JAYAPURA, NOKENLIVE.com- Aliansi Mahasiswa Papua(AMP) dan Solidaritas Mahasiswa papua di Semarang Menggelar jumpa pers bentuk penolakan pendoropan militer dan organik dan non organik di Papua, ini berlangsung di Kontrakan Mahasiswa Papua di Semarang pada Kamis, (16/10/2025).
Dalam jumpa pers tersebut, sekjen AMP Semarang Yare menyatakan, Melihat dengan Rezim hari ini yang sangat Arogan, Represif, berwatak Militeristik terhadap warga sipil yang menggunakan hak demokratis-nya dalam menyampaikan aspirasi di muka umum.
Terjadi pembubaran, pemukulan, penangkapan hingga pemenjaraan terhadap warga sipil, akhir-akhir ini sangat meningkat. Berdasarkan pada data yang dihimpun mecatat sebanyak 5.444 ditangkap pada gelombang aksi Agustus 2025 dan 997 di antaranya ditetapkan tersangka. Juga dinyatakan sebanyak 46 orang hilang,33 orang dihilangkan oleh aparat, dan 2 orang masih hilang sampai hari ini.
Tidak hanya menunjukan sebuah angka, tetapi hal tersebut memperlihatkan sebuah rezim militeristik yang masif dan tersistematis. Di Papua, 4 orang aktivis ditangkap di Kota Sorong hanya karena mengantarkan sebuah proposal tawaran untuk menyelesaikan konflik berkepanjangan di Papua.
Pada Agustus 2025, 4 Tahanan Politik Papua, ini dipindahkan secara paksa ke Makassar. Puluhan hingga Ratusan massa aksi di Sorong Memprotes pemindahan paksa 4 Tapol Papua tersebut,namun lagi-lagi aksi tersebut direpresif, dibubarkan hingga menyebabkan sejumlah orang ditangkap,beberapa orang dipukul, ditembak bahkan nyawa melayang. Dalam data yang dihimpun pada 27-28 Agustus 2025, mencatat sebanyak 24 orang ditangkap oleh Polresta Sorong. Dan 2 orang ditembak mati dalam gelombang Protes di Sorong dan Manokwari. Pada 23 September 2025, sebanyak 13 Aktivis KNPB ditangkap di Jayapura, hanya karena membagikan selebaran terkait Hari Tani Nasional. Dan pada 30 September, Aparat Kepolisian Menangkap 4 orang massa aksi dalam aksi Roma Agreement.
“Kami terus menyaksikan watak sebuah Rezim yang semena-mena menangkap dan memenjarakan kawan-kawan yang menyampaikan Aspirasi di muka umum,” kata Yare.
Rezim ini bertindak secara massif danTerstruktur. Maka “Kami tahu bersama bahwa watak Rezim ini melanggar nilai-nilai Demokratis dan merusak kehidupanberbangsa dan bernegara Ujarnya
Melihat dengan berbagai persoalan diatas maka, Kami menyatakan sikap dengan tegas sebagai berikut:
1. Tarik seluruh militer organik maupun non organik di seluruh tanah papua
2. Cabut uu TNI dan stop pembahasan RUU Polri
3. Bebaskan seluruh Tahanan politik di papua dan Indonesia tanpa syarat
4. Usut tuntas seluruh kasus pelanggaran HAM dan adili para pelakunya
5. Menekan kepada rezim Prabowo Gibran untuk berhenti mengirim militer ke papua dan stopmenggunakan pendekatan militer dalam merespons seluruh persoalan papua
6. Bebaskan tapol maba Sangaji dan tapol agraria lainnya
7. Stop pemburuan aktivis
8. Berikan Hak menentukan nasib sendiri sebagai solusi demokratis bagi rakyat papua
9. Hentikan segala bentuk eksploitasi di tanah papua
10. Hentikan seluruh praktik perampasan lahan di Papua, dan segera wujudkan reformasi agraria sejati
11. Hentikan Pembahasan RUU Polri, RUU Kejaksaan, yg akan memperbesar kewenangan aparat bersenjata dan kehidupan sipil serta hentikan pembangunan Kodam baru
12. Hentikan kriminalisa terhadap seluruh aktivis di papua
(Hubertus Gobai/Redaksi NL)





Apa komentar anda ?