WAMENA, NOKENLIVE.com — Sorotan Festival Budaya Lembah Baliem (FBLB) ke-33 tahun ini tak hanya tertuju pada atraksi budaya dan rekor MURI, tetapi juga pada semangat pemberdayaan ekonomi lokal. Ketua Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) sekaligus Ketua TP-PKK Provinsi Papua Pegunungan, Ny. Yuliana Kobak Pahabol, turun langsung menyapa pelaku UMKM yang menjadi bagian penting dari denyut ekonomi festival ini.
Bersama Wakil Gubernur Papua Pegunungan Dr. Ones Pahabol yang juga Pembina Dekranasda, Ny. Yuliana menyambangi satu per satu stand UMKM yang menampilkan kekayaan lokal: mulai dari noken dan kerajinan tangan, kopi Kurulu, makanan tradisional khas pegunungan, hingga produk kreatif anak-anak muda Jayawijaya. Tak sekadar hadir, Ny. Yuliana membeli langsung beberapa produk sebagai bentuk dukungan nyata.
“Saya sangat bangga melihat semangat pelaku UMKM di Jayawijaya. Ini bukan hanya tentang jual beli, tapi tentang memberdayakan ekonomi keluarga dan melestarikan identitas budaya kita,” ujar Yuliana.

Menurutnya, UMKM adalah wajah dari kreativitas lokal dan kekuatan ekonomi rakyat. Produk-produk Papua Pegunungan memiliki daya saing tinggi bukan hanya karena estetikanya, tetapi juga karena cerita budaya yang melekat di dalamnya.
“Produk-produk kita mengandung nilai budaya yang tinggi. Ini modal kuat untuk masuk ke pasar nasional, bahkan internasional,” tegasnya.
Sebagai Ketua Dekranasda, ia menekankan pentingnya festival seperti FBLB menjadi ruang strategis promosi dan ekspansi bagi pelaku UMKM, terutama perempuan dan kelompok akar rumput.
Wakil Gubernur Ones Pahabol turut menguatkan bahwa pengembangan UMKM tidak bisa dipisahkan dari pembangunan Papua Pegunungan.
“Festival budaya seperti ini bukan hanya soal atraksi. Ini juga momentum penting untuk perputaran uang di akar rumput. Kita ingin masyarakat punya kemandirian ekonomi melalui UMKM,” ungkapnya.
Ia juga mengapresiasi langkah Dekranasda dalam membuka ruang bagi pelaku usaha kecil agar lebih percaya diri tampil di event besar.
“Tugas kita adalah membuka jalan. Dengan dukungan yang tepat, saya percaya UMKM Papua Pegunungan bisa tembus pasar nasional, bahkan tampil di etalase dunia,” tambah Ones.
Festival Budaya Lembah Baliem telah membuktikan bahwa budaya dan ekonomi kreatif bisa berjalan seiring. Ribuan pengunjung yang hadir menciptakan peluang ekonomi baru bagi para pedagang, pengrajin, barista lokal, hingga jasa kuliner khas daerah.
Kunjungan Ny. Yuliana juga disambut antusias di stand Dekranasda Papua Pegunungan yang menampilkan produk kuliner khas seperti ikan bakar segar, keladi rebus, hingga olahan daging B2 bakar. Dalam keterangannya, ia mengapresiasi kreativitas dan pelayanan tim kuliner yang telah menyajikan hidangan khas lokal kepada pengunjung.
“Luar biasa, stand Dekranasda menyajikan ikan bakar segar, keladi, dan lain-lain. Setelah kegiatan, banyak orang makan dan sebanyak 50 orang menikmati kuliner khas daerah ini. Ini salah satu bentuk nyata ekonomi kreatif kita,” ujar Ny. Yuliana di sela-sela kunjungannya.

Salah satu peserta pameran di stand Dekranasda, Ibu Indrawati, menyampaikan rasa terima kasih atas kunjungan langsung Ketua TP-PKK dan Dekranasda Papua Pegunungan dan Wakil Gubernur. Bagi pelaku UMKM , kehadrian dan perhatian pemerintah adalah sumber motivasi.
“Kunjungan Ibu Ketua TP-PKK dan Dekranasda dan Bapak Wakil Gubernur benar-benar luar biasa. Kami merasa diperhatikan. Ini semakin memotivasi kami untuk terus maju dan mandiri dalam hal ekonomi,” ungkap Indrawati.
Festival Budaya Lembah Baliem ke-33 bukan hanya panggung budaya, tetapi juga etalase potensi ekonomi lokal yang mengakar kuat di tanah Papua Pegunungan dan terus terus menjadi ruang bagi masyarakat Papua Pegunungan untuk menunjukkan potensi terbaiknya. Dari budaya, dari ekonomi, dari kreativitas semuanya untuk kemajuan dan kesejahteraan bersama. ( Redaksi NL )





Apa komentar anda ?