NABIRE,NOKENLIVE.com- Pesawat Airbus milik maskapai Batik Air dengan kode registrasi PK-A320 sukses mendarat perdana di Bandara Douw Aturure Nabire, ibu kota Provinsi Papua Tengah. Kamis, (17/7/2025).
Tiba di Bandara Douw Aturure ini disambut langsung oleh Gubernur Papua Tengah, Meki Fritz Nawipa, didampingi Wakil Gubernur Deinas Geley, Penjabat Sekda Papua Tengah, Para Bupati, Komandan Korem, Ketua DPR Papua Tengah, Ketua MRP Papua Tengah, serta jajaran pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD).
Gubernur Papua Tengah, Meki Nawipa mengatakan, hadirnya pesawat Batik Air jenis Airbus ini merupakan bukti negara hadir melalui maskapai penerbangan untuk menolong masyarakat, supaya akses cepat konektivitas dan pertumbuhan ekonomi di Papua Tengah.
“Saya ucapkan selamat datang, dan terima kasih. Saya bangga, dan Lion Grup masuk di Papua Tengah merupakan bagian dari keluarga,” ungkapnya dalam sambutan.
Gubernur Meki meminta agar jika boleh Direktorat Jenderal (Dirjen) Perhubungan Kementerian Pehubungan (Kemenhub) untuk menambah armada untuk rute Makassar-Nabire, karena Nabire dan Timika merupakan sentral Papua Tengah.
“Kita ini sentral untuk Papua Tengah, Nabire dan Timika. Sorong ke Nabire 1 jam, Jayapura ke Nabire 1 jam. Kalau ada Makasar ke Nabire, biar ada opsi. Ada persaingan. Kita mau milih Sriwijaya atau Batik,” jelasnya.
Mantan Bupati Paniai ini menegaskan, tidak ada perbedaan Sriwijaya maupun Batik Air, semua ini bagaimana mengisi pembangunan kemerdekaan ini, melalui percepatan pembangunan melalui jalur udara laut dan darat, supaya bangsa ini menuju 2045 Indonesia emas.
Gubernur Meki menambahkan, dua minggu lagi kedepan Batik Air akan mulai beroperasi untuk melayani masyarakat di Papua Tengah.
“Saya akan segera bersurat, terima kasih, karena dalam waktu dua minggu lagi Batik Air sudah bisa masuk dan melayani penumpang,” ujarnya.
Sementara itu, Presiden Direktur Lion Air, Daniel mengatakan, pesawat Batik Air jenis Airbus siap melayani seluruh masyarakat Indonesia dari Sabang sampai Merauke, untuk bisa menjalin konektivitas dan menjalin komunikasi, baik pusat maupun daerah dengan baik.
Daniel memberikan apresiasi kondisi Bandara Douw Aturure di Kabupaten Nabire, Papua Tengah yang menurutnya luar biasa.
“Tadi mendarat dari arah utara, melalui landasan nomor 17, kami melalui seluruh landasan dan kami merasakan Ketika mendarat tadi, saya akui luar biasa bandara Douw Aturure,” ungkapnya.
Daniel tegaskan bahwa tidak ada kompetisi dengan maskapai lain, tetapi sama-sama hadir untuk melayani masyarakat di Provinsi Papua Tengah.
“Kami saling melengkapi dan memberikan pilihan. Sehingga masyarakat Papua Tengah memiliki pilihan untuk terbang kemana saja,” ujarnya. (Lisa/Fredik)







Apa komentar anda ?