JAYAPURA,NOKENLIVE.com- Kepala Kantor Syahbandar dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Jayapura melalui Kepala Seksi Lalu Lintas Angkutan Laut dan Jasa Kepelabuhan, Samuel Yabes mengatakan KSOP Jayapura bersama pemangku kepentingan terkait juga telah mengusulkan kuota mudik gratis kepada Kementerian Perhubungan untuk periode September hingga akhir tahun. Program mudik gratis ini merupakan agenda tahunan pemerintah yang telah berjalan sejak 2003.
Hal ini dikatakan saat dijumpai oleh Wartawan diruang kerjanya pada Senin, (17/11/2025).
“Untuk kuota mudik gratis, kami mengusulkan rute Jayapura–Biak sebanyak 200 seat, Jayapura–Nabire 200 seat, serta Jayapura–Ambon–Surabaya 550 seat. Ini usulan dari KSOP Jayapura dan kita masih menunggu penetapannya dari pusat,” jelasnya.
Sambungnya untuk Di wilayah Papua lainnya, sejumlah KSOP dan operator kapal juga mengajukan usulan tambahan kuota, seperti rute Serui, Waropen, dan Biak. “Total ada beberapa ruas tambahan. Teman-teman di daerah juga mengusulkan untuk mendukung layanan mudik gratis di Papua,” tambahnya.
Selain itu guna memastikan keselamatan pelayaran selama masa puncak arus penumpang, tim KSOP melakukan uji petik dan pemeriksaan teknis terhadap kapal-kapal yang akan beroperasi.
Adapun armada kapal yang akan melayani di Wilayah Papua, khususnya di Jayapura yakni 5 Kapal Pelni, 5 kapal perintis dan 2 kapal cepat.
“Sebagian sudah kita periksa, termasuk dua kapal cepat Cantika. Jadwal pemeriksaan terus berjalan, dan kita harapkan seluruh kapal sudah selesai diuji sebelum Desember, sehingga aspek dokumen maupun teknisnya benar-benar memenuhi syarat,” ujarnya.
Ia pun menegaskan bahwa evaluasi layanan transportasi laut terus dilakukan setiap tahun, terutama terkait kebutuhan penambahan kuota penumpang maupun armada. “Program ini berlaku nasional, sehingga kita menunggu arahan dan penetapan dari pusat. Namun kami terus mengusulkan penambahan kuota sesuai kebutuhan masyarakat di Papua.”
Program mudik gratis laut dinilai sangat membantu masyarakat, terutama di wilayah kepulauan seperti Papua, karena dapat mengurangi beban biaya perjalanan dan meningkatkan akses layanan publik jelang hari besar keagamaan. (Melviandres Pamanggori/Redaksi NL)





Apa komentar anda ?