ADVERTISEMENT
  • Tentang Kami
  • Redaksi Nokenlive.com
  • Advertise
  • Syarat dan Ketentuan
  • Contact
  • Ketentuan Penggunaan
Senin, Maret 16, 2026
No Result
View All Result
  • Home
  • Papua Terkini
  • Papua Pegunungan
  • Papua Tengah
  • PAPUA SELATAN
  • Kabar Port Numbay
  • Hukum & Kriminal
  • Home
  • Papua Terkini
  • Papua Pegunungan
  • Papua Tengah
  • PAPUA SELATAN
  • Kabar Port Numbay
  • Hukum & Kriminal
No Result
View All Result
No Result
View All Result
  • Home
  • Papua Terkini
  • Papua Pegunungan
  • Papua Tengah
  • PAPUA SELATAN
  • Kabar Port Numbay
  • Hukum & Kriminal

Home » Pemprov Papua Tengah Turun Tangan: Konflik Mee–Kamoro di Kapiraya Disepakati Diselesaikan Lewat Tim Khusus dan Penghentian Aktivitas Sementara

Pemprov Papua Tengah Turun Tangan: Konflik Mee–Kamoro di Kapiraya Disepakati Diselesaikan Lewat Tim Khusus dan Penghentian Aktivitas Sementara

Oleh : Nokenlive
13 Februari 2026
Di Hukum dan Kriminal, Kabar Daerah, Papua Tengah, Politik dan Pemerintahan
0
Pemprov Papua Tengah Turun Tangan: Konflik Mee–Kamoro di Kapiraya Disepakati Diselesaikan Lewat Tim Khusus dan Penghentian Aktivitas Sementara

Foto : Istimewa. Keterangan Foto : Plt Kepala Kesbangpol Provinsi Papua Tengah, Albertus Adii, ST, M.Si menyampaikan penanganan konflik sosial di Distrik Kapiraya.

NABIRE, NOKENLIVE.COM – Pemerintah Provinsi Papua Tengah bergerak cepat menangani konflik sosial yang terjadi di Distrik Kapiraya, Kabupaten Deiyai, Papua Tengah, sejak 11 Februari 2026. Melalui rapat koordinasi yang digelar secara daring pada Jumat (13/2/2026), jajaran pemerintah provinsi dan tiga kabupaten sepakat membentuk tim khusus guna meredam dan menyelesaikan konflik antara suku Mee dan suku Kamoro.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Provinsi Papua Tengah, Albertus Adii, ST, M.Si, menyampaikan bahwa rapat tersebut melibatkan Gubernur Papua Tengah Meki Fritz Nawipa, Bupati Mimika, Bupati Deiyai, Pemerintah Kabupaten Dogiyai yang diwakili Sekretaris Daerah, Majelis Rakyat Papua (MRP) yang diwakili Wakil Ketua I, serta DPR Papua Tengah bersama Ketua Komisi IV dan sejumlah anggota dewan lainnya.

“Pada hari ini, tanggal 13 Februari 2026, kita telah melaksanakan Zoom meeting atau rapat bersama melalui via Zoom meeting antara Pemerintah Provinsi Papua Tengah yaitu Gubernur Meki Fritz Nawipa, Bupati Mimika dan Pemerintah Bupati Deiyai, dan Pemerintai Dogiyai yang wakili oleh Sekda, kemudian MRP diwakili Wakil Ketua I, DPRP bersama Ketua Komisi 4 dan anggota DPR lainnya, telah melakukan rapat bersama melalui via Zoom dalam rangka penanganan konflik Kapiraya yang telah terjadi, khususnya di tahun 2026, tepatnya mulai dari hari Selasa 11 dan berlanjut sampai dengan tanggal 13,” ujar Albertus.

Dalam rapat tersebut, disepakati bahwa Pemerintah Provinsi bersama tiga kabupaten, yakni Mimika, Deiyai, dan Dogiyai, akan membentuk tim penanganan konflik. Tim ini bertugas melakukan koordinasi intensif serta membangun komunikasi dengan para tokoh adat dan masyarakat terdampak.

