ADVERTISEMENT
  • Tentang Kami
  • Redaksi Nokenlive.com
  • Advertise
  • Syarat dan Ketentuan
  • Contact
  • Ketentuan Penggunaan
Sabtu, Mei 2, 2026
No Result
View All Result
  • Home
  • Papua Terkini
  • Papua Pegunungan
  • Papua Tengah
  • PAPUA SELATAN
  • Kabar Port Numbay
  • Hukum & Kriminal
  • Home
  • Papua Terkini
  • Papua Pegunungan
  • Papua Tengah
  • PAPUA SELATAN
  • Kabar Port Numbay
  • Hukum & Kriminal
No Result
View All Result
No Result
View All Result
  • Home
  • Papua Terkini
  • Papua Pegunungan
  • Papua Tengah
  • PAPUA SELATAN
  • Kabar Port Numbay
  • Hukum & Kriminal

Home » Komnas HAM Papua Terima Pengaduan Dugaan Pelanggaran HAM Berat di Intan Jaya

Komnas HAM Papua Terima Pengaduan Dugaan Pelanggaran HAM Berat di Intan Jaya

Desak DPR dan Pemerintah Daerah Ambil Sikap

Oleh : Nokenlive
31 Oktober 2025
Di Papua Tengah
0
Komnas HAM Papua Terima Pengaduan Dugaan Pelanggaran HAM Berat di Intan Jaya

Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) Perwakilan Papua menerima pengaduan dugaan pelanggaran HAM berat yang terjadi di Kabupaten Intan Jaya, Papua Pegunungan, Kamis (30/10/2025). Foto: Istimewa

‎JAYAPURA, NOKENLIVE.com- Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) Perwakilan Papua menerima pengaduan dugaan pelanggaran HAM berat yang terjadi di Kabupaten Intan Jaya, Papua Pegunungan, Kamis (30/10/2025).
‎
‎Pengaduan tersebut disampaikan oleh mahasiswa asal Kabupaten Intan Jaya yang didampingi Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Papua. Laporan itu menyoroti operasi aparat keamanan dari Satgas Rajawali I, II Habema, dan Satgas 712/WT yang berlangsung di Kampung Soanggama, Distrik Hitadipa, pada pertengahan Oktober 2025, yang diduga menewaskan sedikitnya belasan warga sipil.
‎
‎Perwakilan LBH Papua, Raindhart Mur, S.H., menyebut laporan ini diajukan sebagai bentuk tanggung jawab moral untuk mencari keadilan bagi korban dan keluarga mereka.

‎“Kami menerima aduan dari keluarga korban terkait dugaan pelanggaran HAM berat sebagaimana diatur dalam Undang-undang Nomor 26 Tahun 2000. Kami meminta Komnas HAM dan lembaga negara terkait untuk segera membentuk tim investigasi,” ujarnya.
‎
‎Raindhart menegaskan, LBH Papua juga mendesak Presiden RI agar menghentikan operasi militer di wilayah sipil, karena telah menimbulkan korban jiwa dan ketakutan di masyarakat.
‎
‎Sementara itu, Kepala Komnas HAM Perwakilan Papua, Frits Ramandey, menyatakan pihaknya telah menerima dan mencatat seluruh laporan, termasuk kronologi dan nama-nama korban.
‎
‎‎“Dari data sementara yang kami terima, terdapat 11 korban jiwa. Komnas HAM akan menindaklanjuti laporan ini sesuai mekanisme dan kewenangan yang berlaku,” kata Frits di Jayapura.
‎
‎Ia menilai kasus di Intan Jaya bukan peristiwa pertama dengan skala besar tahun ini. Sebelumnya, pada April 2025 juga terjadi insiden serupa yang menewaskan warga sipil, termasuk anak-anak.
‎
‎“Intan Jaya sudah berulang kali mengalami peristiwa kekerasan dengan pola yang sama. Kami perlu menanyakan: operasi militer yang dilakukan di sana, dalam konteks apa? Apakah operasi penegakan hukum atau operasi militer? Jika penegakan hukum, seharusnya di bawah kendali kepolisian, bukan TNI,” tegasnya.
‎
‎Ramandey menekankan, setiap pengerahan pasukan militer di daerah harus melalui mekanisme yang jelas dan diketahui oleh lembaga sipil, termasuk Gubernur, DPR, dan MRP.
‎
‎“Parlemen dan pemerintah daerah harus mengetahui dan mengawasi pengerahan pasukan ini. Tidak bisa pasukan dikirim begitu saja tanpa otorisasi. Kalau memang itu operasi militer, DPR harus memantau dan memberi persetujuan,” jelasnya.
‎
‎Komnas HAM Papua juga mengingatkan bahwa pendekatan militer selama puluhan tahun belum berhasil menuntaskan konflik bersenjata di Papua.
‎
‎“Sejak 1999, operasi militer tidak menyelesaikan masalah. Justru menambah penderitaan warga sipil dan perhatian dunia internasional terhadap situasi HAM di Papua,” katanya.
‎
‎Karena itu, Komnas HAM mendesak DPR, MRP, dan pemerintah daerah di tingkat provinsi maupun kabupaten untuk segera membentuk tim bersama dalam mengungkap kasus Intan Jaya.
‎
‎“Negara harus hadir memberi rasa aman, bukan menambah ketakutan. Kami juga berterima kasih kepada LBH Papua dan mahasiswa yang menjalankan peran advokasi dengan mendampingi korban,” ujar Ramandey.
‎
‎Ia menambahkan, Komnas HAM akan berkoordinasi dengan lembaga terkait, termasuk tim kemanusiaan bentukan Pemda Intan Jaya yang terdiri dari unsur gereja, tokoh adat, dan masyarakat, untuk memverifikasi data korban.
‎
‎“Operasi keamanan harus dilakukan secara terukur. Jika berlangsung di wilayah pemukiman, itu berpotensi melanggar HAM karena melibatkan kelompok rentan seperti anak-anak, perempuan, dan lansia,” pungkas Ramandey. (Hubertus Gobai/Redaksi NL)

