ADVERTISEMENT
  • Tentang Kami
  • Redaksi Nokenlive.com
  • Advertise
  • Syarat dan Ketentuan
  • Contact
  • Ketentuan Penggunaan
Minggu, Februari 15, 2026
No Result
View All Result
  • Home
  • Papua Terkini
  • Papua Pegunungan
  • Papua Tengah
  • PAPUA SELATAN
  • Kabar Port Numbay
  • Hukum & Kriminal
  • Home
  • Papua Terkini
  • Papua Pegunungan
  • Papua Tengah
  • PAPUA SELATAN
  • Kabar Port Numbay
  • Hukum & Kriminal
No Result
View All Result
No Result
View All Result
  • Home
  • Papua Terkini
  • Papua Pegunungan
  • Papua Tengah
  • PAPUA SELATAN
  • Kabar Port Numbay
  • Hukum & Kriminal

Home » Ketua Dewan Adat Papua Korwil Mee Pago Tekankan Pentingnya Hak Politik dan Perlindungan Lahan Masyarakat Adat

Ketua Dewan Adat Papua Korwil Mee Pago Tekankan Pentingnya Hak Politik dan Perlindungan Lahan Masyarakat Adat

Oleh : Nokenlive
15 Januari 2026
Di Kabar Daerah, Papua Tengah, Politik dan Pemerintahan
0
Ketua Dewan Adat Papua Korwil Mee Pago Tekankan Pentingnya Hak Politik dan Perlindungan Lahan Masyarakat Adat

Foto : Hubertus. Keterangan Foto : Ketua Dewan Adat Papua Korwil Mee Pago, Okto Pekey didampingi Hengki Yeimo di panggung Festival Media Se-Tanah 2026. Kamis (15/1/2026)

NABIRE, NOKENLIVE.COM – Ketua Dewan Adat Papua Korwil Mee Pago, Okto Pekey, menyoroti masih sering terabaikannya hak politik masyarakat adat dalam proses demokrasi di Papua Tengah. Hal ini diungkapkannya dalam workshop bertajuk “Memperkuat Hak Politik Masyarakat Adat di Papua Tengah” yang digelar pada Festival Media Se-Tanah Papua Perdana di Kabupaten Nabire,Provinsi Papua Tengah, Kamis (15/1/2026). Workshop tersebut dimoderatori oleh Hengki Yeimo.

“Seringkali hak pilih itu diabaikan. Mengapa terjadi demikian? Setelah pelaksanaan pemilu, masyarakat berperan sebagai penentu suara, tapi tidak diberikan kesempatan menyatukan pikiran dan melakukan pemilihan sesuai hak nurani mereka,” ujar Okto Pekey.

Festival yang diinisiasi Asosiasi Wartawan Papua (AWP) ini berlangsung selama tiga hari, 13-15 Januari 2026, dan menghadirkan berbagai diskusi strategis terkait hak-hak masyarakat adat Papua.

Okto menekankan pentingnya kebebasan menyampaikan pendapat bagi masyarakat adat di Provinsi Papua Tengah. Menurutnya, aparat keamanan kerap membatasi ruang demokrasi melalui pembubaran dan penangkapan saat masyarakat melakukan aksi protes atau demonstrasi.

“Persoalan seringkali ketika ada aksi protes atau demonstrasi yang dilakukan masyarakat kemudian dibatasi oleh aparat keamanan melalui pembubaran dan penangkapan. Padahal masyarakat punya hak menyampaikan pendapat,” tegasnya. Ia mendesak agar ruang demokrasi diperluas untuk menampung aspirasi masyarakat adat yang selama ini merasa haknya dibatasi.

Selain isu politik, Okto juga menyoroti konflik lahan yang melibatkan masyarakat adat. Ia menyebut banyak warga yang bergantung hidup dari tanah dan hasil hutan kini terancam oleh berbagai proyek ekstraktif.

“Ketika ada tambang-tambang, seringkali masyarakat menyampaikan protes karena di sanalah terjadi penghancuran sumber hidup mereka. Apalagi sekarang ada rencana proyek kelapa sawit di wilayah Provinsi Papua Tengah,” jelasnya.

