JAYAPURA, NOKENLIVE.com- Sejumlah organisasi mahasiswa yang tergabung dalam Kelompok Cipayung Plus Kota Jayapura mendatangi Kantor Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Papua, Senin (8/9/2025).
Aksi ini diikuti oleh Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII), Himpunan Mahasiswa Islam (HMI-MPO), Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia (KAMMI), dan Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM).
Dalam orasinya, Mahfuz dari PMII Papua menegaskan bahwa DPR Papua harus benar-benar hadir menjawab persoalan rakyat.
“Kejam ke bawah, tumpul ke atas. Rakyatnya sengsara, DPR-nya hura-hura. Kami mendesak DPR segera mengesahkan RUU Perampasan Aset,” kata Mahfuz.
Selain itu, para mahasiswa juga menyoroti sejumlah isu krusial di Papua, mulai dari maraknya peredaran minuman keras, masalah juru parkir, implementasi otonomi khusus, hingga tambang liar. Mereka menegaskan DPR Papua harus menjadi lembaga yang mampu menyelesaikan persoalan tersebut.
Mahfuz menambahkan, pihaknya siap kembali turun ke jalan bila tuntutan mahasiswa tidak ditindaklanjuti.
Menanggapi aksi ini, Wakil Ketua DPR Papua, Supriadi Laling, menyatakan DPR Papua terbuka menerima aspirasi mahasiswa.
“Kami pastikan, pimpinan dan anggota DPR Papua adalah representasi masyarakat. Aspirasi yang disampaikan akan kami tindaklanjuti melalui koordinasi dengan pemerintah kabupaten/kota,” ujarnya.
Supriadi juga menjelaskan bahwa sejumlah kewenangan, seperti parkiran dan transfer dana, kini menjadi ranah kabupaten/kota. Namun, DPR Papua tetap berkomitmen mengawal aspirasi mahasiswa sesuai mekanisme yang ada.
“Kami menyambut baik aspirasi hari ini dan memohon maaf bila ada hal-hal yang belum maksimal. Prinsipnya, DPR Papua siap bekerja sama demi kepentingan rakyat,” pungkasnya. (Hubertus Gobai/Fredik)





Apa komentar anda ?