WAMENA, Nokenlive.com – Pemerintah Provinsi Papua Pegunungan resmi membuka Festival UMKM Papua Pegunungan 2026 di Halaman Kantor Gubernur Papua Pegunungan, Wamena, Kamis (9/7/2026). Kegiatan yang berlangsung selama dua hari ini menjadi ajang untuk memperkuat pelaku UMKM, mempromosikan potensi investasi, serta mendorong pertumbuhan ekonomi daerah.
Festival dibuka oleh Gubernur Papua Pegunungan, Dr. John Tabo, yang diwakili Penjabat Sekretaris Daerah Papua Pegunungan, Drs. Wasuok Demianus Siep. Pembukaan dihadiri jajaran Forkopimda, pimpinan OPD, pelaku UMKM, dan masyarakat.
Sebagai bentuk dukungan terhadap ekonomi kerakyatan, Pemerintah Provinsi Papua Pegunungan melalui Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) menyerahkan bantuan modal usaha kepada enam pelaku UMKM. Masing-masing menerima bantuan sebesar Rp10 juta untuk mengembangkan usahanya.
Sebanyak 52 pelaku UMKM turut ambil bagian dalam festival ini dengan menampilkan berbagai produk unggulan khas Papua Pegunungan, mulai dari noken, rajutan, kopi lokal, kuliner tradisional, hasil pertanian, kerajinan tangan, hingga produk ekonomi kreatif lainnya. Penampilan seni budaya turut memeriahkan kegiatan dan menarik perhatian pengunjung.
Kepala DPMPTSP Papua Pegunungan, Suryani Yigibalom, mengatakan Festival UMKM merupakan bagian dari upaya pemerintah mewujudkan visi Papua Pegunungan BERSINAR (Berdaya Saing, Religius, Sinergis, Inovatif, Nyaman, Aman, dan Sejahtera).
“Penyelenggaraan Festival UMKM ini merupakan implementasi dari visi Gubernur dan Wakil Gubernur Provinsi Papua Pegunungan Tahun 2025–2029, yaitu mewujudkan Provinsi Papua Pegunungan BERSINAR yang ditopang oleh komponen adat, gereja, dan pemerintah sebagai tiga tungku untuk bersinergi mengatasi ketertinggalan, keterisolasian, dan keterbelakangan,” ujar Suryani Yigibalom.
Menurutnya, DPMPTSP tidak hanya berfokus pada pelayanan perizinan, tetapi juga berperan mendorong investasi, memperkuat UMKM, mengembangkan ekonomi kreatif berbasis budaya lokal, serta menciptakan iklim usaha yang kondusif.
“Festival ini menjadi wadah bagi pelaku usaha untuk berkolaborasi dan berinovasi, mempromosikan produk unggulan daerah sekaligus memperluas akses pasar dan investasi melalui promosi investasi serta kemitraan usaha,” katanya.
Suryani menjelaskan, Festival UMKM 2026 merupakan penyelenggaraan pertama sejak kepemimpinan definitif Gubernur dan Wakil Gubernur Papua Pegunungan. Ia berharap kegiatan ini menjadi agenda tahunan yang mampu mempertemukan pelaku usaha, investor, dan pemerintah untuk mempercepat pertumbuhan ekonomi daerah.
“Festival UMKM Papua Pegunungan yang diinisiasi DPMPTSP diharapkan mampu memperkuat sektor UMKM, meningkatkan investasi daerah, serta mendorong hilirisasi produk unggulan melalui sinergi antara pemerintah, pelaku usaha, investor, dan masyarakat,” ujarnya.
Melalui festival ini, Pemerintah Provinsi Papua Pegunungan berharap semakin banyak UMKM lokal yang berkembang menjadi usaha yang mandiri, inovatif, dan berdaya saing. Selain itu, kegiatan ini diharapkan membuka peluang investasi baru, memperluas pasar produk lokal, serta memperkuat perekonomian masyarakat di Papua Pegunungan.
(Tundemin/Redaksi)





Apa komentar anda ?