JAYAPURA,NOKENLIVE.com- Dinas Sosial Pemerintah Kota Jayapura melakukan Bimbingan Teknis (Bimtek) Pendataan Pemerlu Pelayanan Kesejahteraan sosial, (PPKS) Sub Kegiatan Pendataan Fakir Miskin Cakupan Daerah Kota Jayapura.
Kegiatan bimtek ini digelar di Hotel Horison Kotaraja, Distrik Abepura, Kota Jayapura, Papua, Kamis (26/6/2025).
Dalam kegiatan tersebut, Asisten II Setda Kota Jayapura Widhi Hartati mengatakan, penting sekali untuk pendataan masyarakat yang rentan, miskin, lansia, fakir miskin dan korban bencana alam.
Hartati menambahkan, data sebelumnya sudah ada namun karena data lama, maka perlu perbarui lagi. Karena kegiatan bantuan seperti bantuan sosial (bansos). Oleh karena itu, dilakukan pendataan di seluruh kelurahan yang ada di 5 distrik di Kota Jayapura.
“Peserta ada 50 orang dari kelurahan, namun dibantu juga 10 orang dari pegawai negeri. Pendataan data yang sudah diambil semoga menjadi data yang valid,” ungkapnya kepada Nokenlive, Kamis siang.
Hartati berharap, pendataan ini pihaknya bisa mendapatkan data yang valid, sehingga masyarakat Jayapura yang masuk dalam data bisa ditangani, sebab program-program dari pemerintah pusat untuk mensejahterakan rakyat yang ada di wilayah seluruh Indonesia, termasuk di kota Jayapura.
“Harapan dari kami Hasil pendataan ini, kita mendapatkan data yang valid, sehingga masyarakat Jayapura yang masuk dalam data itu bisa ditangani, karena program-program dari pemerintah pusat untuk mensejahterakan rakyat yang ada di wilayah seluruh Indonesia, termasuk di kota Jayapura,” ujarnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Sosial Kota Jayapura Mathius Pawara mengatakan, data yang diimput di kelurahan masing-masing adalah data yang sesuai dengan kedataan.
“Kami sebarkan ke 5 distrik 25 kelurahan dan 14 kampung, harapan kami adalah mereka yang selama ini memang pendamping dan tenaga sosial yang ada di kelurahan, sehingga data yang betul-betul didapatkan,” ungkapnya.
Tujuannya dengan data data ini, kata Mathius tidak ada lagi yang keluhan dari masyarakat, sehingga bantuan yang diberikan oleh pemerintah benar-benar untuk masyarakat miskin atau masyarakat yang tidak mampu.
“Semester pertama, kami sudah memberikan bantuan kepada orang orang stabilitas, masyarakat yang gangguan jiwa dan ada juga bantuan hukum, kemudian mayat yang terlantar dan kegiatan kegiatan lainnya dan bantuan sosial umumnya kepada masyarakat kota Jayapura yang memang membutuhkan dan ada beberapa kegiatan lainnya akan menyusul,” tutup Mathius (Hubertus Gobai/Fredik).





Apa komentar anda ?