NABIRE, Nokenlive.com – Momentum Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) ke-67 tahun, Koordinator Wilayah Badan Gizi Nasional (BGN) Kabupaten Nabire, Marsel Asyerem, menegaskan pentingnya keterkaitan antara pendidikan dan gizi dalam membangun generasi unggul di Papua.
Marsel menyampaikan bahwa Hardiknas bukan sekadar peringatan seremonial mengenang jasa Ki Hajar Dewantara, melainkan menjadi momen refleksi bagi seluruh elemen masyarakat dalam menyiapkan fondasi masa depan generasi bangsa.
“Pendidikan dan gizi adalah dua sisi mata uang yang tidak dapat dipisahkan. Kita tidak bisa mengharapkan pendidikan berkualitas jika peserta didik tidak memiliki kesiapan fisik dan kognitif yang baik,” ujar Marsel.
Menurutnya, anak yang sehat akan lebih siap untuk belajar, bereksplorasi, dan berprestasi.
Oleh karena itu, dalam momentum Hardiknas tahun ini, BGN Nabire menekankan dua komitmen utama.
Pertama, memperkuat edukasi literasi gizi di sekolah. Marsel menilai sekolah tidak hanya menjadi tempat transfer ilmu pengetahuan, tetapi juga wadah pembentukan kebiasaan hidup sehat bagi siswa.
“Kami berharap seluruh satuan pendidikan di Nabire dapat mengintegrasikan literasi gizi dalam keseharian siswa. Anak-anak tidak hanya makan untuk kenyang, tetapi juga memahami kandungan nutrisi yang mereka konsumsi,” jelasnya.
Ia menambahkan, literasi gizi merupakan investasi jangka panjang untuk memutus rantai stunting sekaligus menciptakan sumber daya manusia Papua yang unggul, baik secara intelektual maupun fisik.
Kedua, memperluas jangkauan layanan gizi melalui program Makan Bergizi Gratis (MBG). BGN Nabire menargetkan program tersebut dapat menjangkau seluruh wilayah, dari pesisir hingga daerah pegunungan.
“Kami ingin memastikan program MBG benar-benar menyentuh kampung-kampung, dari wilayah Wapoga hingga Yaro, sehingga tidak ada anak yang tertinggal hanya karena kendala geografis,” katanya.
Marsel juga menyoroti masih adanya anak-anak yang tidak dapat mengikuti kegiatan belajar secara optimal akibat kekurangan asupan gizi atau harus membantu orang tua bekerja.
Sebagai penutup, ia mengajak seluruh pihak—mulai dari sekolah, orang tua, hingga pemerintah daerah—untuk memperkuat kolaborasi dalam mendukung peningkatan kualitas pendidikan dan gizi di Nabire.
“Mari kita jadikan Hardiknas ke-67 ini sebagai titik tolak untuk membangun sinergi. Sekolah bukan hanya pusat ilmu, tetapi juga lumbung lahirnya generasi emas yang sehat dan cerdas,” tutupnya.
(Lisa/Redaksi)







Apa komentar anda ?