURA, NOKENLIVE.com – Pelaksanaan Tes Kemampuan Akademik (TKA) Tahun Ajaran 2025/2026 di SMP Negeri 2 Jayapura harus dilakukan dalam beberapa sesi akibat keterbatasan sarana dan prasarana pendukung. Ujian tersebut berlangsung dalam dua gelombang, yakni pada 8–9 April 2026 dan 13–14 April 2026.

Kepala SMPN 2 Jayapura, Dorthea Caroline Enok, S.Pd., M.Pd., menjelaskan bahwa pembagian jadwal ujian menjadi dua gelombang dengan tiga sesi merupakan langkah yang harus diambil karena jumlah perangkat komputer dan laptop di sekolah tidak mencukupi untuk menampung seluruh peserta secara bersamaan.
“Pelaksanaan ujian tes kemampuan akademik di tahun 2026 di sekolah kami dibagi dalam dua gelombang karena jumlah peserta ujian dengan sarana prasarana pendukung berupa laptop dan komputer sangatlah terbatas dari sisi jumlahnya,” ujarnya saat ditemui di sekolah, Senin (13/4/2026).
Ia merinci, dari total 363 siswa kelas IX yang mengikuti TKA, sekolah hanya memiliki 64 unit komputer atau laptop. Selain itu, dari tiga laboratorium komputer yang tersedia, hanya dua laboratorium yang berfungsi optimal.
“Di sekolah hanya punya tiga (3) lab komputer dan hanya dua (2) lab komputer yang terisi lengkap, sedangkan satu lab lagi berisikan peralatan lainnya tapi tidak berfungsi,” katanya.
Pihak sekolah juga telah berupaya mengatasi keterbatasan tersebut dengan meminta bantuan orang tua siswa. Namun, upaya tersebut belum sepenuhnya berhasil.
“Pihak sekolah tengah meminta bantuan orang tua siswa agar meminjamkan laptop bagi sekolah untuk ujian tetapi tidak diijinkan kalau nginap atau bermalam di sekolah,” tuturnya.
Meski demikian, pelaksanaan ujian secara umum berjalan lancar. Dorthea menyebutkan bahwa kesiapan proktor dan tim teknis menjadi faktor pendukung utama kelancaran kegiatan tersebut.
“Sejak hari pertama berjalan dengan baik dan lancar serta sukses. Hanya di hari kedua juga berjalan lancar, namun karena gangguan jaringan internet sehingga ujian akan disusulkan di bulan Mei mendatang,” ucapnya.
Dalam hal pengawasan, sistem yang diterapkan adalah pengawasan silang antar sekolah di wilayah Distrik Abepura. Selain itu, pengawasan juga dilakukan secara daring melalui sistem terintegrasi.
“Pengawasan terhadap pelaksanaan TKA ini menggunakan link sendiri sesama pengawas dengan pengaturan sendiri, bertujuan monitoring langsung dari pusat yang sewaktu-waktu bisa melihat jalannya tes kemampuan akademik melalui Zoom ke sekolah,” jelasnya.

Lebih lanjut, Dorthea menegaskan pentingnya TKA bagi siswa maupun sekolah. Menurutnya, hasil TKA dapat menjadi bekal bagi siswa untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang berikutnya melalui jalur prestasi.
“Tes kemampuan akademik begitu penting bagi peserta didik maupun sekolah. Bagi siswa, ini membantu setelah lulus bisa mendaftar ke jenjang berikutnya melalui jalur prestasi. Sedangkan bagi sekolah, ini digunakan untuk mengukur rapor pendidikan,” tegasnya.
Adapun materi yang diujikan dalam TKA meliputi literasi, numerasi, penguatan karakter, serta survei lingkungan belajar.
(Melviandres Pamanggori – Redaksi DA)





Apa komentar anda ?