Paniai, Nokenlive.com – Sebagai anak asli Papua, Bupati Paniai Meki Nawipa merasa bangga karena sejarah baru terukir di daerah yang dipimpinnya, yakni dimana tongkat komando pimpinan TNI dan Polri dipegang oleh tiga srikandi Papua.
Nawipa pun berterima kasih kepada Kapolda Papua Irjen Polisi Paulus Waterpauw dan Pangdam XVII/Cendrawasih Mayjen TNI Herman Asaribab yang sudah mempercayakan perempuan asli Papua untuk kali pertama memimpin wilayah pertahanan dan keamanan di Kabupaten Paniai.
“ Ini sangat luar biasa karena kami patut berbangga bahwa Kabupaten Paniai memiliki Kapolres Paniai seorang perempuan asli Papua, dan Kapolsek Paniai Timur yaitu perempuan Papua asal Fakfak. Kemudian terima kasih juga karena Danramil Kota Paniai adalah perempuan Papua dari Biak. Ini sangat luar biasa,” ujar Nawipa kepada Nokenlive, Kamis (15/10/20) sore.
Dikatakan Nawipa, penempatan tiga perempuan Papua sebagai pemimpin TNI dan Polri di Kabupaten Paniai, merupakan bentuk penghargaan dan kepercayaan kapolda dan pangdam terhadap kemampuan perempuan Papua dalam memimpin suatu institusi.
Lantas, orang nomor satu di Kabupaten Paniai ini pun berharap, tiga Srikandi Papua itu dapat melaksanakan tugas pokok dan fungsi (tupoksi)nya serta menjadi mitra yang solid bagi pemerintah daerah.



“Intinya pertama Puji Tuhan dan terima kasih karena ada perempuan-perempuan Papua yang hari ini bisa menduduki jabatan strategis di bidang pertahanan dan keamanan. Ini artinya keseteraan gender itu mulai berjalan,” jelasnya.
Yang kedua, kata Nawipa, dengan kepemimpinan perempuan-perempuan Papua akan ada kerinduan yang terbayarkan atas kehadiran sosok seorang ibu untuk mengontrol dan mengayomi seluruh masyarakat di Kabupaten Paniai dengan penuh rasa kasih dan cinta layaknya seorang ibu kepada anak-anaknya.
“Sehingga semua berjalan dengan baik dan tentunya pemerintah juga mendukung itu,” singkatnya.
Harapan besar dari seorang Nawipa kepada tiga perempuan Papua yang menjabat kapolres, kapolsek dan danramil, sekiranya kehadiran mereka dapat bersinergi dengan program-program Tim Penggerak PKK dan Dharma Wanita dalam memberdayakan pengembangan ekonomi, khususnya bagi mama-mama Paniai kedepannya.
“Karena keberadaan pemimpin wanita di Kabupaten Paniai sangat sejalan dengan program yang saya hadirkan yaitu memberdayakan perempuan atau mama-mama Paniai menjadi mama-mama yang berkualitas dan sejahtera. Apalagi kalau kami di Paniai kan budaya kami tidak bisa pukul perempuan, kecuali dia istri kita. Jadi, kehadiran kapolres, kapolsek dan danrami perempuan Papua, maka orang-orang akan mamandang sesuatu yang berbeda dan semua orang akan kembali melihat bahwa ini Tuhan kasih untuk kita bangun Kabupaten Paniai kedepan,” jelasnya merinci.
Selanjutnya sebagai ungkapan terima kasih, Nawipa mewakili masyarakat Paniai juga akan mendoakan kapolda dan pangdam untuk selalu diberikan jalan oleh Tuhan dalam meraih prestasi dan kesuksesan sebagai pemimpin TNI dan Polri di Tanah Papua.
(Alleya)





Apa komentar anda ?