SENTANI, nokenlive.com – Bupati Jayapura, Yunus Wonda, menyoroti pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Jayapura yang dinilai belum sepenuhnya sejalan dengan tujuan awal pemerintah, terutama dalam pemanfaatan bahan baku pangan dari daerah.
Menurut Yunus, selain meningkatkan gizi anak-anak, Program MBG juga dirancang untuk menggerakkan perekonomian masyarakat melalui keterlibatan petani, peternak, nelayan, dan pelaku usaha lokal sebagai pemasok bahan pangan.
“Visi Bapak Presiden jelas. Pertama, anak-anak Indonesia harus sehat. Kedua, bahan baku di daerah harus digunakan supaya ekonomi masyarakat ikut bergerak,” kata Yunus Wonda saat memberikan keterangan pers kepada awak media di Instalasi IGD RSUD Yowari, Kabupaten Jayapura, Papua, Rabu 4 Agustus 2026 sore.
Namun, ia mengaku masih menemukan indikasi sebagian bahan baku makanan didatangkan dari luar daerah. Menurutnya, kondisi tersebut perlu menjadi perhatian serius karena tidak sejalan dengan semangat pemberdayaan ekonomi lokal yang menjadi bagian dari Program MBG.
“Saya melihat ada yang hanya sekadar formalitas. Bahan bakunya tetap didatangkan dari luar, sementara potensi daerah belum dimanfaatkan secara maksimal. Ini harus menjadi bahan evaluasi bersama,” ujarnya.

Dia menjelaskan pemerintah daerah tidak bermaksud menyalahkan pihak tertentu atas kondisi tersebut. Namun, evaluasi menyeluruh perlu dilakukan agar pelaksanaan MBG kembali berjalan sesuai tujuan, baik dari sisi peningkatan gizi maupun pemberdayaan ekonomi masyarakat.
Yunus menilai Kabupaten Jayapura memiliki potensi pertanian, perikanan, dan peternakan yang dapat menjadi sumber bahan baku berkualitas bagi penyelenggara MBG. Dengan memanfaatkan hasil produksi lokal, manfaat program tidak hanya dirasakan oleh para pelajar, tetapi juga oleh masyarakat yang menggantungkan hidup pada sektor tersebut.
“Kami ingin program ini benar-benar memberi manfaat ganda. Anak-anak mendapatkan makanan bergizi, sementara petani, nelayan, peternak, dan pelaku usaha lokal juga merasakan dampak ekonomi dari program ini,” katanya.
Ia berharap peristiwa dugaan keracunan yang terjadi menjadi momentum untuk melakukan pembenahan menyeluruh terhadap pelaksanaan MBG di Kabupaten Jayapura, sehingga tujuan meningkatkan kualitas gizi anak sekaligus menggerakkan ekonomi daerah dapat diwujudkan secara berkelanjutan.
(Agustina Estevani Janggo – Redaksi DA)





Apa komentar anda ?