WAMENA, NOKENLIVE.com – Gereja Injili di Indonesia (GIDI) menggelar perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-63 di Jemaat Yerusalem Wamena, Kabupaten Jayawijaya, Provinsi Papua Pegunungan, Kamis (12/2/2026).
Perayaan HUT GIDI ke-63 ini dihadiri Wakil Gubernur Provinsi Papua Pegunungan Dr. Ones Pahabol sebagai kader GIDI, para pimpinan wilayah Bogo, Ketua-ketua Wilayah dan Klasis se-Lembah Baliem, para gembala, serta seluruh jemaat GIDI di wilayah Wamena dan sekitarnya.
Ibadah HUT dirangkaikan dengan pemotongan kue ulang tahun serta kehadiran para hamba Tuhan perwakilan wilayah, Pemerintah Provinsi Papua Pegunungan, dan Pemerintah Kabupaten Jayawijaya.
Panitia: Persiapan Tiga Minggu, Dana Terkumpul Rp78,6 Juta.
Ketua Panitia HUT GIDI ke-63 Klasis Lembah Baliem dalam sambutannya menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah mendukung pelaksanaan kegiatan tersebut.

Keterangan Foto : Ketua Panitia Hut Gidi Ke-63, Saat Memberikan Sambutannya.
“Pertama-tama kami panitia patut mengucap syukur kepada Tuhan. Dalam mempersiapkan kegiatan HUT GIDI ini hanya tiga minggu. Dalam tiga minggu ini kami mendapatkan sumber dana dari tangan-tangan anak Tuhan, kader-kader, dan Bapa Wakil Gubernur menyumbang Rp50 juta. Jumlah total keseluruhan Rp78.600.000,” ujar Ketua Panitia.
Ia juga menyampaikan terima kasih kepada John Tabo yang menyumbangkan 15 tenda dan 500 kursi, serta seluruh kader GIDI yang memberikan bantuan bahan makanan maupun barang.
“Semua itu sudah diperhitungkan oleh Tuhan,” katanya.
Presiden Gidi: Penginjilan Adalah Jantung Hati Allah.
Presiden GIDI, Pdt. Usman Kobak, S.Th., M.A., dalam sambutannya menegaskan bahwa penginjilan merupakan jantung hati Allah dan menjadi panggilan utama Gereja Injili di Indonesia.

Keterangan Foto : Presiden GIDI Pdt. Usman Kobak, S.Th., M.A. Saat Memberikan Sambutannya Dalam Rangka HUT GIDI KE – 63.
“Penginjilan adalah jantung hati Allah. Oleh karena itu, warga GIDI terus menjadi saksi-Nya melalui doa, dana, dan daya. Penginjilan dan pemuridan adalah perintah Tuhan yang dianut, dipercayai, dan dilakukan oleh GIDI sebagai amanat agung Yesus Kristus,” tegasnya.
Ia mengingatkan pentingnya perayaan HUT GIDI sebagai upaya menjaga sejarah gereja agar tidak hilang dari generasi ke generasi. Selain itu, GIDI diharapkan terus berkembang secara lokal, nasional, hingga internasional.
“Sejak berdiri, GIDI tidak luput dari tantangan pelayanan, perang suku, politik, dan masalah keluarga. Banyak anggota jemaat mengalami kemunduran dan kembali pada cara hidup lama. Oleh karena itu, jemaat GIDI harus kembali kepada firman Tuhan,” ujarnya.
Dalam kesempatan itu, Badan Pekerja Pusat (BPP) GIDI periode 2025–2029 menetapkan tema pelayanan: “Penginjilan Belum Selesai dan Mandiri untuk Memberkati Bangsa-bangsa.”
BPP GIDI juga membentuk tim kerja ekonomi mandiri, Universitas GIDI, dan Rumah Sakit GIDI.
Presiden GIDI turut menghimbau seluruh warga GIDI di delapan wilayah, seratus klasis, dan calon klasis untuk tetap waspada dan menjaga iman.
“Tanah Papua tidak baik-baik saja. Karena itu, warga GIDI harus menjaga diri agar tidak terjerumus dalam hal-hal yang menghilangkan jiwa,” katanya.
Wagub Ones Pahabol: GIDI Harus Kembali Pada Titik Yesus Kristus.
Wakil Gubernur Papua Pegunungan, Dr. Ones Pahabol, dalam sambutannya menyampaikan ucapan selamat ulang tahun ke-63 kepada GIDI.

Keterangan Foto : Wakil Gubernur Papua Pegunungan, Dr. Ones Pahabol Saat Memberikan Sambutan Dalam Rangka Hut Gidi Ke – 63.
“Selamat ulang tahun yang ke-63 Gereja Injili di Indonesia. Allah membawa kita 63 tahun sampai hari ini kami masih hidup,” ucap Ones.
Ia menjelaskan kehadirannya mewakili Pemerintah Provinsi Papua Pegunungan karena Gubernur berhalangan hadir.
“Beberapa hari kami berada di Jakarta. Bapa Gubernur ada kesibukan lain, maka saya hadir mewakili Pemerintah Provinsi Papua Pegunungan,” katanya.
Ones Pahabol juga menyampaikan penghormatan kepada Presiden dan Wakil Presiden GIDI, para penasehat, Ketua Wilayah Bogo beserta jajaran, ketua-ketua klasis, para gembala, kader GIDI yang bekerja di OPD, DPRP, MRP, serta para bupati, khususnya Bupati Jayawijaya yang diwakili staf khusus Nikolas Itlay.
Ia mengingat jasa para orang tua dan perintis GIDI.
“Terima kasih kepada tua-tua yang sudah pergi maupun yang masih ada sebagai tiang-tiang gereja. Dari tahun 60-an sampai hari ini, 63 tahun adalah usia yang sangat tua,” ujarnya.
Dalam pesannya kepada generasi muda GIDI, Ones Pahabol menekankan pentingnya kembali pada “titik” iman yang benar.
“Hari ini kita kembali melihat titik awal penginjilan di Toli Yamo Bogo, Bokondini, Karubaga, Hitigima, dan Hilu. Titik itu sangat penting. Orang GIDI harus menemukan titik yang sesungguhnya, yaitu Yesus Kristus,” tegasnya.
Perayaan HUT ke-63 GIDI di Wamena diharapkan menjadi momentum memperkuat iman jemaat serta memperkokoh peran gereja dalam pelayanan, penginjilan, dan pembangunan rohani masyarakat Papua Pegunungan.
(Tundemin – Redaksi MR)





Apa komentar anda ?