JAYAPURA, NOKENLIVE.com- Ikatan Senat Mahasiswa Ekonomi Indonesia (ISMEI) Wilayah XI Maluku–Papua bersama BEM Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Cenderawasih (FEB Uncen) menggelar Temu Ilmiah membahas Proyek Strategis Nasional (PSN) di Indonesia Timur.
Kegiatan tersebut berlangsung di Aula Hotel Kesusteran Maranatha, Waena, kota Jayapura, Papua Senin-Rabu (17-19/11/2020) ini mengangkat tema. “PSN: Kepentingan Siapa dan Untuk Siapa?” dengan kajian ilmiah dan penyerahan rekomendasi kepada pemerintah.
Ketua BEM FEB Uncen, Marthen Weya menyampaikan bahwa, kami tidak hanya fokus PSN di Merauke , di Wamena tentang padi dan salah satu di Jayapura bagian Arso tetapi juga perencanaan Negara tentang tambang dan nikel di tanah Papua sepertinya di raja Ampat dan tambang di kabupaten Intan Jaya yang selama ini direncanakan oleh Negara,”kata Marten.
”mencakup Raja Ampat, yang prosesnya sudah diberhentikan, serta rencana eksploitasi tambang di Kabupaten Intan Jaya. Mahasiswa berkomitmen untuk mengkaji dan mengangkat semua persoalan ekonomi yang terjadi di Tanah Papua, Hingga saat ini, isu Blog B wabu di Kabupaten Intan Jaya masih terus disuarakan oleh mahasiswa, intelektual, masyarakat, tokoh agama, dan tokoh budaya,” jelasnya.
Koordinator Wilayah ISMEI XI, Galang Agustira K.H., menyebut PSN di Indonesia Timur belum memberi dampak signifikan bagi masyarakat kecil.
”Tambang di kabupaten Intan Jaya, PSN di Merauke , Maluku, dan Maluku Utara tidak berdampak bagi masyarakat kelas bawah. Bahkan di lingkar tambang, tingkat kemiskinan naik,” ungkapnya.
Galang memastikan rekomendasi hasil kajian akan dikawal hingga tahun 2027. “Hasil kajian bukan hanya diserahkan, tapi kami kawal sampai pemerintah meresponsnya,” tegasnya. (Hubertus Gobai/Redaksi NL)





Apa komentar anda ?