Nabire, Nokenlive.com – Aksi konvoi pelajar dalam rangka merayakan kelulusan di Kabupaten Nabire, Papua Tengah, berujung penindakan oleh pihak kepolisian pada Senin (4/5/2026) malam.
Penertiban dilakukan setelah para siswa mengabaikan imbauan aparat dan menyebabkan gangguan ketertiban umum hingga memicu kecelakaan lalu lintas.
Kapolres Nabire, AKBP Samuel D. Tatiratu, S.I.K., mengatakan bahwa pihaknya mengamankan sejumlah pelajar yang terlibat dalam konvoi yang berlangsung sejak sore hingga malam hari.
“Sekitar pukul 20.30 WIT, kami mengamankan adik-adik kita yang tetap melakukan konvoi meskipun sebelumnya sudah kami imbau untuk tidak merayakan kelulusan secara berlebihan,” ujarnya.
Menurutnya, konvoi tersebut melibatkan sekitar 50 hingga 70 pelajar.
Dalam kegiatan itu, terjadi dua insiden kecelakaan, yakni satu pelajar mengalami luka robek akibat terjatuh, sementara satu lainnya tertabrak oleh rombongan konvoi. Satu korban telah mendapatkan penanganan medis, masih dirawat di rumah sakit. Sementara yang satu korban lainnya di jemput orang tuanya dan telah di pulangkan.
Selain mengamankan empat pelajar, polisi juga menemukan sejumlah kendaraan yang digunakan tidak dilengkapi dokumen resmi. Petugas turut mendapati adanya pembentangan bendera Bintang Kejora saat konvoi berlangsung, yang saat ini masih dalam proses penyelidikan.

Kapolres menegaskan bahwa langkah penertiban dilakukan untuk mencegah dampak yang lebih luas.
Ia menyebut aksi konvoi tidak hanya mengganggu ketertiban umum, tetapi juga berpotensi menimbulkan kerugian material dan korban jiwa.
“Kami tidak bermaksud lain selain melindungi adik-adik kita. Jika tidak ditertibkan, dikhawatirkan kerugian akan semakin besar,” tegasnya.
Pihak kepolisian akan meminta keterangan para pelajar terkait motif dan pihak yang terlibat dalam aksi tersebut. Orang tua siswa juga akan dipanggil untuk dimintai pertanggungjawaban, termasuk terkait insiden kecelakaan yang terjadi.
Sebelumnya, Polres Nabire telah memberikan imbauan kepada para pelajar agar tidak melakukan konvoi saat merayakan kelulusan.
Namun, pengumuman kelulusan yang dilakukan secara daring pada sore hari tetap memicu aksi konvoi hingga malam.
Untuk mengantisipasi kejadian serupa, aparat kepolisian telah menyiapkan patroli sejak pagi dan terus melakukan pengawasan di sejumlah titik di wilayah Nabire.
Kapolres Samuel Tatiratu juga mengimbau masyarakat, khususnya orang tua, untuk lebih mengawasi aktivitas anak-anak demi menjaga keamanan dan ketertiban bersama.
(Lisa/Redaksi)







Apa komentar anda ?