JAYAPURA, NOKENLIVE.com – Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Jayapura, Rocky Bebena, menegaskan bahwa prestasi peserta didik harus berjalan seiring dengan pembentukan karakter, terutama di tengah tantangan dunia pendidikan yang semakin kompleks di era digitalisasi.
Penegasan tersebut disampaikan Rocky saat menghadiri peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-29 SMA Negeri 4 Jayapura. Menurutnya, momentum ulang tahun sekolah bukan sekadar perayaan seremonial, tetapi menjadi ruang refleksi untuk memperkuat jati diri pendidikan.
“Ulang tahun ini menambah semangat kita untuk berekspresi di dunia digital. Namun yang paling penting, prestasi harus dibarengi dengan karakter. Tanpa karakter yang baik, prestasi akan sia-sia,” kata Rocky.
Rocky menilai SMA Negeri 4 Jayapura telah menjadi salah satu sekolah dengan reputasi yang kuat dan dikenal luas oleh masyarakat. Karena itu, tantangan ke depan bukan lagi soal mengejar pengakuan, melainkan mempertahankan kualitas dan integritas seluruh warga sekolah.

Keterangan Foto :Wakil Walikota Jayapura Rustan Saru, Kepala Dinas Pendidikan Dan Kebudayaan Kota Jayapura, Rocky Bebena,Staf Ahli Gubernur Papua Bidang Pengembangan Masyarakat Dan Budaya, Matias Benoni Mano, Kepala SMA Negeri 4 Jayapura, Widya Kusmayanti, Berserta Para Tamu Undangan
“Sekolah ini sudah seperti sebuah brand. Semua orang tahu kemampuannya. Tetapi mempertahankan prestasi itu jauh lebih sulit daripada mengejarnya. Sumber daya manusia di dalam sekolah inilah yang menentukan,” ujarnya.
Memasuki usia ke-29 menuju 30 tahun, Rocky berharap SMA Negeri 4 Jayapura mampu menghadirkan inovasi-inovasi baru yang relevan dengan perkembangan zaman serta mampu menarik minat masyarakat, bahkan sebelum mereka terlibat langsung dalam aktivitas sekolah.
Lebih lanjut, ia menekankan bahwa pembentukan karakter peserta didik, guru, dan tenaga kependidikan merupakan bagian dari misi besar Pemerintah Kota Jayapura dalam memenuhi kebutuhan dasar pendidikan.
“Kebutuhan dasar pendidikan bukan hanya soal sarana dan prasarana, tetapi bagaimana karakter anak terbentuk sejak di sekolah. Jika karakter terbentuk dengan baik, maka berbagai persoalan seperti kriminalitas pelajar bisa ditekan,” katanya.
Dalam kesempatan tersebut, Rocky juga mengapresiasi langkah SMA Negeri 4 Jayapura yang telah menjalin kerja sama dengan Badan Narkotika Nasional (BNN) dalam upaya pencegahan narkoba di lingkungan sekolah. Ia memastikan program tersebut akan diperluas ke seluruh sekolah di Kota Jayapura.
“Kita harus melindungi anak-anak dari narkoba. Dampaknya bukan hanya pada pribadi, tetapi juga keluarga, masyarakat, dan masa depan generasi muda,” tegasnya.
Rocky menambahkan bahwa kemajuan pendidikan sejati tercermin dari kemampuan sekolah dalam merangkul peserta didik yang memiliki masalah hingga mampu berubah dan berprestasi.
“Ketika anak yang bermasalah bisa berprestasi, di situlah pendidikan benar-benar membawa perubahan,” ujarnya.
Terkait pengembangan sarana pendidikan, Rocky mengungkapkan bahwa Pemerintah Kota Jayapura telah menyelesaikan tahap pertama pembayaran lahan seluas dua hektare yang direncanakan untuk pembangunan sekolah.
Ia berharap proses tersebut segera rampung agar pemerintah pusat dapat memberikan dukungan pembangunan ruang kelas baru.
Selain itu, kehadiran SMA Negeri 8 Jayapura diharapkan dapat mengurangi kepadatan jumlah peminat di SMA Negeri 4 Jayapura, khususnya di wilayah Distrik Jayapura Selatan. Saat ini, SMA Negeri 8 memiliki empat rombongan belajar dengan sekitar 200 siswa dan masih didukung tenaga guru melalui nota dinas.
Sementara itu, Kepala SMA Negeri 4 Jayapura, Widya Kusmayanti, mengatakan bahwa usia 29 tahun merupakan perjalanan panjang yang diwarnai berbagai tantangan dunia pendidikan, baik di tingkat kota maupun provinsi.
“Namun berkat kolaborasi orang tua, guru, komite sekolah, peserta didik, serta dukungan pemerintah, berbagai kekurangan terus kami benahi,” kata Widya.
Ia menyebutkan, SMA Negeri 4 Jayapura saat ini memiliki sekitar 80 tenaga guru dan 12 tenaga kependidikan, dengan mayoritas telah menempuh pendidikan strata dua. Penerapan Kurikulum Merdeka, menurutnya, menuntut guru untuk terus belajar, mengembangkan diri, serta menerapkan pembelajaran mendalam di ruang kelas.

Keterangan Foto : Penyerahan Hadiah Lomba Dalam Rangka HUT Ke – 29 SMA Negeri 4 Jayapura
Ketua Panitia HUT ke-29 SMA Negeri 4 Jayapura, Rosmina Bemey, berharap momentum peringatan ulang tahun sekolah ini dapat melahirkan generasi pelajar yang inovatif dan berprestasi di berbagai bidang.
“Kami berharap anak-anak semakin giat berprestasi, baik di bidang akademik, seni, maupun olahraga, serta memiliki inovasi baru dalam belajar,” ujarnya.
Peringatan HUT ke-29 SMA Negeri 4 Jayapura turut dihadiri Staf Ahli Gubernur Papua, Anggota DPR Papua, Wakil Wali Kota Jayapura, perwakilan Bank Papua, BNN Papua, Koramil Jayapura Selatan, mitra sekolah, serta mantan kepala sekolah dan para pensiunan. Acara ini juga dimeriahkan dengan penampilan fashion show para siswa serta penarikan undian doorprize.
HUT ke-29 SMA Negeri 4 Jayapura mengusung tema “Merdeka Belajar, Merdeka Mengajar”, dengan subtema “SMA 4 Jayapura Menyemai Generasi Reflektif dan Kreatif.”
(Melviandres Pamanggori – Redaksi MR)





Apa komentar anda ?