JAYAPURA, NOKENLIVE.COM- Kepolisian Resor Kota Jayapura, Provinsi Papua menyiapkan sebanyak 740 personil gabungan untuk mengawal aksi memperingati Hari Tani Sedunia yang digelar oleh Komite Nasional Papua Barat (KNPB) dan mahasiswa Papua, di Kota Jayapura, Papua Rabu, (24/9/2025).
Kapolresta Jayapura AKBP Fredrikus W. A Maclarimboen mengatakan, sebanyak 740 personil yang mengawal jalanya aksi, ini di beberapa titik disekitaran Distrik Abepura dan Distrik Heram.
Ia berharap penyampaian aspirasi dapat berlangsung aman dan tertib. Dan saling menghargai semua pihak.
“Kami berharap masa menyampaikan aspirasi dengan tertib dan aman,” ucapnya,
Ia menanggapi terkait massa aksi yang mau menuju Kantor Majelis Rakyat Papua atau MRP Provinsi Papua namun dihadang, menurutnya silakan saja menyampaikan aspirasi dimana saja tapi yang tidak boleh adalah longmas karena Kota Jayapura punya sejarah terkait dengan longmas.
“Tidak ada Longmas yang baik dalam menyampaikan aspirasi di Kota Jayapura selalu ada terjadi hal-hal yang tidak inginkan,” katanya.
lebih lanjut masa aksi Kamus Bayage menyampaikan orasinya, bahwa kondisi Papua saat ini sedang tidak baik-baik saja. Maka karena itu, menurutnya, mahasiswa harus menyuarakan hak-hak masyarakat adat.
“Di seluruh tanah Papua, hak-hak untuk bertani telah dirampas oleh investor. Di berbagai daerah, hak-hak petani juga dibatasi oleh militer. Masyarakat Papua hidup dalam ketakutan, dan itu merupakan bentuk pelanggaran hak asasi manusia,” ujarnya.
Ia menegaskan bahwa tanah masyarakat adat di Papua telah banyak dirampas negara untuk kepentingan investasi. Petani dan buruh juga haknya juga dirampas militer yang dikirim ke Tanah Papua sehingga itu mempersempit ruang hidup masyarakat.
“Kami mengutuk investasi PSN Proyek Strategis Nasional atau PSN di Merauke,” ujar salah seorang mahasiswa dalam orasi. (Hubertus Gobai/Redaksi NL)





Apa komentar anda ?