JAYAPURA, Nokenlive.com – Dinas Pendidikan (Disdik) Provinsi Papua menggelar Pendidikan dan Pelatihan (Diklat) Penilaian Angka Kredit Jabatan Fungsional Guru dan Kepala Sekolah Luar Biasa (SLB) Tahun 2026.
Kegiatan tersebut resmi dibuka Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Papua, Marthen Medlama, didampingi Kepala Bidang Pembinaan Ketenagaan dan para narasumber di Hotel Sip Azana Jayapura, Senin (21/9/2026) malam.
Marthen mengatakan, diklat ini penting untuk meningkatkan kapasitas aparatur sekaligus mendukung peningkatan mutu dan kualitas pendidikan di Tanah Papua.
Menurutnya, pendidikan merupakan salah satu sektor penting yang membutuhkan perhatian dan dukungan dari seluruh pihak, termasuk peningkatan kompetensi tenaga pendidik dan pengelola pendidikan.
“Harapannya, staf dinas mampu memberikan pelayanan terbaik bagi para guru terkait peningkatan kapasitas mutu dan kualitas pendidikan ke depan,” ujar Marthen.
Ia meminta seluruh peserta mengikuti rangkaian diklat secara serius dari awal hingga akhir agar materi yang diberikan dapat dipahami dan diterapkan dalam pelaksanaan tugas.
Marthen juga berharap para narasumber dapat memberikan pendampingan dengan metode learning by doing atau belajar sambil mempraktikkan, sehingga peserta lebih mudah memahami mekanisme penilaian angka kredit jabatan fungsional.
“Kepada para narasumber, saya berharap dapat membimbing para guru, kepala sekolah, maupun staf dinas menggunakan metode learning by doing agar sistem penilaian angka kredit ini lebih mudah dipahami,” katanya.

Ketua Panitia, Moses Wombaibabo, menjelaskan bahwa diklat tersebut berlangsung selama empat hari, mulai 21 hingga 24 September 2026.
Peserta terdiri dari staf Bidang Ketenagaan, staf tata usaha, serta dewan guru dari sekolah-sekolah yang berada di bawah kewenangan Dinas Pendidikan Provinsi Papua.
“Kegiatan ini bertujuan membekali dan mempersiapkan staf, dewan guru, serta kepala sekolah. Oleh karena itu, diperlukan keseriusan penuh selama diklat berlangsung,” ungkap Moses.
Ia menambahkan, materi diklat akan disampaikan oleh sejumlah narasumber dari Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Provinsi Papua, Badan Kepegawaian Negara (BKN) Wilayah Papua, serta Balai Guru Penggerak (BGP)/Balai Penjaminan Mutu Pendidikan Provinsi Papua.
Melalui kegiatan ini, peserta diharapkan memiliki pemahaman yang lebih baik mengenai penilaian angka kredit jabatan fungsional sehingga dapat mendukung pengembangan karier dan peningkatan profesionalitas guru serta kepala sekolah.
(Melviandres Pamanggori/Redaksi)





Apa komentar anda ?