ADVERTISEMENT
  • Tentang Kami
  • Redaksi Nokenlive.com
  • Advertise
  • Syarat dan Ketentuan
  • Contact
  • Ketentuan Penggunaan
Sabtu, Agustus 8, 2026
  • Home
  • Papua Terkini
  • Papua Pegunungan
  • Papua Tengah
  • PAPUA SELATAN
  • Kabar Port Numbay
  • Hukum & Kriminal
  • Home
  • Papua Terkini
  • Papua Pegunungan
  • Papua Tengah
  • PAPUA SELATAN
  • Kabar Port Numbay
  • Hukum & Kriminal
No Result
View All Result
No Result
View All Result
  • Home
  • Papua Terkini
  • Papua Pegunungan
  • Papua Tengah
  • PAPUA SELATAN
  • Kabar Port Numbay
  • Hukum & Kriminal

Home » ‎Dugaan Pelanggaran HAM di Intan Jaya, Mahasiswa dan LBH Papua Laporkan ke Komnas HAM Papua

‎Dugaan Pelanggaran HAM di Intan Jaya, Mahasiswa dan LBH Papua Laporkan ke Komnas HAM Papua

Oleh : Nokenlive
31 Oktober 2025
Di Kabar Daerah
0
‎Dugaan Pelanggaran HAM di Intan Jaya, Mahasiswa dan LBH Papua Laporkan ke Komnas HAM Papua

Mahasiswa Intan Jaya dan LBH Papua menyerahkan laporan dugaan pelanggaran ke Komnas HAM Perwakilan Papua di Jayapura, Kamis (30/10/2025). Foto: Hubertus Gobai.

‎JAYAPURA, NOKENLIVE.com- Dugaan pelanggaran Hak Asasi Manusia (HAM) berat dalam operasi militer di Kabupaten Intan Jaya, Papua Pegunungan, resmi diadukan ke Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) Perwakilan Papua, Kamis (30/10/2025).
‎
‎Pengaduan tersebut disampaikan oleh mahasiswa asal Kabupaten Intan Jaya, didampingi tim Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Papua. Mereka melaporkan dugaan pelanggaran HAM berat yang terjadi saat operasi gabungan Satgas Rajawali I, II Habema, dan Satgas 712/WT di Kampung Soanggama, Distrik Hitadipa, Papua Tengah, pada pertengahan Oktober 2025.
‎
‎Menurut Tim Advokasi LBH Papua, Raindhart Mur, S.H., laporan ini berangkat dari kesaksian keluarga korban yang menyebut adanya tindakan kekerasan yang menyebabkan belasan warga sipil tewas.
‎
‎ “Kami menerima pengaduan dari keluarga korban terkait dugaan pelanggaran HAM berat, Berdasarkan informasi awal, terdapat enam korban warga sipil, namun kami masih menunggu verifikasi lapangan,” jelas Raindhart.
‎
‎ “Ini bagian dari hak hidup warga sipil yang harus dilindungi negara. Karena itu, kami juga meminta Presiden agar menghentikan operasi militer yang menimbulkan korban di wilayah Intan Jaya,” tambahnya.
‎
‎‎Sementara itu Kepala Perwakilan Komnas HAM Papua, Frits Ramandey, membenarkan pihaknya telah menerima laporan tersebut dan mencatat setidaknya 11 nama korban yang sementara terverifikasi.
‎
‎ “Tahun ini sudah ada dua kejadian berskala besar di Intan Jaya. Pada April lalu juga terjadi peristiwa serupa yang menewaskan warga sipil, termasuk anak-anak,” kata Frits.
‎
‎Ia mengatakan pihaknya akan melanjutkan laporan tersebut ke Komnas Ham, ke Jakarta di hari ini.
‎
‎ “Kami apresiasi mahasiswa yang melapor, karena ini bagian dari tanggung jawab moral untuk menyuarakan hak korban. Pengaduan ini mewakili korban individu yang meninggal maupun yang selamat, serta masyarakat di Intan Jaya yang kehilangan rasa aman,” lanjutnya.
‎
‎Komnas HAM, kata Frits, akan menindaklanjuti pengaduan tersebut sesuai mekanisme dan kewenangan lembaga. Ia juga menegaskan perlunya kejelasan status operasi militer di wilayah pegunungan Papua.
‎
‎“Pertanyaan penting: operasi apa yang sedang dilakukan TNI di Intan Jaya? Jika itu operasi penegakan hukum, maka harus di bawah kendali Polri, bukan TNI. Namun bila itu operasi militer, maka wajib melalui mekanisme persetujuan parlemen dan melibatkan otoritas sipil daerah,” ujarnya.
‎
‎Frits menilai operasi bersenjata yang tidak terukur di wilayah pemukiman sipil sangat berpotensi melanggar HAM.
‎
‎“Negara wajib menjamin keamanan warga, tapi operasi tidak boleh brutal. Kalau terjadi di pemukiman, di situ ada anak-anak, perempuan, dan lansia—itu bukan front tempur. Jika dibiarkan, pelanggaran HAM akan terus berulang dan mendapat perhatian internasional,” tegasnya.
‎
‎‎Lebih lanjut, Komnas HAM Papua meminta Pemerintah Daerah, DPRP, dan Majelis Rakyat Papua segera membentuk tim bersama untuk mengungkap kasus penembakan 15 Oktober 2025.
‎
‎ “Kami sudah mencatat kronologi dan akan memverifikasi data lapangan. Pemerintah daerah juga disebut telah membentuk tim kemanusiaan bersama gereja dan tokoh masyarakat. Ini langkah baik, tapi perlu transparansi dan koordinasi antar lembaga,” ujar Frits.
‎
‎Frits menambahkan, penanganan konflik di Papua harus mengedepankan pendekatan kemanusiaan dan dialog, bukan operasi militer berkepanjangan.
‎
‎“Sejak 1999, operasi militer di Papua tidak pernah berhasil menumpas kelompok bersenjata sepenuhnya. Justru melahirkan korban sipil baru. Karena itu, negara perlu mencari pendekatan lain demi tegaknya hukum dan HAM,” pungkasnya. (Hubertus Gobai/Redaksi NL)