“Kita sudah dalam rapat disepakati bahwa masing-masing kabupaten akan membentuk tim, tim penanganan konflik yang akan melakukan koordinasi dan kerja sama terhadap suku-suku baik Amungme dan Kamoro, dan pemerintah akan bekerja dalam waktu sesingkatnya untuk penanganan konflik sehingga tidak menyebar dan tidak meluas,” jelasnya.

Selain itu, persoalan tapal batas adat (tapak berbatas) juga menjadi perhatian utama. Pemerintah melalui tim yang dibentuk akan melakukan negosiasi dan komunikasi dengan para pemilik hak ulayat, baik dari suku Mee maupun Kamoro.

“Kemudian terkait dengan tapak berbatas, itupun juga melalui tim akan melakukan negosiasi komunikasi dengan pemilik-pemilik hak ulayat, pemilik tanah adat, baik suku Mee maupun Kamoro sehingga ini dapat diselesaikan,” kata Albertus.

Ia menambahkan, setelah konsolidasi dan komunikasi dilakukan di tingkat suku, khususnya Amungme dan Kamoro, akan digelar rapat bersama terakhir untuk merumuskan hasilnya. Selanjutnya, Forkopimda provinsi dan tiga kabupaten akan turun langsung ke Kapiraya guna menyelesaikan persoalan tapal batas adat.

Sebagai langkah preventif agar konflik tidak meluas, pemerintah juga menyepakati pembatasan aktivitas di wilayah Kapiraya untuk sementara waktu.

“Kemudian disepakati juga bahwa dalam waktu dekat ini akan dikeluarkan surat termasuk salah satunya adalah tidak diperbolehkan untuk pelayanan penerbangan di wilayah Kapiraya,” ungkapnya.

Selain itu, para pekerja yang beraktivitas di wilayah tersebut, baik dalam sektor ekonomi maupun keamanan, diminta untuk sementara waktu menghentikan kegiatan.

“Kemudian yang kedua itu adalah pemberhentian atau mengistirahatkan para pekerja yang sedang bekerja di wilayah Kapiraya, baik itu termasuk beraktivitas khususnya dalam ekonomi atau keamanan rakyat atau tambang yang ada di sana supaya sementara diistirahatkan. Nanti pasti akan ada surat ke dalam yang disampaikan oleh Gubernur Papua Tengah sehingga ini untuk menyelesaikan proses tapak berbatas ini bisa dapat diselesaikan dengan baik,” ujarnya.

Pemerintah Provinsi Papua Tengah juga mengimbau seluruh masyarakat, khususnya warga yang berada di Kapiraya, agar menahan diri dan menjaga situasi tetap kondusif.

“Oleh karena itu himbauan dari pemerintah provinsi khususnya terhadap masyarakat yang ada di Kapiraya, membangun kerja sama tetap ada pada kondisi saling menjaga sehingga tidak menyebabkan konflik yang berkepanjangan yang dapat merugikan baik material maupun sebagai manusia itu sendiri,” tegas Albertus.

Ia juga menyampaikan pesan Gubernur Papua Tengah agar masyarakat suku Mee dan Kamoro menghentikan segala bentuk tindakan yang berpotensi memicu konflik.

“Untuk itu dihimbau kepada masyarakat suku Kamoro atau pun suku Mee yang ada di Kapiraya supaya menghentikan dan menjaga diri masing-masing karena kehidupan ini sementara waktu dan pada akhirnya juga kita akan kembali kepada Maha Kuasa,” katanya.

Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa masyarakat yang melakukan aktivitas pencaharian di Kapiraya tidak boleh melakukan tindakan yang dapat memperkeruh situasi.

“Mereka yang melakukan aktivitas pencarian hidup di wilayah Kapiraya sama-sama tidak boleh melakukan tindakan atau hal-hal yang dapat menyebabkan persoalan di kalangan masyarakat di Kapiraya, baik antara masyarakat suku Kamoro maupun suku Mee,” ujarnya.

