JAYAPURA, Nokenlive.com – Pemerintah Provinsi Papua Tengah mencatat kemajuan signifikan dalam upaya menekan angka Anak Tidak Sekolah (ATS). Melalui berbagai program pendidikan yang dijalankan sejak 2025, jumlah ATS berhasil turun dari 205.764 anak pada 2024 menjadi 131.118 anak pada April 2026.
Plt Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Papua Tengah, Nurhaidah, mengatakan penanganan ATS menjadi prioritas pemerintah daerah karena berkaitan langsung dengan peningkatan kualitas sumber daya manusia dan Indeks Pembangunan Manusia (IPM).
Dalam pemaparannya pada Rapat Koordinasi yang digelar BPMP Papua di Jayapura belum lama ini, Nurhaidah menjelaskan sejumlah program unggulan yang telah diterapkan, di antaranya sekolah gratis bagi siswa SMP, SMA, SMK, dan SLB, bantuan pendidikan bagi mahasiswa, pengembangan sekolah berpola asrama, program Sekolah Sepanjang Hari (SSH), serta penempatan ratusan guru di daerah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T).

Menurutnya, program-program tersebut bertujuan mencegah anak putus sekolah sekaligus mendorong lulusan untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi.
Selain itu, Pemprov Papua Tengah juga memperkuat kualitas tenaga pendidik melalui program Pendidikan Profesi Guru (PPG) dan Rekognisi Pembelajaran Lampau (RPL), serta tengah menyusun peta jalan penanganan ATS agar upaya yang dilakukan lebih terarah dan terukur.
“Penurunan ATS ini merupakan hasil kerja bersama pemerintah, yayasan pendidikan, dan seluruh pemangku kepentingan yang terlibat dalam percepatan akses pendidikan di Papua Tengah,” ujar Nurhaidah.
Pemprov Papua Tengah optimistis berbagai program yang dijalankan akan semakin memperluas akses pendidikan dan mempercepat terwujudnya pendidikan yang merata dan berkualitas bagi seluruh anak di wilayah tersebut.
(Menas/Redaksi)







Apa komentar anda ?