ADVERTISEMENT
  • Tentang Kami
  • Redaksi Nokenlive.com
  • Advertise
  • Syarat dan Ketentuan
  • Contact
  • Ketentuan Penggunaan
Sabtu, Juli 11, 2026
  • Home
  • Papua Terkini
  • Papua Pegunungan
  • Papua Tengah
  • PAPUA SELATAN
  • Kabar Port Numbay
  • Hukum & Kriminal
  • Home
  • Papua Terkini
  • Papua Pegunungan
  • Papua Tengah
  • PAPUA SELATAN
  • Kabar Port Numbay
  • Hukum & Kriminal
No Result
View All Result
No Result
View All Result
  • Home
  • Papua Terkini
  • Papua Pegunungan
  • Papua Tengah
  • PAPUA SELATAN
  • Kabar Port Numbay
  • Hukum & Kriminal

Home » KNPB Sebut Investasi di Papua Bentuk Penindasan Struktural, Aksi Digelar di Jayapura Peringati Hari Tani Sedunia

KNPB Sebut Investasi di Papua Bentuk Penindasan Struktural, Aksi Digelar di Jayapura Peringati Hari Tani Sedunia

Oleh : Nokenlive
24 September 2025
Di Hukum dan Kriminal, Nasional, Papua Terkini, Politik dan Pemerintahan, Provinsi Papua
0
KNPB Sebut Investasi di Papua Bentuk Penindasan Struktural, Aksi Digelar di Jayapura Peringati Hari Tani Sedunia

KNPB pusat saat Aksi Memperingati hari Tani Seduania di lingkaran Abepura kota Jayapura Papua, (24/9/2025).(Foto Hubertus Gobai)

JAYAPURA, NOKENLIVE.COM – Komite Nasional Papua Barat (KNPB) menggelar aksi demonstrasi dalam rangka memperingati Hari Tani Sedunia yang jatuh pada Rabu (24/9/2025). Aksi berlangsung di lingkaran Abepura, Kota Jayapura, dan diikuti oleh sejumlah massa yang menyuarakan penolakan terhadap praktik investasi yang dianggap merugikan rakyat Papua.

Ketua KNPB, Agus Kosay, yang juga bertindak sebagai penanggung jawab aksi, menegaskan bahwa kebijakan pemerintah pusat, khususnya di era pemerintahan Prabowo Subianto – Gibran Rakabuming, dinilai membahayakan keberlangsungan hidup petani di Indonesia, dan secara khusus rakyat di Tanah Papua.

“Pemerintah lebih mengutamakan kepentingan pemodal dan investasi. Maka, konflik kepemilikan tanah sejak tahun 1963 antara Pemerintah Indonesia dan rakyat West Papua terus terjadi di seluruh wilayah West Papua sampai tahun 2025, di mana pemerintah selalu tidak berpihak pada rakyat Papua sebagai pemilik sumber daya alam,” jelas Agus Kosay dalam orasinya.

Dalam aksinya, KNPB menyuarakan kritik keras terhadap berbagai bentuk investasi dan eksploitasi sumber daya alam (SDA) di Papua yang dinilai tidak berpihak kepada masyarakat adat. Agus Kosay menyebut sejumlah operasi industri besar yang berlangsung selama puluhan tahun di Papua telah mengakibatkan kerusakan lingkungan yang parah serta pemiskinan sistematis terhadap rakyat Papua.

“Sejak operasi tambang-tambang besar seperti Freeport, minyak di Sorong, gas di Bintuni, pembukaan lahan kelapa sawit PSM di Merauke, dan banyak investasi ilegal lainnya di Papua, semuanya menempatkan profit dan laba di atas keselamatan buruh dan kelestarian lingkungan di Papua,” tegasnya.

Ia menyoroti pencemaran sungai akibat limbah tambang, perusakan hutan adat, serta terus berkurangnya ruang hidup masyarakat lokal. Menurutnya, kondisi ini menunjukkan bahwa perusahaan-perusahaan tambang yang beroperasi di Papua bukan hanya menjalankan kegiatan ekonomi biasa, melainkan menjadi bagian dari apa yang ia sebut sebagai “mesin kolonial”.

