Jayawijaya, Nokenlive.com – Ibadah Perayaan HUT ke-64 Injil Masuk Gereja Injili Di Indonesia ( GIDI ) Lembah Ninia Wilayah Kabupaten Yahukimo berlangsung penuh sukacita di Gereja Agape, Jayawijaya, Rabu (21/5). Ibadah syukur ini turut dihadiri oleh Wakil Gubernur Papua Pegunungan, Dr. Ones Pahabol, bersama istri dan anak-anaknya, sebagai bentuk penghormatan atas karya Injil yang telah mengubah wajah tanah Papua Pegunungan, khususnya Lembah Niniah Yahukimo.
Dalam suasana penuh pujian dalam bahasa daerah dan refleksi sejarah, jemaat mengenang momen penting 21 Mei 1961, ketika misionaris pertama kali menginjakan kaki di tanah Yahukimo. Mereka menyusuri hutan dan pegunungan hingga mencapai kampung terpencil di wilayah suku Yali sebuah perjalanan iman yang menandai awal perubahan besar bagi masyarakat local di wilayah Yahukimo saat itu.
“Kalau tanpa Injil, tidak ada apa-apa. Injil inilah yang membawa perubahan besar di tanah Papua, Indonesia bahkan Dunia. Dimana Pemerintahan, pendidikan, bahkan kehidupan sosial kita semuanya bermula dari Injil,” tegas Ones Pahabol dalam sambutannya.

Firman yang Menyentuh, Pesan yang Mengakar
Ibadah Perayaan HUT 64 Tahun Injil masuk GIDI Willayah Yahukimo dipimpin oleh Pdt. Jotinus Kobak, yang mengangkat Firman Tuhan dari Roma 5:1–11. Dalam khotbahnya, ia menekankan bahwa keselamatan adalah anugerah, bukan hasil usaha manusia. Perjalanan iman memang tidak mudah, penuh penderitaan, tetapi justru di situ ada pengharapan. Kasih Kristus menjadi dasar rekonsiliasi dan damai yang harus terus digaungkan Gereja di wilayah Yahukimo,” katanya.
Dr. Ones Pahabol, Wakil Gubernur Papua Pegunungan yang adalah Putra asli Yali Yahukimo mengajak seluruh umat untuk memahami dan menghargai nilai Injil seperti “dulang emas” yang tak lekang oleh waktu.
“Seperti emas murni yang tetap berharga meski terbuang ke lumpur, demikian juga iman yang ditanamkan para hamba Tuhan. Bukan dengan uang ,barang berharga atau kekuasaan, melainkan hanya oleh Firman dan iman kita bisa mendulang jiwa,” ungkap OP

Generasi Muda Harus Jadi Pelanjut Amanat Injil
Dalam pesannya yang menyasar kaum muda, Dr. Ones Pahabol menegaskan pentingnya generasi muda menjaga kemurnian iman di tengah arus Zaman yang Menyesatkan. OP mengibaratkan fenomena label palsu dalam produk sebagai analogi agar anak muda tidak tertipu oleh nilai-nilai dunia yang menyesatkan.
“Anak – anak muda generasi sekarang, Jangan jadi generasi dengan merek atau label palsu. Pegang merek asli: iman kepada Yesus Kristus. Amanat Injil dalam Kisah Para Rasul 1:8 adalah tanggung jawab kita: pergi, sampaikan Injil ke ujung bumi,” serunya dengan semangat.
Mengakhiri rangkaian perayaan, Wakil Gubernur meninjau Gedung Gereja Baru Agape Klasis Jayawijaya yang direncanakan akan diresmikan pada November 2025. Ia juga mempersembahkan pujian bersama keluarga sebuah penegasan bahwa Injil bukan sekadar warisan, melainkan misi yang harus terus dihidupi.

Melalui momentum ini, Yahukimo tak hanya merayakan masa lalu, tapi juga meneguhkan arah iman dan pembangunan manusia Papua Pegunungan untuk masa depan. Wagub Papua Pegunungan Ones Pahabol juga mengajak generasi muda saat ini untuk memakanai momentum penting ini untuk kembali pada panggilan Allah yaitu, memberitakan Injil, dan mengejar hati Tuhan.
“Sebagai generasi penerus, kita tidak boleh hanya menerima Injil lalu menyimpannya diam-diam. seperti kata Firman Tuhan dalam Kisah Para Rasul 1:8 jelas mengatakan: “Kamu akan menerima kuasa kalau Roh Kudus turun ke atas kamu, dan kamu akan menjadi saksi-Ku di Yerusalem, di seluruh Yudea dan Samaria, dan sampai ke ujung bumi Itulah tugas kita. Mulai dari tanah ini , dari Yahukimo, dari Papua Pegunungan kita dipanggil untuk menjadi terang. Jangan tunggu nanti,Jangan tunda lagi. Generasi muda harus pergi, harus bergerak, membawa kabar keselamatan ke seluruh penjuru dunia” Pesan OP.
( Redaksi NL )





Apa komentar anda ?