Tags: Intan JayaKomnas HAMLBH PapuaPapuaPapua TengahPelanggaran HAM
BagikanTweetKirimBagikan
Berita Sebelumnya

‎Dugaan Pelanggaran HAM di Intan Jaya, Mahasiswa dan LBH Papua Laporkan ke Komnas HAM Papua

Berita Selanjutnya

791 CPNS dan CPPPK THK II Pemkot Jayapura Mengikuti Diklat Prajabatan Tahun 2025

Berita Terkait

Hari Kedua Musrenbang Papua Tengah Fokus Bahas Program Otsus dari Kabupaten
Nasional

Hari Kedua Musrenbang Papua Tengah Fokus Bahas Program Otsus dari Kabupaten

Musrenbang Otsus Papua Tengah, Bappeda Puncak Fokus Pendidikan, Kesehatan, dan Ekonomi Produktif
Kabar Daerah

Musrenbang Otsus Papua Tengah, Bappeda Puncak Fokus Pendidikan, Kesehatan, dan Ekonomi Produktif

Apel Akbar 1 Mei di Nabire, Barisan Merah Putih Papua Tengah Gaungkan Persatuan NKRI
Kabar Daerah

Apel Akbar 1 Mei di Nabire, Barisan Merah Putih Papua Tengah Gaungkan Persatuan NKRI

Ziarah ke TMP Nabire, Srikandi Indonesia Gaungkan Persaudaraan dan Nasionalisme
Papua Tengah

Ziarah ke TMP Nabire, Srikandi Indonesia Gaungkan Persaudaraan dan Nasionalisme

Berita Lainnya

Apa komentar anda ?

Nokenlive - Berita Papua Terkini

Menyuarakan Pembangunan di Papua dalam Berbagai Aspek Kehidupan

Ikuti Kami

  • Tentang Kami
  • Redaksi Nokenlive.com
  • Advertise
  • Syarat dan Ketentuan
  • Contact
  • Ketentuan Penggunaan

© 2018 Nokenlive - Berita Terkini Seputar Papua

Selamat datang kembali

Masuk dengan akun anda

Lupa kata sandi?

Ambil kata sandi Anda

Silakan masukkan nama pengguna atau alamat email untuk mereset kata sandi

Masuk

Add New Playlist

error: Nokenlive!!
No Result
View All Result
  • Home
  • Tentang Kami
  • Redaksi Nokenlive.com
  • Papua Terkini
  • Papua Pegunungan
  • Politik dan Pemerintahan
  • Ekonomi & Bisnis
  • PAPUA SELATAN
  • Kabar Daerah
  • Kabar Port Numbay
  • Hukum & Kriminal

© 2018 Nokenlive - Berita Terkini Seputar Papua