Nabire, Ketua Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Provinsi Papua Tengah, Markus Madai, S.E. Angkat bicara terkait Pemalangan kantor Bawaslu Kabupaten Puncak Jaya yang terjadi pada kamis,1 Januari 2024 lalu. Aksi yang dilakukan oleh 26 pangawas tingkat distrik, dikarenakan honor panitia pengawas (panwas) desa, panitia tempat pemungutan suara (TPS) yang belum terbayarkan.
Kepada wartawan Markus mengatakan pihaknya telah berkoordinasi dengan Bawaslu kabupaten Puncak Jaya, dan persoalan tersebut dalam waktu dekat dipastikan akan di selesaikan.
“Kami sudah koordinasi dengan kasek Bawaslu induk Provinsi Papua dan kasek Bawaslu Kabupaten Puncak Jaya dan akan di tindaklanjuti, pasti di selesaikan”. Ucapnya ketika diwawancarai diruang kantor Bawaslu Provinsi Papua Tengah. Rabu, (7/02/2024).
Dijelaskan bahwa saat ini, kasek Bawaslu Puncak Jaya sedang mengikuti kegiatan seleksi sekretaris tingkat Provinsi Papua Tengah di luar daerah. Namun dipastikan pada tanggal 8 Februari yang bersangkutan sudah balik ke puncak jaya.
Menurutnya, setelah kasek Bawaslu Puncak Jaya berada di puncak jaya akan dilakukan pembayaran honor para petugas.
“Tanggal 8 yang bersangkutan tiba di Puncak Jaya, jadi sekitar tanggal 9 dan 10 Februari 2024 baru dilakukan penyelesaian untuk pembayaran operasional panwas desa, panitia TPS”. Ucapnya.
Markus berharap para petugas tetap fokus, tenang dan tetap lakukan tugas pengawasan di daerah sehingga pelaksanaan Pemilu serentak pada tanggal 14 Februari 2024 dapat berjalan sukses.
Penulis: Lisa
Redaktur: Linda





Apa komentar anda ?