Jayapura, Nokenlive.com
Sekitar seratus lima puluh mahasiswa Universitas Cenderawasih Jayapura melakukan aksi demonstrasi dan pemalangan jalan masuk kampus. Para mahasiswa menuntuk agar pihak kampus membuka kuota khusus untuk anak-anak asli Papua sebanyak 1500 putra dan putri dikarenakan saat mengikuti tes Jalur Mandiri Seleksi Bersama (JMSB) Kamis, (17/7) banyak yang tidak lulus.
Ketua Majelis Permusyawaratan Mahasiswa (MPM) Uncen, Apner Doo mengatakan, mereka malakukan pemalangan jalan masuk kampus Uncen pihak kampus membuka kuota untuk anak-anak asli Papua karena tes jalur JMSB banyak yang tidak lulus.
Kata Apnes Doo penerimaan mahasiswa baru yang tidak lulus melalui jalur JMSB harus ada alasan disampaikan pihak kampus kepada mahasiswa.
“Jika tidak diberikan alasan dan tidak menerima aspirasi mahasiswa, maka mahasiswa akan melakukan pemalangan terus hingga aspirasi diterima dari pihak kampus Uncen,” tegasnya.
Apiner juga minta agar memorandum of understanding (MoU) atau kerjasama dilakukan rektor universitas Cenderawasih dengan Jorem 1701 Cendrawasih, Jayapura untuk dihentikan.
Tuntutan lainnya disampaikan agar kegiatan Pengenalan Kehidupan Kampus Mahasiswa Baru (PKKMB) dilakukan secara of line.(Timotius Boma)
Caption Foto : Ratusan mahaiswa Universitas Cenderawasih (Uncen) saat melakukan aksi demo dan pemalangan jalan masuk kampus Uncen. Mereka menuntut agar pihak kampus membukan kuota anak anak asli Papua. (Foto : Timotius Boma)





Apa komentar anda ?