Biak – Nokenlive.com
Pemerintah kabupaten Biak Numfor bersama Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana (BKKBN) me-launching klinik fertilitas yang ditandai dengan pengguntingan pita. Lauching dilaksanakan di lantai 3 RSUD Biak Numfor.
Klinik fertilitas merupakan klinik pertama di Papua yang menghadirkan pelayanan inseminasi bagi pasangan suami istri.
Lauching klinik fertilitas bertepatan dengan HUT RSUD Biak yang ke-60 tahun, turut dihadiri Dandim 1708/BN, Letkol Inf Daniel P Manalu S.H.,M.I Pol.
Dandim 1708/BN Letkol Inf Daniel P Manalu memberikan apresiasi atas capaian yang di dapat RSUD Biak dan mengucapkan selamat ulang tahun ke-60.
Menurut Dandim 1708/BN Letkol Inf. Daniel P Manalu kehadiran klinik fertilitas ini menjadi langkah sukses dan langkah besar bagi RSUD Biak.
Tidak hanya itu, Daniel Manalu mengatakan dengan bertambahnya usia diharapkan pengabdian dan pelayanan kepada masyarakat semakin maksimal. Juga dalam hal peningkatan sarana prasarana yang semakin baik dalam masa kepemimpinan dr. Richardo Mayor.
“Selamat ulang tahun yang ke-60 buat RSUD Biak, semoga sukses dan selalu memberikan pelayanan yang terbaik bagi masyarakat di Biak Numfor dan sekitarnya,” ucap Dandim 1708/BN Letkol Daniel Manalu ketika diwawancarai usai Lanching Klinik Fertilitas RSUD di Biak Numfor, belum lama ini.
Dandim 1708/BN Letkol Daniel Manalu pesan agar pelayanan kepada masyarakat semakin di maksimalkan, sehingga memberikan rasa cinta kepercayaan masyarakat terhadap RSUD Biak.
Sementara itu, kepala BKKBN Pusat, dr. Hasto Wardoyo Sp.OG memberikan apresiasi kepada capaian RSUD Biak.
Fasilitas sarana dan prasarana yang dimiliki RSUD Biak tak kalah dengan rumah sakit lainnya diluar Papua.
Dirinya juga mengatakan, dengan hadirnya klinik fertilitas di RSUD Biak, akan sangat membantu pasangan suami istri yang mengalami kesulitan memperoleh buah hati.
“Melalui klinik fertilitas dapat membantu pasutri melalui program bayi tabung untuk memperoleh anak,” jelas kepala BKKBN Pusat, dr. Hasto Wardoyo Sp.OG.
Ia juga menyampaikan ucapkan selamat ulang tahun yang ke 60 tahun. “RSUD Biak ini luar biasa,” singkatnya.
Menurutnya bahwa RSUD Biak sudah tersedia pelayanan CT scant multislite, dengan 128 Slice, difasilitasi dengan diagnoctic center, juga untuk pencapaian klaim JKN capai Rp7 Milyar.
“Ini paling tinggi di Indonesia. Masyarakat Biak Numfor, dan wilayah Saireri bagi pasangan suami istri yang belum dan memiliki kesulitan untuk mendapatkan anak, keberadaan klinik ini akan sangat membantu,” terangnya.
“Tidak perlu keluar Papua, di Biak sudah ada klinik fertilitas. Tentunya diharapkan anak yang di lahirkan sehat, dan cerdas,” tambahnya.
Wakil Bupati Biak Numfor, Calvin Mansnembra, mengatakan klinik fertilitas di RSUD Biak merupakan klinik pertama di Papua dan ini suatu kebanggaan bagi masyarakat Biak Numfor.
“Semoga dapat bermanfaat bagi pasutri dan diharapkan dapat memberikan manfaat bagi pertumbuhan ekonomi di kabupaten Biak Numfor,” tutup Wabup Calvin Mansnembra.
Untuk diketahui, RSUD Biak dibangun tahun 1958 dan diresmikan pada tahun 1963, terus berkembang. Sebanyak 12 gedung lama telah di bongkar dan dibangun yang baru.
Fasilitas sarana prasarana, terdapat 22 layanan kesehatan. Pegawai berjumlah 880 terbagi menjadi 24 dokter spesialis, dan 440 perawat, bidan dan tenaga lainnya.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut, wakil Bupati Biak Numfor, Calvin Mansnembra, kepala Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) DR. (H.C), dr. Hasto Wardoyo Sp.OG (K), PJ Gubernur Provinsi Papua, yang diwakili Elsye Penina Rumbekwan, kepala Perwakilan BKKBN provinsi Papua Drs. Nerius Auparay, M. Si, Forkopimda, wakil ketua dan Anggota DPRD, BUMN dan BUMD serta para tenaga kesehatan di RSUD Biak Numfor.(LISA R.)





Apa komentar anda ?