JAYAPURA-NOKENLIVE.com– Tokoh Pemuda sekaligus pengurus Partai Demokrat Papua Pegunungan, Berius Kogoya, menegaskan bahwa isu mengenai perseteruan antara Gubernur Papua Pegunungan, Jhon Tabo, dan Wakil Gubernur, Ones Pahabol sudah dianggap selesai.
Hal itu disampaikan Berius dalam telewicara bersama Redaksi Nokenlive, Selasa (28/10/2025), menanggapi ramainya pemberitaan dan penyebaran informasi yang memperlihatkan ketegangan antara kedua pemimpin daerah tersebut.
Ia menjelaskan bahwa baik Gubernur maupun Wakil Gubernur telah saling mengklarifikasi pernyataan mereka di ruang publik. “Antara Pak Gubernur dengan Pak Wakil Gubernur, ini bagian dari urusan rumah tangga dalam pemerintahan. Apa yang disampaikan oleh Pak Gubernur sudah diklarifikasi langsung oleh Pak Wakil Gubernur,” tuturnya.
Menurut Berius, sikap terbuka Wakil Gubernur Ones Pahabol yang menyampaikan permohonan maaf secara publik merupakan langkah yang patut diapresiasi. “Dalam penyampaian Pak Wakil Gubernur, satu hal yang luar biasa adalah beliau menyampaikan permohonan maaf secara terbuka kepada Pak Gubernur. Itu poin yang paling penting dan luar biasa,” kata Berius.
Ia menambahkan bahwa substansi masalah antara Gubernur dan Wakil Gubernur merupakan dinamika internal pemerintahan yang tidak perlu diperbesar. “Apa yang disampaikan oleh Pak Gubernur benar atau tidak itu urusan ke dalam, urusan mereka. Yang terpenting, mereka sudah saling memaafkan dan berkomitmen bekerja bersama,” jelasnya.
Lebih lanjut, Berius menuturkan bahwa Wakil Gubernur juga berharap adanya pembagian tugas yang jelas agar kinerja pemerintahan menjadi lebih efektif. “Pak Wakil Gubernur juga menyampaikan bahwa beliau siap bekerja dan melaksanakan perintah Pak Gubernur, apapun situasinya, demi kepentingan rakyat Papua Pegunungan,” katanya.
Dalam kesempatan yang sama, Berius mengimbau masyarakat untuk berhenti menyebarluaskan informasi atau video terkait isu tersebut melalui media sosial. “Kami minta kepada seluruh masyarakat Papua Pegunungan, terutama setiap elemen yang memanfaatkan situasi ini dengan menyebarluaskan berita di media sosial, WA Group, dan Facebook, agar menghentikan atau men-stop penyebaran informasi ini,” tegasnya.
Menurutnya, langkah tersebut penting untuk menjaga suasana kondusif dan memastikan pelayanan pemerintahan berjalan baik. “Masalah ini kami anggap sudah selesai. Pak Gubernur dan Pak Wakil Gubernur pasti akan tetap akur, tetap akan bersama menjalankan kepercayaan rakyat selama lima tahun masa jabatan mereka,” ujar Berius.
Ia juga menegaskan bahwa keduanya merupakan tokoh besar dan pemimpin suku yang dihormati di wilayah Papua Pegunungan. “Kedua orang ini tokoh besar, kepala suku besar. Masalah ini tidak bisa kita besar-besarkan karena ini hanyalah kerikil kecil yang sudah mereka atasi bersama,” tambahnya.
Berius menegaskan bahwa pihaknya sebagai tokoh pemuda dan pengurus partai politik akan terus mendukung kedua pemimpin tersebut agar tetap solid. “Kami sebagai tokoh pemuda dan pengurus Partai Demokrat meminta agar seluruh isu dan penyebaran informasi tentang Gubernur dan Wakil Gubernur segera dihentikan demi kebersamaan dan kekompakan,” katanya.
Ia juga mengingatkan agar pihak-pihak tertentu tidak memanfaatkan situasi ini untuk kepentingan pribadi. “Kepada setiap orang yang dengan sengaja mengolah informasi ini untuk kepentingan tertentu, kami harap segera berhenti, karena itu hanya akan memperpanjang masalah dan merugikan masyarakat,” ungkapnya.
Berius menutup pernyataannya dengan ajakan agar masyarakat menerima dinamika ini secara dewasa. “Kita semua harus berjiwa besar, baik yang merasa diri bagian dari kelompok Gubernur maupun kelompok Wakil Gubernur. Ini dinamika kehidupan yang biasa saja. Yang penting, pelayanan dan pembangunan di Papua Pegunungan tetap berjalan,” pungkasnya. (Redaksi NL)





Apa komentar anda ?