JAYAPURA, NOKENLIVE.com – Dalam rangka memperingati Hari Pers Nasional (HPN) Tahun 2026, insan pers di Kota Jayapura menggelar Diskusi Santai bertema “MBG: Titik atau Koma?”. Kegiatan ini berlangsung di Skyline Jayapura, Senin (9/2/2026), dan menjadi ruang refleksi kritis terhadap pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Papua.
Diskusi tersebut dipandu oleh Lina, penyiar Radio Republik Indonesia (RRI) Jayapura, dengan menghadirkan sejumlah narasumber, yakni Wakil Ketua II DPR Kota Jayapura Imam Khoiri, Ketua Komnas HAM Papua Frits Ramandey, serta perwakilan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Jayapura, Hesty Kere.
Dalam pemaparannya, Ketua Komnas HAM Papua, Frits Ramandey, menilai bahwa program-program yang diturunkan pemerintah pusat ke daerah, termasuk di Papua, pada dasarnya merupakan program yang sangat baik. Namun demikian, ia menekankan pentingnya perencanaan yang matang sebelum implementasi di lapangan.
“Program makan bergizi gratis terlalu cepat sekali digulirkan, padahal harus disosialisasikan secara baik di tengah masyarakat,” ungkap Frits.
Menurutnya, selain sosialisasi, pemerintah juga perlu memperhatikan berbagai aspek pendukung, seperti ketersediaan bahan baku, kesiapan tenaga kerja, serta sistem pendistribusian agar program tersebut benar-benar berjalan efektif dan berkelanjutan.
Sementara itu, Wakil Ketua II DPR Kota Jayapura, Imam Khoiri, menyampaikan bahwa Program Makan Bergizi Gratis yang telah berjalan sejak tahun 2025 patut disyukuri karena implementasinya relatif berjalan baik.
“Program makan bergizi gratis sejak tahun 2025 kemarin sudah berjalan dengan baik dan kita syukuri tidak ada kasus luar biasa, sehingga harus dilanjutkan,” terangnya.
Ia menambahkan, dampak positif program tersebut sangat dirasakan oleh peserta didik. Selain meningkatkan kesehatan dan keseimbangan gizi anak-anak, program ini juga membantu meringankan beban orang tua.
“Dampak makan bergizi gratis sangat baik sekali, anak didik memperoleh kesehatan yang baik dan gizi mereka seimbang, serta uang jajan akan lebih hemat yang diberikan orang tua,” ucap Khoiri.
Meski demikian, Imam Khoiri mengakui bahwa ke depan diperlukan evaluasi secara menyeluruh agar pelaksanaan MBG semakin optimal. DPR Kota Jayapura, kata dia, mendukung penuh program makan bergizi gratis yang dicanangkan Presiden Republik Indonesia.
Ia juga menyoroti masih adanya sekolah-sekolah yang belum terlayani program MBG hingga saat ini. “Hal ini tentu menjadi perhatian kita semua,” ujarnya.
Di tempat yang sama, perwakilan SPPG di Jayapura, Hesty Kere, menyampaikan bahwa khusus untuk wilayah pelayanan SPPG, pelaksanaan makan bergizi gratis berjalan dengan baik dan lancar.
“Pelayanan makan bergizi gratis di wilayah pelayanan kami berjalan baik dan lancar, dan membuat anak-anak sekolah sangat senang sekali,” kata Hesty.
Diskusi santai tersebut turut dihadiri oleh para jurnalis di Kota Jayapura, perwakilan pelajar dari sejumlah SMA di Jayapura, serta tamu undangan lainnya. Kegiatan ini menjadi momentum reflektif bagi insan pers untuk terus mengawal kebijakan publik secara kritis dan konstruktif, khususnya yang berkaitan langsung dengan masa depan generasi muda Papua. ( Melviandres Pamanggori – Redaksi DA )





Apa komentar anda ?