JAYAWIJAYA, Nokenlive.Com – Penjabat Bupati Jayawijaya, Provinsi Papua Pegunungan Thony Mayor pada pekan kemarin, berjalan kaki sekitar lima kilometer untuk mengunjungi masyarakat delapan kampung yang tinggal di wilayah pinggiran pusat kota, di Distrik Silo Sukarno Doga.
Bupati Thony Mayor saat di Silo Sukarno Doga mengatakan, jarak serta medan berlumpur dan rawa itu tidak menjadi hambatan untuk bertemu masyarakat sebab dirinya pernah bertugas sebagai guru di wilayah terpencil sehingga tahu situasi yang dirasakan masyarakat dan saat menjabat bupati, dirinya ingin mendengarkan langsung aspirasi masyarakat di kampung.
“Semua aspirasi yang disampaikan, saya tidak mau berjanji karena saya penjabat tetapi saya masih sekretaris daerah untuk empat tahun ke depan, kalau tidak dipecat. Apa yang disampaikan ini kami juga akan berusaha untuk programkan ke depan,” katanya.
Pada kunjungan itu masyarakat menyampaikan beberapa aspirasi misalnya masalah irigasi Kali Baliem sebab perkampungan yang terletak di pinggiran kali, selalu terdampak banjir akibat air meluap.
Aspirasi lain yang disampaikan adalah jalan raya untuk kendaraan roda empat maupun roda dua sebab selama ini jalan yang ada sulit dilalui kendaraan. Akibatnya, untuk menjangkau jalan raya utama, masyarkat mesti berjalan kaki sekitar 10 kilometer lebih.
Terkait aspirasi irigasi, Thony Mayor mengaku pihaknya telah melakukan kajian terkait luapan Kali Baliem dan persoalan itu tetap menjadi perhatian pemerintah. Namun akan dilakukan secara bertahap berdasarkan anggaran yang tersedia di pemerintah.

“Apa yang disampaikan itu saya akan sampaikan lagi kepada Pemerintah Provinsi Papua Pegunungan tetapi saya juga akan merencanakan ini ke depan sebab dalam pembahasan anggaran (di Pemab Jayawijaya) saya ikut berperan di dalamnya,” katanya.
Ia mengharapkan kepala-kepala distrik terus menyuaran aspirasi masyarakat dan mantan guru itu mengharapkan masyarakat bersabar sebab pemerintah tetap memberikan perhatian, sebagaimana yang sudah dilakukan di bebrapa kampung di distrik itu, misalnya pembangunan jalan dan listrik yang telah menjangkau sebagian permukiman warga.
“Dahulu Silo Sukaro Doga tidak ada apa-apa dan saya pernah melintas di sini, tetapi secara bertahap sudah ada jalan masuk. Dahulu itu belum ada jalan untuk kendaraan, kita masih jalan kaki. Tetapi bertahap pemerintah sudah bangun jalan, termasuk listrik juga sudah masuk,” katanya.
Persoalan listrik yang belum menjangkau sejumlah permukiman di Silo Sukarno Doga menjadi perhatian Bupati Thony Mayor sebab pada tatap muka bersama masyarakat, bupati mengatakan pemerintah siap menyalurkan lampu tenaga surya bagi masyarakat di sana.
“Kemarin saya juga ada tandatangan untuk pengusulan lampu tenaga surya. Muda-mudahan itu kalau sudah datang, nanti beberapa titik saya akan minta untuk dipasangkan supaya biar terang di pinggir-pinggir jalan,” katanya.
Penulis: Fritson Yewun
Editor: Linda





Apa komentar anda ?