“Pola ini menunjukkan bahwa seluruh perusahaan pertambangan di Papua bukan hanya perusahaan tambang biasa, tetapi bagian dari mesin kolonial yang memanfaatkan sumber daya alam Papua dan tenaga kerja murah untuk keuntungan global,” lanjut Agus.

Lebih jauh, KNPB menyatakan bahwa kehadiran perusahaan-perusahaan besar di Papua dalam beberapa tahun terakhir semakin memperjelas ketidakpedulian terhadap hak kepemilikan tanah oleh masyarakat adat. Agus menyebut bahwa operasi tambang tetap berjalan meskipun telah terbukti merusak lingkungan dan kehidupan masyarakat.

“Hal ini menegaskan bahwa seluruh perusahaan tambang di Papua menempatkan keuntungan di atas keselamatan manusia, hak buruh, dan ekologi Papua. Jadi, pengabaian ini adalah bentuk penindasan kolonial yang bersifat struktural terhadap bangsa Papua,” pungkasnya.

Aksi yang digelar secara damai ini menjadi salah satu bentuk protes rakyat Papua terhadap kebijakan pembangunan dan investasi yang dianggap tidak adil dan tidak berpihak pada masyarakat lokal. Dalam momentum peringatan Hari Tani Sedunia, KNPB menyerukan perlunya perlindungan terhadap hak-hak petani dan masyarakat adat, serta penghentian segala bentuk eksploitasi yang merusak tanah, air, dan hutan milik rakyat Papua. (Hubertus Gobai–Redaksi DA).

Tags: Hari Tani SeduniaKNPB
Bagikan1Tweet1KirimBagikan
Berita Sebelumnya

740 Personil Polisi Diterjunkan Kawal Demo KNPB di Jayapura

Berita Selanjutnya

KNPB Gelar Aksi di Jayapura, Sampaikan Tuntutan Keras kepada Pemerintah Indonesia

Berita Terkait

Kafilah Kota Jayapura Siap Berlaga di MTQ ke-31 Tingkat Provinsi Papua
Provinsi Papua

Kafilah Kota Jayapura Siap Berlaga di MTQ ke-31 Tingkat Provinsi Papua

Siswa SMAN 8 Jayapura Lolos Paskibraka Nasional 2026
Nasional

Siswa SMAN 8 Jayapura Lolos Paskibraka Nasional 2026

DPO Jaringan Senjata Api Ilegal Yalimo–Yahukimo Ditangkap Satgas Operasi Damai Cartenz
Hukum dan Kriminal

DPO Jaringan Senjata Api Ilegal Yalimo–Yahukimo Ditangkap Satgas Operasi Damai Cartenz

Polisi Ungkap Kepemilikan Puluhan Amunisi Ilegal di Kota Jayapura
Hukum dan Kriminal

Polisi Ungkap Kepemilikan Puluhan Amunisi Ilegal di Kota Jayapura

Berita Lainnya

Apa komentar anda ?

Nokenlive - Berita Papua Terkini

Menyuarakan Pembangunan di Papua dalam Berbagai Aspek Kehidupan

Ikuti Kami

  • Tentang Kami
  • Redaksi Nokenlive.com
  • Advertise
  • Syarat dan Ketentuan
  • Contact
  • Ketentuan Penggunaan

© 2018 Nokenlive - Berita Terkini Seputar Papua

Selamat datang kembali

Masuk dengan akun anda

Lupa kata sandi?

Ambil kata sandi Anda

Silakan masukkan nama pengguna atau alamat email untuk mereset kata sandi

Masuk

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Home
  • Tentang Kami
  • Redaksi Nokenlive.com
  • Papua Terkini
  • Papua Pegunungan
  • Politik dan Pemerintahan
  • Ekonomi & Bisnis
  • PAPUA SELATAN
  • Kabar Daerah
  • Kabar Port Numbay
  • Hukum & Kriminal

© 2018 Nokenlive - Berita Terkini Seputar Papua