Dalam beberapa waktu ke depan, masing-masing kabupaten akan membentuk tim negosiasi untuk duduk bersama para tokoh adat dalam forum adat setempat. Hasil pembahasan tersebut kemudian akan dibawa ke tingkat provinsi untuk dirumuskan sebagai langkah final penyelesaian konflik sosial di Kapiraya.

Pemerintah berharap, melalui pendekatan dialog, negosiasi adat, serta koordinasi lintas pemerintahan, konflik yang terjadi dapat segera diselesaikan tanpa meluas dan tanpa menimbulkan korban lebih lanjut. 

(Lisa Rumkorem – Redaksi DA)

Tags: Bupati DeiyaiBupati DogiyaiBupati Mimika Johannes RettobDistrik KapirayaDPRD Papua TengahGubernur Papua Tengah Meki Fritz NawipaMRP Papua TengahPemerintah Daerah Provinsi Papua TengahPemerintah Kabupaten DeiyaiPemerintah Kabupaten DogiyaiPemerintah Kabupaten MimikaSuku AmungmeSuku KamoroSuku Mee
BagikanTweetKirimBagikan
Berita Sebelumnya

Antusiasme ASN Jayapura Melejit, 1.500 Pegawai Tuntas Laporkan SPT di Awal 2026

Berita Selanjutnya

Dana Otsus Tahap I 2026 Cair, Pemkot Jayapura Terima Rp50,6 Miliar

Berita Terkait

Bupati Elvis Tabuni Terbang ke Timika, Dukung Langsung Persipuncak Cartenz Hadapi Persido Dogiyai
Nasional

Bupati Elvis Tabuni Terbang ke Timika, Dukung Langsung Persipuncak Cartenz Hadapi Persido Dogiyai

Bank Mandiri Hadirkan Keberkahan Ramadan di Papua, Gelar Buka Puasa, Santunan, dan Khitanan Gratis
Kabar Daerah

Bank Mandiri Hadirkan Keberkahan Ramadan di Papua, Gelar Buka Puasa, Santunan, dan Khitanan Gratis

KSOP Jayapura Prediksi Lonjakan Penumpang Mudik Lebaran 2026 Naik 15 Persen
Kabar Daerah

KSOP Jayapura Prediksi Lonjakan Penumpang Mudik Lebaran 2026 Naik 15 Persen

Persipuncak Cartenz Tembus Grand Final Liga 4 Papua Tengah, Bupati Elvis Tabuni Yakin Piala Akan Pulang ke Ilaga
Nasional

Persipuncak Cartenz Tembus Grand Final Liga 4 Papua Tengah, Bupati Elvis Tabuni Yakin Piala Akan Pulang ke Ilaga

Berita Lainnya

Apa komentar anda ?

Nokenlive - Berita Papua Terkini

Menyuarakan Pembangunan di Papua dalam Berbagai Aspek Kehidupan

Ikuti Kami

  • Tentang Kami
  • Redaksi Nokenlive.com
  • Advertise
  • Syarat dan Ketentuan
  • Contact
  • Ketentuan Penggunaan

© 2018 Nokenlive - Berita Terkini Seputar Papua

Selamat datang kembali

Masuk dengan akun anda

Lupa kata sandi?

Ambil kata sandi Anda

Silakan masukkan nama pengguna atau alamat email untuk mereset kata sandi

Masuk

Add New Playlist

error: Nokenlive!!
No Result
View All Result
  • Home
  • Tentang Kami
  • Redaksi Nokenlive.com
  • Papua Terkini
  • Papua Pegunungan
  • Politik dan Pemerintahan
  • Ekonomi & Bisnis
  • PAPUA SELATAN
  • Kabar Daerah
  • Kabar Port Numbay
  • Hukum & Kriminal

© 2018 Nokenlive - Berita Terkini Seputar Papua