Okto menegaskan, segala keputusan yang berkaitan dengan kehidupan masyarakat adat harus dikoordinasikan dengan pemilik ulayat tanah. “Ini menjadi penting untuk menjamin kelangsungan hidup masyarakat adat,” tambahnya.

Ia juga mengapresiasi penyelenggaraan festival sebagai wadah penyampaian gagasan, terutama dalam membangun jurnalisme dan kebebasan pers di Papua.

“Festival ini menjadi kegiatan yang pertama kali dilakukan di Papua. Setelah mengikuti kegiatan seperti ini, banyak kita bisa terlibat dan menyampaikan ide-ide gagasan ke depan,” kata Okto. Ia berharap festival serupa terus dilaksanakan di masa mendatang sebagai bagian dari upaya membangun demokrasi di Tanah Papua. “Festival kegiatan ini ke depan harus dilaksanakan karena ini bagaimana kita membangun demokrasi,” pungkasnya.

Workshop ini menjadi salah satu dari rangkaian kegiatan Festival Media Se-Tanah Papua Perdana yang bertujuan memperkuat kapasitas jurnalis dan memperluas ruang demokrasi di Papua.

(Hubertus Gobai – Redaksi DA)

Tags: Asosiasi Wartawan Papua (AWP)Dewan Adat Papua Korwil Mee PagoFestival Media Se-Papua 2026HAMProvinsi Papua Tengah
BagikanTweetKirimBagikan
Berita Sebelumnya

Redaktur Senior Tempo Dorong Jurnalis Papua Produksi Liputan Investigatif Rutin

Berita Selanjutnya

Marthen Ukago Tutup Festival Media Se-Tanah Papua 2026: Tegaskan Pers Mitra Strategis Pembangunan dan Penjaga Nurani Publik

Berita Terkait

Resmi Dibuka di Wamena, Liga 4 Papua Pegunungan Jadi Panggung Kebangkitan Sepak Bola dan Ekonomi Daerah
Kabar Daerah

Resmi Dibuka di Wamena, Liga 4 Papua Pegunungan Jadi Panggung Kebangkitan Sepak Bola dan Ekonomi Daerah

Perjusa SMPN 9 Jayapura Sukses, Cetak Siswa Mandiri dan Berkarakter Tangguh
Kabar Daerah

Perjusa SMPN 9 Jayapura Sukses, Cetak Siswa Mandiri dan Berkarakter Tangguh

Tempa 30 Calon Pemimpin Muda, Yayasan Mandala Trikora Tekankan Motivasi dan Wawasan Kebangsaan
Kabar Daerah

Tempa 30 Calon Pemimpin Muda, Yayasan Mandala Trikora Tekankan Motivasi dan Wawasan Kebangsaan

Dana Otsus Tahap I 2026 Cair, Pemkot Jayapura Terima Rp50,6 Miliar
Kabar Daerah

Dana Otsus Tahap I 2026 Cair, Pemkot Jayapura Terima Rp50,6 Miliar

Berita Lainnya

Apa komentar anda ?

Nokenlive - Berita Papua Terkini

Menyuarakan Pembangunan di Papua dalam Berbagai Aspek Kehidupan

Ikuti Kami

  • Tentang Kami
  • Redaksi Nokenlive.com
  • Advertise
  • Syarat dan Ketentuan
  • Contact
  • Ketentuan Penggunaan

© 2018 Nokenlive - Berita Terkini Seputar Papua

Selamat datang kembali

Masuk dengan akun anda

Lupa kata sandi?

Ambil kata sandi Anda

Silakan masukkan nama pengguna atau alamat email untuk mereset kata sandi

Masuk

Add New Playlist

error: Nokenlive!!
No Result
View All Result
  • Home
  • Tentang Kami
  • Redaksi Nokenlive.com
  • Papua Terkini
  • Papua Pegunungan
  • Politik dan Pemerintahan
  • Ekonomi & Bisnis
  • PAPUA SELATAN
  • Kabar Daerah
  • Kabar Port Numbay
  • Hukum & Kriminal

© 2018 Nokenlive - Berita Terkini Seputar Papua