NABIRE, NOKENLIVE.com – Pemerintah Provinsi Papua Tengah menggelar apel pagi di lingkungan Sekretariat Daerah yang berlangsung di halaman Kantor Gubernur Papua Tengah, Senin (2/2/2026). Apel tersebut menjadi momentum penting bagi jajaran aparatur sipil negara (ASN) dalam menyelaraskan pelaksanaan program dan kebijakan pemerintah daerah pada tahun 2026.
Apel pagi dipimpin oleh Staf Ahli II Bidang Perekonomian, Keuangan, dan Lembaga Pembangunan, Herman Kayame, S.T., M.T. Dalam arahannya, ia menegaskan bahwa tahun 2026 merupakan tahun implementasi penuh visi dan misi Gubernur dan Wakil Gubernur Papua Tengah.
“Seluruh program dan kebijakan yang dijalankan pada tahun ini harus selaras dengan visi dan misi pimpinan daerah,” ujar Herman Kayame di hadapan peserta apel.
Ia juga mengingatkan seluruh ASN terkait delapan dasar pemberian Tambahan Penghasilan Pegawai (TPP), yakni prestasi kerja, beban kerja, risiko kerja, kondisi kerja, kelangkaan profesi, tempat bertugas, penyampaian LHKPN/LHKASN, serta disiplin dan kehadiran.

Menurutnya, pelaksanaan TPP hingga kini belum sepenuhnya dirasakan secara optimal. Hal tersebut disebabkan masih lemahnya tingkat disiplin ASN di lingkungan Pemerintah Provinsi Papua Tengah.
“Penegakan disiplin kerja menjadi perhatian serius pemerintah daerah sebagai upaya meningkatkan kinerja dan profesionalitas aparatur,” tegasnya.
Selain itu, Herman Kayame juga menyampaikan bahwa pada 20 Februari 2026 mendatang akan diperingati satu tahun kepemimpinan Gubernur dan Wakil Gubernur Papua Tengah. Dalam rangka memperingati momentum tersebut, Pemerintah Provinsi Papua Tengah akan menggelar kegiatan sarasehan.
“Kami mengajak seluruh ASN untuk mendukung penuh kegiatan ini, mulai dari tahap persiapan hingga pelaksanaan,” pungkasnya.
Melalui apel pagi tersebut, diharapkan seluruh ASN di lingkungan Pemerintah Provinsi Papua Tengah dapat semakin meningkatkan disiplin, profesionalitas, serta menyelaraskan pelaksanaan tugas dan program kerja dengan arah kebijakan pimpinan daerah demi mendukung pembangunan Papua Tengah yang berkelanjutan.
(Lisa Rumkorem – Redaksi DA)







Apa komentar anda ?