Tags: Intan JayaKomnas HAM PapuaLBH PapuaMahasiswa
BagikanTweetKirimBagikan
Berita Sebelumnya

RD: Masalah Transisi Jadi Catatan Bagi Persipura Jelang Kontra PSS Sleman di Yogjakarta

Berita Selanjutnya

Komnas HAM Papua Terima Pengaduan Dugaan Pelanggaran HAM Berat di Intan Jaya

Berita Terkait

Pemkab Jayapura Siapkan Kebutuhan Makanan dan Minuman bagi Semua Pasien Keracunan MBG
Kabar Daerah

Pemkab Jayapura Siapkan Kebutuhan Makanan dan Minuman bagi Semua Pasien Keracunan MBG

Bupati Jayapura Ajak Masyarakat Fokus Dukung Kesembuhan Korban Keracunan MBG dan Stop Sebar Hoaks
Kabar Daerah

Bupati Jayapura Ajak Masyarakat Fokus Dukung Kesembuhan Korban Keracunan MBG dan Stop Sebar Hoaks

Bupati Jayapura Soroti Bahan Baku MBG Didatangkan dari Luar Daerah
Kabar Daerah

Bupati Jayapura Soroti Bahan Baku MBG Didatangkan dari Luar Daerah

Bupati Jayapura Desak Dapur SPPG Dibuka, Pemerintah Ingin Pastikan Kebersihan dan Keamanan MBG
Kabar Daerah

Bupati Jayapura Desak Dapur SPPG Dibuka, Pemerintah Ingin Pastikan Kebersihan dan Keamanan MBG

Berita Lainnya

Apa komentar anda ?

Nokenlive - Berita Papua Terkini

Menyuarakan Pembangunan di Papua dalam Berbagai Aspek Kehidupan

Ikuti Kami

  • Tentang Kami
  • Redaksi Nokenlive.com
  • Advertise
  • Syarat dan Ketentuan
  • Contact
  • Ketentuan Penggunaan

© 2018 Nokenlive - Berita Terkini Seputar Papua

Selamat datang kembali

Masuk dengan akun anda

Lupa kata sandi?

Ambil kata sandi Anda

Silakan masukkan nama pengguna atau alamat email untuk mereset kata sandi

Masuk

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Home
  • Tentang Kami
  • Redaksi Nokenlive.com
  • Papua Terkini
  • Papua Pegunungan
  • Politik dan Pemerintahan
  • Ekonomi & Bisnis
  • PAPUA SELATAN
  • Kabar Daerah
  • Kabar Port Numbay
  • Hukum & Kriminal

© 2018 Nokenlive - Berita Terkini Seputar Papua