WAROPEN – Meriahnya Pembukaan pelaksanaan Sidang Sinode GKI Se-Tanah Papua ke-XVIII tidak lepas dari berbagai kegiatan dan perencanaan yang sudah disiapkan oleh panitia. Salah satu aksi yang sangat memukau mata adalah aksi anak-anak Lokal Waropen dalam mempertontonkan tarian-tarian lokal daerah.
Sebanyak 352 Penari yang terlibat didalamnya. Belum lagi ditambah dengan kondisi pencahayaan (Lighting) yang professional didampingi sound system yang menggelegar. Ada juga aksi kembang api yang begitu mempesona.
Tidak dapat disangkal penari-penari lokal ini menyita perhatian dengan Gerakan, koreografi, busana daerah dan formasi dalam tarian mengikuti irama music daerah kolosal kontemporer. Tarian ini disajikan dari awal pembukaan hingga puncak acara pembukaan.
Para penonton yang hadir turut terpukau, undangan yang datang pun melihat kegiatan Pembukaan Sidang Sinode di Waropen sangat meriah, megah dan mempesona. Ketua Panitia Pelaksanan Sidang Sinode ke-XVIII GKI se-Tanah Papua Yermias Bisai, SH, turut terpukau bersama undangan-undangan lainnya.

Tampak pada kegiatan Pembukaan Bupati dan Wakil Bupati Waropen Yermias Bisai, dan Lamek Maniagasi, didampingi para unsur Forkumpimda Kabupaten Waropen. Sejumlah tokoh-tokoh penting yang hadir diacara pembukaan tersebut diantaranya Ketua DPR Papua Jhon Banua Rouw; Kapolda Papua Irjen Pol Mathius D. Fakhiri; Bupati Asmat Elisa Kambu; Bupati Nabire Mesak Magai; Bupati Puncak Jaya Yuni Wonda; Bupati Yahukimo Didimus Yahuli dan Wabup Esau Miram; Bupati Manokwari Selatan Markus Warna; Bupati Teluk Wondama Hendrik S Mambor, bersama Wabup Andarias Kayukatui; Bupati Biak Numfor Herry Ario Naap; Bupati Kepulauan Yapen Tonny Tesar; Wakil Bupati Mamberamo Raya, Ever Mudumi.

Tampak juga hadir Anggota DPR RI Dapil Papua Willem Wandik; Anggota DPR Papua Yonas Nussy, Mantan Gubernur Papua Barat Dominggus Mandacan; Mantan Walikota Jayapura sekaligus Staf ahli Kementerian Sosial Benhur Tommy Mano; serta beberapa tokoh dan Influencer lainnya.

Para penari ini sebelumnya telah melalui latihan selama enam bulan lamanya dibawah bimbingan 20 pelatih yang dikoordinatori Simon Wopari.
Hal yang menarik dari penampilan mereka adalah keterlibatan anak-anak umur 5 tahun juga ikut ambil bagian untuk memeriahkan acara pembukaan sidang sinode ini.
Aksi merekapun mendapat aplaus dari seluruh pengunjung yang hadir dilokasi Sarafambai, tak ayal para pengunjung berlomba-lomba untuk mengabadikan momen penampilan mereka di handphonenya masing-masing, bahkan tidak ketinggalan para masyarakat dari berbagai kalangan menyempatkan ber swaphoto bersama penari. (il).





Apa komentar anda ?