NABIRE, nokenlive.com– Pemerintah Provinsi (Pemprov) Papua Tengah menggandeng lembaga kursus bahasa Inggris yang dikelola Orang Asli Papua (OAP) untuk meningkatkan kualitas pendidikan sekaligus memperkuat kapasitas sumber daya manusia lokal di sektor pendidikan.
Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Papua Tengah, Nuraidah Nawipa, di Nabire, pada Kamis (23/7), mengatakan kebijakan tersebut merupakan bagian dari transformasi pendidikan yang menempatkan putra-putri asli Papua sebagai pelaku utama dalam pembangunan kualitas sumber daya manusia.
“Dalam menjalankan strategi ini, kami menggandeng lembaga kursus bahasa Inggris lokal yang dikelola anak-anak asli Papua, baik lulusan perguruan tinggi di dalam negeri maupun luar negeri,” kata Nuraidah saat peringatan Hari Anak Nasional 2026 di SMA Negeri 1 KPG, Nabire.
Menurut dia, langkah tersebut menjadi bukti bahwa Papua Tengah memiliki sumber daya manusia yang mampu memberikan layanan pendidikan berkualitas tanpa harus bergantung pada lembaga dari luar daerah.
“Kami ingin membangun kepercayaan bahwa anak-anak asli Papua juga memiliki kemampuan menjadi pengajar, mentor, dan penggerak pendidikan yang profesional. Ini adalah investasi bagi masa depan Papua Tengah,” ujarnya.
Dia menjelaskan, keterlibatan lembaga lokal tidak hanya bertujuan meningkatkan kemampuan bahasa Inggris peserta didik, tetapi juga menciptakan ekosistem pendidikan yang berkelanjutan dengan memberdayakan tenaga pendidik asli Papua.
“Ketika masyarakat Papua menjadi pelaku utama pembangunan pendidikan, manfaatnya akan dirasakan lebih luas karena kompetensi, pengalaman, dan kesempatan kerja juga tumbuh di daerah ini,” katanya.
Dia menambahkan, kolaborasi tersebut diharapkan mampu melahirkan generasi Papua Tengah yang memiliki kemampuan berbahasa Inggris, berdaya saing global, sekaligus tetap memiliki kedekatan dengan nilai budaya dan karakter daerahnya.
Nuraidah menegaskan, transformasi pendidikan di Papua Tengah tidak hanya berorientasi pada peningkatan kompetensi siswa, tetapi juga membangun kemandirian daerah melalui penguatan lembaga pendidikan dan sumber daya manusia lokal sebagai fondasi pembangunan jangka panjang.
(Agustina Estevani Janggo – Redaksi DA)







Apa komentar anda ?