ADVERTISEMENT
  • Tentang Kami
  • Redaksi Nokenlive.com
  • Advertise
  • Syarat dan Ketentuan
  • Contact
  • Ketentuan Penggunaan
Jumat, Juni 19, 2026
  • Home
  • Papua Terkini
  • Papua Pegunungan
  • Papua Tengah
  • PAPUA SELATAN
  • Kabar Port Numbay
  • Hukum & Kriminal
  • Home
  • Papua Terkini
  • Papua Pegunungan
  • Papua Tengah
  • PAPUA SELATAN
  • Kabar Port Numbay
  • Hukum & Kriminal
No Result
View All Result
No Result
View All Result
  • Home
  • Papua Terkini
  • Papua Pegunungan
  • Papua Tengah
  • PAPUA SELATAN
  • Kabar Port Numbay
  • Hukum & Kriminal

Home » Pedagang Dan Petani Di Nabire Menjerit, Harga Cabe Rp 50.000/kg. Pembeli Kurang, Stok Banyak Busuk Bakal Dibuang

Pedagang Dan Petani Di Nabire Menjerit, Harga Cabe Rp 50.000/kg. Pembeli Kurang, Stok Banyak Busuk Bakal Dibuang

Oleh : Noken Live
25 Januari 2025
Di Kabar Daerah, Papua Terkini
0
Pedagang Dan Petani Di Nabire Menjerit, Harga Cabe Rp 50.000/kg. Pembeli Kurang, Stok Banyak Busuk Bakal Dibuang

Nabire,Nokenlive.Com – Untuk pengendalian inflasi pemerintah terus berupaya menekan harga pangan agar tidak melonjak dengan memberikan subsidi pangan. Tidak hanya itu, Pemerintah Provinsi Papua Tengah juga melarang pedagang agar tidak menjual komoditas pangan, lebih khusus rica/cabe dan daging keluar dari nabire.

Namun adapun dampak langsung yang dirasakan petani dan pedagang ketika pembeli kurang yakni stok banyak dan bakal membusuk.

Salah satu pedagang di pasar tradisional kalibobo, Ruhan ketika di temui, mengatakan saat ini stok untuk komoditi pangan sangat aman. Mulai dari sayur seperti kol, kentang, rica besar, rica kecil, bawang merah dan bawang putih. Namun di akuinya dengan stok yang banyak saat ini, harga rica Rp 50 ribu/kg, bakal menumpuk dan membusuk.

“Rica kecil murah dijual dengan harga Rp 50 ribu per kilo, sedangkan rica keriting Rp 15 ribu per kilo. Masalahnya pembeli kurang. Itulah yang menyebabkan stok melebihi. Tapi rica kan bertahan hanya 3 hari. Petani bawa datang rica, stok kami masih banyak, jadi mau tidak mau, suka tidak suka, kami tidak berani membeli. Stok yang ada saja mulai jelek, bakal membusuk”. Ujarnya. Sabtu, (25/01/2025).

Ruhan mengaku stok rica/cabe mulai banyak sejak awal bulan januari. Ia mengatakan bahwa sebelumnya saat stok cabe melebihi seperti ini, biasanya di jual ke luar nabire. Namun saat ini, tidak bisa dilakukan karena ada larangan dari pemerintah.

Untuk itu, dirinya berharap agar pemerintah dapat melihat dan bersama mencari solusi bagi mereka.

Menurutnya harus dibuka kembali atau pedagang diijinkan untuk bisa menjual ke daerah lain. Agar rica/cabe yang melimpah ini tidak menumpuk dan membusuk. Serta para petani ketika mendatangkan rica/cabe pun, kami bisa mengambilnya.

“Kami bingung mau di apakan ini rica/cabe. Stok banyak, aman. Kami pedagang dan petani tidak aman. Kalau pembeli banyak tidak masalah. Ini kan pembeli kurang. Stok melimpah, kalau begini banyak busuk bakal di buang”. Ungkapnya.

Ruhan berharap agar pemerintah daerah bisa melihat hal ini, dan mendapatkan solusi yang terbaik. Artinya ketika barang ada, harga stabil tapi pembeli kurang, apa yang harus dilakukan agar pedagang dan petani pun tidak merugi karena rica/cabe membusuk.

(Lisa)

Tags: NabirePapua Tengah
BagikanTweetKirimBagikan
Berita Sebelumnya

Pelatih PSBS : Jangan Lihat Peringkat Lawan, Karna Belum Tentu Berkualitas

Berita Selanjutnya

Operasi Damai Cartenz: Polri Wujudkan Papua Aman dan Harmonis

Berita Terkait

HUT Emas ke-50 Ibu SARA GKI di Tanah Papua, Momentum Menjadi Terang dan Agen Perubahan
Kabar Daerah

HUT Emas ke-50 Ibu SARA GKI di Tanah Papua, Momentum Menjadi Terang dan Agen Perubahan

Datangi TKP, Pemkab Lanny Jaya Pastikan Kebenaran Insiden Ledakan yang Tewaskan Seorang Warga Melagi
Papua Pegunungan

Datangi TKP, Pemkab Lanny Jaya Pastikan Kebenaran Insiden Ledakan yang Tewaskan Seorang Warga Melagi

Hari Ke-8 Pascaledakan Biak, Tim Gabungan Temukan 11 Serpihan Tubuh
Papua Terkini

Hari Ke-8 Pascaledakan Biak, Tim Gabungan Temukan 11 Serpihan Tubuh

Temuan Benda Diduga Bom Gegerkan Warga Doyo Grand,  Polisi Turun Tangan
Dari TKP

Temuan Benda Diduga Bom Gegerkan Warga Doyo Grand, Polisi Turun Tangan

Berita Lainnya

Apa komentar anda ?

Nokenlive - Berita Papua Terkini

Menyuarakan Pembangunan di Papua dalam Berbagai Aspek Kehidupan

Ikuti Kami

  • Tentang Kami
  • Redaksi Nokenlive.com
  • Advertise
  • Syarat dan Ketentuan
  • Contact
  • Ketentuan Penggunaan

© 2018 Nokenlive - Berita Terkini Seputar Papua

Selamat datang kembali

Masuk dengan akun anda

Lupa kata sandi?

Ambil kata sandi Anda

Silakan masukkan nama pengguna atau alamat email untuk mereset kata sandi

Masuk

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Home
  • Tentang Kami
  • Redaksi Nokenlive.com
  • Papua Terkini
  • Papua Pegunungan
  • Politik dan Pemerintahan
  • Ekonomi & Bisnis
  • PAPUA SELATAN
  • Kabar Daerah
  • Kabar Port Numbay
  • Hukum & Kriminal

© 2018 Nokenlive - Berita Terkini Seputar Papua