
Nabire, Nokenlive
Bertempat di aula Wichaksana Laghawa, Polres kabupaten Nabire, pemerintah provinsi Papua Tengah bersama pemerintah daerah kabupaten Nabire hadir dan melakukan penyelesaian konflik yang terjadi antara 2 kelompok masyarakat di kepala air topo dengan masyarakat kampung topo distrik Uwapa kabupaten Nabire yang terjadi pada tanggal 5 Juni 2023 lalu.
Hadir dalam acara tersebut yaitu PJ Gub Papua Tengah, Dr. Ribka Haluk S.Sos.,MM, Plt Sekda Provinsi Papua Tengah, Bupati kabupaten Nabire, LO Polda Papua Tengah, Kabinda provinsi Papua Tengah, LO Kajati Provinsi Papua Tengah, para pimpinan OPD Papua Tengah, Forkopimda kabupaten Nabire, para pimpinan OPD Papua Tengah, para tokoh masyarakat suku Dani, suku Mee, suku Wate serta masyarakat suku Dani, suku Mee dan suku Wate.
PJ Gub Papua Tengah Dr. Ribka Halluk S.Sos.,MM memimpin langsung acara tersebut dan akhirnya 3 suku telah sepakat berdamai adalah suku Mee, suku Dani dan suku Wate dengan dilakukannya penandatanganan dan pembacaan berita acara deklarasi serta sepakat menerima Dana Perdamaian dari pemerintah provinsi Papua tengah dan pemerintah kabupaten Nabire sebesar Rp 2,3M.
Kepada wartawan PJ Gub Provinsi Papua Tengah, Dr. Ribka Halluk S.Sos.,MM mengatakan dengan dilakukan nya deklarasi Damai diharapkan masyarakat memasuki natal dan tahun baru dengan damai. Dirinya juga berpesan agar jika ada masalah dapat diselesaikan baik. Tidak harus adu fisik, apalagi sampe terjadinya pertumpahan darah tetapi harus diselesaikan dengan baik dengan melibatkan pihak-pihak yang berkompeten agar terwujud nya Nabire yang damai.
“Tentunya kami bahagia, Hari ini pemerintah hadir dan bersama kita telah menyelesaikan konflik yang terjadi kurang lebih 7 bulan lalu. saya harap kita semua merayakan Natal dan Tahun Baru dengan damai. Jangan terulang lagi . Kalau ada masalah, dalam keluarga, masyarakat, apa saja itu harus selesaikan dengan baik. Ada Pemerintah, ada TNI/Polri. Mari sama-sama kita bangun Nabire, bangun provinsi Papua tengah. Hari ini kita akan rayakan Natal bersama pemerintah provinsi Papua Tengah, ASN, TNI/Polri serta masyarakat, sesuai dengan tema natal kita jelas yaitu damai, pembersihan. mari kita rayakan natal dengan hati yang bersih dan damai”. Ucapnya.
Orang nomor 1 di provinsi Papua tengah ini juga memberikan Apresiasi kepada TNI/Polri yang dalam melakukan tugasnya dengan baik.
Sementara itu, salah satu kepala suku Mee, Fabeanus Tebai ketika diwawancarai mengatakan dirinya mewakili sukunya mengucapkan terima kasih kepada pemerintah provinsi Papua tengah, pemerintah daerah, yang mana masalah konflik yang terjadi kurang lebih 7 bulan lalu akhirnya bisa diselesaikan dengan baik. Tidak hanya itu, sebagai kepala suku Mee, Fabeanus Tebai menghimbau kepada masyarakat nya agar hidup damai. Ini yang terakhir dan Jangan terulang lagi. Dirinya juga berharap siapa pun dari luar harus mengakui hak-hak adat istiadat, terlebih Khusus di daerahnya simapitoa. Mari bersama kita bangun Nabire dan wujudkan Nabire yang aman dan damai. Tegasnya.
Untuk diketahui Deklarasi Damai penyelesaian konflik tersebut dilakukan tandatangan dan pembacaan berita acara deklarasi damai oleh 3 suku, yakni suku Dani, suku Mee dan suku Watee. Tidak hanya itu, pemerintah provinsi Papua tengah dan pemerintah kabupaten Nabire juga menyerahkan dana perdamaian sebesar Rp 2,3M. Yang mana kepada suku Dani menerima dana perdamaian sebesar Rp 1.000.000.000,- dan suku Mee menerima dana perdamaian sebesar Rp 1.000.000.000,- dan suku wate menerima dana perdamaian sebesar Rp 300.000.000,-. (Lisa)




Apa komentar anda ?