Jayapura, Nokenlive.com – Kapolda Papua Irjen Pol. Paulus Waterpau menegaskan ada delapan kelompok kriminal bersenjata yang masih beraksi di Papua khususnya di wilayah pegunungan tengah Papua.
Hal tersebut diungkapkan Kapolda Papua kepada wartawan dalam refleksi semester I tahun anggaran 2020 yang berlangsung di Aula Rasta Samara Polda Papua, Jumat (26/05).
Menurut Kapolda ke delapan kelompok ini terdata berada di kawasan Puncak Jaya, Sinak, Ilaga, Mimika, Paniai, Sugapa, Lani Jaya dan Nduga.
Para kelompok inilah yang sering melakukan aksi kekerasan terhadap TNI-Polri yang bertugas di wilayah tersebut, juga kepada warga sipil dan pegawai pemerintahan termasuk para pekerja proyek, ujar Kapolda.
Dikatakan mantan Kapolda Sumut ini, pihaknya tersu berkordinasi dengan TNI untuk melakukan penegakan hukum, agar tidak adalagi kekerasan terhadap warga sipil.
Untuk itu kata Kapolda Papua, direncakan akan di bangun beberapa Pos gabungan di wilayah-wilayah itu untuk mempersempit ruang gerak para kelompok ini agar bisa dilakukan penegakan hukum.
Kapolda juga mengakui, mereka memiliki logistic yang cukup baik itu bahan makanan dan amunisi. Sehingga mereka dengan berani melakukan penembakan.
Untuk senjata dan amunisi umumnya didapatkan dari hasil rampasan saat menyerang aparat TNI-Polri, dan juga ada yang mereka beli dari laur negeri seperti Philipin.
Pada kesempatan tersebut Kapolda memberikan apresiasi terhadap anggota TNI-Polri yang berhasil melakukan pengungkapan dan penangkapan terhadap gerbong KKB yang selama ini dicari.
(Jack)





Apa komentar anda ?